Penyebab Konflik Antar Agama di Indonesia

 

Berbagai konflik memang sering muncul dari berbagai sumber, termasuk juga agama yang ada di dalamnya. Padahal, agama ini tidak serta merta diciptakan untuk berbuat orang menjadi semena-mena terhadap orang yang lainnya. Tentunya, semuanya kembali lagi ke pada manusia nya masing-masing. Apabila tindakan manusia tersebut tadi memang baik, maka segala hal yang juga akan menyangkut kehidupannya pun juga akan ikut berimbas dan menjadi sebuah kegiatan yang baik. Seperti halnya air yang tentunya akan tetap jernih apabila tanpa dicampur dengan berbagai limbah yang beracun. Sama halnya juga dengan manusia, bila akhlak nya kemudian dirusak oleh kegiatan-kegiatan sbobet login yang buruk, makan pikirannya pun akan jatuh ke dalam sebuah lembah kebusukan.

Penyebab Konflik Antar Agama di Indonesia

Lalu, apakah manusia sendiri memang sebenarnya murni melakukan sebuah konflik hanya berdasarkan dengan agama? Sepertinya tidak. Perbedaan yang ada di agama ini seharusnya menjadi sebuah hal yang di dapat dijadikan momentum yang bagus bagi oknum-oknum yang ingin mencari sebuah jalan pintas untuk dapat memecah masyarakat. Membunuh atas nama agama yang dianut, melakukan pelecehan atas nama agama, melakukan sebuah penghakiman atas nama agama.

Padahal, di dunia ini tidak ada satu agamapun agama yang mengajarkan hal itu semua. Segala kehancuran yang mereka sebabkan tersebut bahkan tidak mengajarkannya. Kita pasti tahu, bahwa seluruh agama pasti akan selalu menyerukan sebuah perdamaian. Lalu apa saja yang sebenarnya menjadi penyebab munculnya sebuah konflik antar agama di masyarakat? Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya konflik antar agama, khususnya di Indonesia.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Hidup Harmonis

Nah, pastinya di pikiran kita semua membayangkan bukan hanya dalam kehidupan harmonis itu akan sangat indah sekali untuk ditinggali. Untuk itu menciptakan keharmonisan dalam berkehidupan yang ada antarsesama menjadi sebuah hal yang sangat diperlukan. Juga dengan rasa memaklumi, tenggang rasa dan juga menghormati menjadi sebuah rasa yang harus dimiliki oleh setiap orang.

Kadang kita lupa, bahwa kita sebenarnya telah merusak sebuah keharmonisan itu sendiri. Kita tuduh teman kita sendiri sembarangan, kita melakukan sebuah tindakan perusakan entah itu fisikal maupun merusak sosiologis. Semua memang seringkali kita lakukan tanpa kita sadaro, namun imbasnya tentu akan tetap berujung pada sebuah kehancuran dan juga harmonisasi. Sehingga jurang perpecahan akan semakin luas. Disitulah konflik merajalela dan dilakukan oleh siapa saja orang yang ada di dunia. Kita memaksakan kehendak untuk kepentingan pribadi namun juga menyingkirkan sebuah kebutuhan antar golongan yang mendasar begitu saja.

Rasa kurang simpati inilah yang kemudian akan membuat seseorang pada akhirnya menjadi manusia yang mementingkan kebutuhan individu. Selama kita aman dengan apapun yang telah kita pegang, orang yang nantinya terluka di depan mata pun tampaknya akan dibiarkan begitu saja. Sayangnya inilah yang sering kali dilakukan oleh masyarakat mayoritas dengan masyarakat minoritas agama tertentu. Biasanya jumlah suara yang begitu banyak akan dapat menghancurkan individu begitu saja terutama yang hanya minoritas. Tentunya hal tersebut tidak dibenarkan, namun hal tersebut sering terjadi.

Sengketa Lahan Untuk Tempat Ibadah

Tanah di Indonesia ini bisa digunakan untuk membangun segala unit bangunan, untuk segala kebutuhan dasar manusia. Bisa saja digunakan untuk membangun bangunan publik seperti mall atau swalayan. Bangunan publik yang umumnya dibangun adalah tempat ibadah dan rumah Tuhan. Walaupun progress untuk membangun sebuah bangunan sudah jelas, namun ada saja pihak yang menyelewengkan. Contohnya saja, pernah terjadi perebutan tanah entah oleh pihak mana, dan ujung-ujungnya ternyata tanah yang diperebutkan akan di bangun sebuah tempat ibadah. Hal ini tentunya tidak ada hubunganya dengan agama yang sebenarnya.

Penyebab Konflik Maluku

Yang jelas bersalah disini adalah pihak manusia, yang sangat senang memperebutkan sebuah tempat. Tapi, ada saja yang menyangkut pautkan hal tersebut dengan agama dengan cara mengutip beberapa ayat yang bisa saja mengandung makna yang berbeda. Sebenarnya perlukah hal ini dilakukan ? Tentunya tidak, menyangkutkan hal yang tidak ada kaitannya sebenarnya adalah sebuah tindakan yang cukup tercela. Hal tersebut tentunya juga sama dengan cara memfitnah.

Penyalah Artian Ayat Dalam Kitab Suci

Seperti yang kita tahu, Kitab Suci agama dibuat oleh tuhan. Dan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Sebagai manusia kita juga dibekali sebuah kemampuan untuk melihat, mengamati dan berpikir tentang segala hal yang dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Satu hal yang memiliki banyak arti, sebuah kalimat bisa diartikan berbeda antara manusia dengan manusia lainnya. Tentang pemahaman kitab suci inilah, terkadang ada dari kita yang salah mengartikannya. Banyak manusia yang juga terlalu cepat menyimpulkan tanpa melakukan ulasan lebih lanjut mengenai satu ayat.

Anehnya lagi, beberapa orang merasa dialah yang paling benar untuk mengartikannya. Kemudian menjalankan segala sesuatu sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Nah, apabila kita masih belum mengetahui betul akan sesuatu, maka lebih baik anda mengkajinya terlebih dahulu. Apa yang memang benar-benar terkandung di dalamnya agar dapat bisa lebih mengerti. Jangan hanya melibatkannya dari pemahaman kita saja, bisa saja memang kita sudah tidak paham dan salah mengartikan. Lalu apa bila kita melakukan suatu tindakan tertentu berdasarkan apa yang benar-benar sesuai dengan ayat tersebut. Tapi kita hanya melakukannya berdasarkan dengan asumsi belaka. Jangan sampai kita melukai seseorang hanya karena salah mengartikan tuntunan hidup yang terdapat di dalam Kitab Suci.

Pemikiran Radikal

Pada suatu agama yang damai, ada sebuah kelompok yang memaksakan kehendaknya dan kemudian berujung pada sebuah sikap merendahkan agama lain. Inilah sebuah kelompok yang dinamakan radikal. Kelompok ini selalu menjalankan segala cara agar pihak lainnya bisa setuju dengan apa yang ingin dicapai. Mereka juga memaksa kan kehendaknya sejenak hati tanpa memikirkan imbas dari yang mereka berbuat kepada orang lain.

Anehnya, ada yang malah setuju dengan pemikiran primitif seperti ini dan kemudian ikut bergabung dengan kelompok tersebut. Bahkan beberapa tidak ragu-ragu, untuk menjatuhkan siapapun yang menghalangi jalannya. Hal ini tentunya juga cukup disayangkan, terutama membayangkan tentang imbasnya yang akan mempengaruhi hubungan di antar sesama agama, ras, ataupun juga yang ada di sesama suku di suatu negara. Mereka yang dianggap “menyimpang” juga akan ketakutan, sementara itu badan yang berwenang berusaha untuk menutup mata.

Demikian itulah beberapa faktor yang dapat menyebabkan konflik agama di Indonesia. Banyak faktor yang bisa menjadi pencetus terjadinya konflik antar agama. Kita semua tahu bahwa semua agama pastinya mengajarkan kebaikan kepada setiap pengikutnya. Tidak ada manusia yang di bumi ini yang sempurna, namun ada baiknya jika kita belajar untuk dapat berusaha menjadi orang yang baik. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain yang hidup bersamanya kita di bumi ini.