Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

 

Pengacara HAM yang yang dimana selama ini mengerti konflik Israel dan Palestina, Qasim Rashid yang dimana dirinya menjelaskan, ada beberapa fakta mengenai konflik Israel-Palestina yang saat ini berlangsung dan dirinya yakini semua pihak tentunya dapat menyetujuinya. Kita semua tau Israel dan juga Palestina adalah dua negara yang saling bergejolak memperebutkan tanah yang ditinggali oleh Palestina.

Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

Seperti yang dijelaskan oleh Rashid, anggota Komunitas Musllim Ahmadiyah, jika tujuan akhirnya adalah perdamaian, tentunya kita harus mengetahui beberapa realita yang terjadi antara konflik israel dan juga Palestina tanpa mengeksplorasi satu dengan yang lainnya. Mengabaikan beberapa fakta tidak dapat menyelesaikan perbedaan. Dimana jika semua pihak yang memang sungguh-sungguh menginginkan sebuah perdamaian, sedikitnya ada yang mengakui tentang keinginan perdamaian.

Dimana beberapa hal yang telah dilakukan oleh tentara-tentara yang menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan beberapa di antaranya harus kehilangan nyawa. Belum lagi ditambah campur tangan Amerika serikat, Turki dan beberapa negara lainnya dalam konflik ini. Maka berikutnya adalah beberapa fakta yang ada tentang konflik Israel dan juga Palestina yang tentunya harus dibawa ke dalam meja perundingan.

Tembakan roket-roket Hamas harus dihentikan

Dimana kita harus mengecam kekerasan tentang Hamas, roket-roket dari situs joker123 mereka, dan juga berbagai tembakan mereka yang selalu membabi buta yang menimbulkan resiko yang sangat berbahaya bagi warga sipil Israel. Roket-roket yang dimana harus berhenti tanpa syarat. Fokus kepada pada Hamas sebagai salah satu alasan bagi Israel untuk membela diri adalah salah satu cara bentuk pengalihan perhatian. Posisi seperti ini yang dimana menunjukkan seolah-olah konflik yang memang terjadi 27 tahun lamanya.

Padahal konflik ini yang dimana sudah terjadi sudah 65 tahun. Perlawanan Israel yang terjadi terhadap Palestina khususnya Gaza terjadi jauh sebelum Hamas ada. Setiap pembicaraan yang dimana semuanya mengabaikan sebelum tahun 1978 merupakan tidak untuk, tidak tulus dan akan memberikan bukti yang tidak efektif di meja perundingan. Hamas yang dimana hanyalah sebuah simptom dari konflik, tapi bukan merupakan sebuah akar dari permasalahan.

Harus berdamai

Jika Muslim yang dimana memang ingin perdamaian di Palestina, maka mereka yang juga harus bersatu dalam damai di seluruh dunia. Sebelum mereka mencerca Israel, negara-negara yang dimana mayoritas Muslim yang seharusnya memberikan contoh dan juga  membangun sebuah perdamaian yang ada satu dengan lainnya. Dimana di kutip dari pidato pemimpin suci Muslim Ahmadiya, Mirza Masroor Ahmad yang dimana dirinya mengatakan bagaimana anda dapat menuntut Israel saat memperlakukan Palestina dengan damai dan juga adil jika beberapa di antaranya tidak mampu membangun damai tersebut di antara diri mereka sendiri. 

Perdamaian tidak akan hadir tanpa adanya keadilan

Keadilan yang dimana hanya akan didapat pada saat hidup dalam perdamaian, dan juga perdamaian yang dimana hanya akan mampu hidup dengan sebuah kepemimpinan yang tentunya memiliki sebuah prinsip. Sebelum ada negara Israel, dimana di ketahui Palestina membuka pintunya untuk menerima sekitar 700 ribu pengungsi dari Yahudi yang pada saat itu melarikan diri dari Perang Dunia I dan juga Holocaust. 

Jumlah ini yang dimana di ketahui sangat besar jika mencermati populasi Muslim  yang ada di Palestina pada tahun 1947 yang  dimana saat itu hanya sekitar 1,2 juta orang. Itu sebabnya, Palestina yang tidak memberikan suaranya untuk mendukung negara Isrel untuk didirikan. Pengakuan atas fakta ini tentunya sangat penting untuk menggambarkan sejarah pada saat berusaha menemukan sebuah kesepakatan bersama untuk sebuah masa depan.

Sejak Israel dibentuk oleh PBB

Dimana beberapa kelompok garis keras yang pro-plastienia yang berargumen bahwa palestina sendiri yang  merupakan Kelompok garis keras pro-Palestina berargumen bahwa Palestina yang dimana tidak pernah menyetujui pembentukan negara Israel. Maka mereka tidak akan mengakui negara Israel, sedangkan kelompok pro-Israel yang sebaliknya berargumen bahwa PBB yang mendirikan Israel secara demokratis sehingga negara tersebut ada. Realitasnya adalah kita yang dimana tidak bisa membalikkan sebuah sejarah. Israel berhak untuk dapat bertahan hidup, tak ada perdebatan atau juga perkelahian yang akan membalikkannya.

Darah orang Arab dan darah Yahudi adalah darah yang sama 

Tidak ada pembenaran yang di lakukan untuk membunuh warga sipil. Ide bahwa darah Arab yang dimana lebih bernilai daripada darah dari orang Yahudi atau darah Yahudi yang dimana lebih bernilai daripada darah Arab, merupakan sebuah bentuk dari rasisme modern dengan segala bentuk keburukannya. Hak anak-anak Palestina yang juga tentunya sama dengan hak-hak anak-anak Israel, begitupun juga sebaliknya. Setiap tindakan lain yang dimana mengabaikan prinsip ini yang memang merupakan pelanggaran HAM dan menggelincirkan sebuah proses perdamaian.

Berpotensi melakukan kejahatan perang 

Palestina yang dimana harus dituntut pertanggungjawabannya atas sebuah kejahatan perang yang  dimana telah dilakukan di Hamas. Israel harus bertanggung jawab ke PBB dan juga hukum internasional atas penggunaan bom fosfor dan juga menjadikan manusia sebagai sebuah perisai perang. Amerika yang dimana juga harus adil dalam tindakannya dan begitu juga dengan semua pemimpin Muslim yang ada di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, reputasi Amerika yang dimana di mata seluruh dunia dan juga khususnya di mata masyarakat Muslim yang dianggap tidak jujur dan terlalu berpihak pada Israel. Kesan ini yang dimana tidak mudah diperbaiki tapi tentunya harus diperbaiki demi tujuan menciptakan sebuah perdamaian. Rashid yang dimana dirinya juga menegaskan, perdamaian yang dimana tidak akan pernah hadir tanpa keadilan. Perdamaian yang ada  di masa depan tidak akan hadir tanpa sebuah pengakuan atas fakta sejarah konflik yang terjadi di Israel dan juga Palestina. Ironisnya, hanya ada dua tipe manusia yang dimana akan mengabaikan hal ini.

MENGAPA PERDAMAIAN BELUM TERCAPAI?

Setelah bertahun-tahun konflik yang dimana masih diwarnai dengan kekerasan, kedua belah pihak yang pernah mencapai kesepakatan pada tahun 1993. Palestina yang pada saat itu akan mengakui negara Israel dan Israel yang akan mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai sebuah perwakilan sah dari rakyat Palestina. Disebut Perjanjian Oslo, kesepakatan itu juga yang kemudian menciptakan Otoritas Palestina yang dimana memiliki beberapa kekuasaan pemerintahan sendiri yang dimana terbatas di Tepi Barat dan juga di Jalur Gaza. Itu adalah sebuah kesepakatan sementara, sebelumnya apa yang seharusnya menjadi sebuah perjanjian damai yang komprehensif yang ada dalam lima tahun.

Selama lima tahun berikutnya, dimana ada sekitar 3.000 korban dari warga Palestina dan juga 1.000 korban dari Israel, di mana banyak warga sipil Israel yang tewas karena aksi bom bunuh diri. Konsekuensinya yang pada saat itu sangat besar. Israel mundur dari Gaza, dan dimana pada pertengahan 2000-an Hamas yang merupakan sebuah faksi fundamentalis Sunni Palestina yang dianggap sebagai sebuah organisasi teroris oleh banyak negara, mengambil alih wilayah pesisir.Karenanya, Gaza dan ditempatkan di bawah blokade militer Israel yang dimana membatasi pasokan makanan, air, dan juga  energi untuk 1,8 juta penduduknya.

Itulah beberapa fakta berbeda tentang konflik Israel dan juga Palestina. Dimana konflik-konflik tersebut yang memang harus diselesaikan dengan perdamaian kedua belah pihak yang ada di dalamnya.