Penyebab Konflik Ambon Tahun 1999 Dampaknya

 

Sebagai sebuah negara kepulauan Indonesia sendiri terdiri dari beberapa pulau utama yang besar serta beberapa pulau kecil lainnya, sudah tentu Indonesia mempunyai keragaman suku bangsa yang sangat luar biasa. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa dengan lebih 200 bahasa daerah yang tersebar di berbagai pulau.

Keragaman tersebut tidak hanya dari segi etnis saja, Tapi juga dari kebudayaan ataupun juga suku dan bahasa daerah beserta dengan logat serta dialeknya. Juga tentunya terdiri dari berbagai agama yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tentang latar belakang seseorang di Indonesia, tentunya tidak hanya dapat dilihat dari bahasa daerah dan juga dari logat yang biasa digunakan saja, namun juga dapat dilihat dari pilihan agamanya.

Penyebab Konflik Ambon Tahun 1999 Dampaknya

Indonesia memiliki enam agama resmi yang telah diakui negara, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan juga Konghucu dengan persentase pemeluk agama Islam terbesar. Keragaman ini tentunya juga akan menghasilkan berbagai perbedaan pandangan dan juga tentang cara hidup dari rakyat Indonesia itu sendiri. Untuk menyatukan berbagai perbedaan tersebut, Indonesia sendiri sudah sejak kemerdekaannya memiliki sebuah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermaksud untuk memberi sebuah semangat bersatu dalam sebuah keragaman dan bernegara, agar nantinya dapat hidup berdampingan dalam sebuah perbedaan dengan damai.

Penyebab Perang Ambon

Walaupun dengan semboyan yang dimilikinya tersebut, negara kita ini tetap rentan untuk mengalami berbagai macam konflik karena banyak rakyat yang memiliki berbagai cara pandang dan juga berbagai latar belakang yang juga berbeda. Seringnya muncul kesalahpahaman yang ada antar warga dengan cepat bisa berkembang menjadi sebuah pertikaian yang melibatkan beberapa unsur SARA (Suku, Ras dan juga Agama) walaupun pada awalnya sama sekali tidak berhubungan dengan unsur SARA apapun.

Salah satunya yaitu beberapa konflik berkepanjangan yang telah terjadi di dalam sejarah perang di Ambon, yang dikenang sebagai salah satu konflik berdarah yang dapat menewaskan hampir 5000 nyawa manusia (bahkan ada yang menyatakan jika ternyata menewaskan 9000 orang). Konflik yang berlangsung sejak tahun 1999 – 2002, dan membuat sepertiga penduduk Maluku dan juga Maluku Utara pada akhirnya mengungsi. Padahal Maluku memiliki sejarah yang cukup panjang dan juga memiliki banyak peninggalan sejarah kerajaan tidore yang juga menjadi bagian dari sejarah berdirinya gereja katolik yang ada di sana. Penyebab perang Ambon yang terjadi di tahun 1999 pada dasarnya disebabkan karena beberapa konflik, di antaranya.

1. Konflik Antar Pemuda

Asal muasal penyebab terjadinya perang Ambon pada tahun 1999 bermula ketika terjadi sebuah pertikaian antara salah satu pemuda keturunan Bugis yang beragama Islam dengan pemuda yang berasal dari Mardika yang beragama kristen.

Pemuda asal Mardika yang berprofesi sebagai seorang supir angkot tersebut tidak mau memberi walaupun dirinya pada saat itu sudah berkali – kali dimintai uang oleh pemuda Bugis yang merupakan seorang preman terminal Batu Merah. Akhirnya keduanya terlibat dalam sebuah perkelahian melibatkan senjata tajam yang pada saat itu dibawa oleh pemuda asal Mardika.

2. Peperangan Antar Desa

Pemuda preman beragama Islam tersebut mengatakan kepada warga bahwa ia akan dibunuh oleh orang Kristen. Warga pun pada akhirnya tersulut tanpa berpikir panjang kemudian menyerang desa Mardika sambil membawa parang, tombak, dan berbagai jenis senjata tajam lainnya.

Warga bahkan membakar juga membakar ratusan rumah dan membuat sebuah Gereja Silale ikut terbakar, yang membuat warga-warga di kampung sekitar desa Merdika juga ikut menyerang warga muslim. Akibatnya ratusan dalam isi den tersebut terluka, ratusan rumah hancur berantakan, terbakar habis, dan juga berbagai fasilitas umum serta gereja rusak. Kerusuhan tersebut kemudian merambat dan juga meluas ke beberapa daerah sampai dengan merusak kota Ambon, sehingga area Muslim dan juga area Kristen mengalami sebuah perpecahan yang cukup parah.

3. Peristiwa Pemilihan Umum

Pada bulan Juli 1999 suasana yang ada di kota Ambon sudah lumayan tenang sampai pada akhirnya terjadi sebuah ketegangan karena pemilu yang dilakukan di daerah Poka merambat ke daerah lain serta ke beberapa kawasan lainnya yang ada di Ambon. Dengan kondisi tersebut, rakyat pada akhirnya menjadi semakin was was dan pada kemudian beberapa ikut mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Kondisi tersebut menyebabkan hanya tersisa satu desa saja yang masyarakatnya masih tetap hidup berbaur, yaitu desa Wayame.

4. Kerusuhan

Penyebab dari perang Ambon juga bisa dilihat dari berbagai macam kondisi rakyat setelah kunjungan Presiden dan juga kunjungan Wakil Presiden ke Ambon. Di berbagai wilayah, kerusuhan kemudian memuncak dan memanas hingga banyak rakyat yang pada akhirnya luka-luka dan tewas.

Kerugian yang dialami oleh masyarakat pada saat itu yaitu banyaknya korban jiwa, luka-luka dan kerugian yang tidak sedikit pada peristiwa di awal bulan Januari tahun 2000 tersebut. Ketahui juga mengenai penyebab perang antar suku yang ada di Papua, sejarah perang balkan, sejarah perang suriah serta sejarah perang bosnia dan juga perang serbia.

5. Gerakan Jihad

Upaya untuk mengadakan sebuah rekonsiliasi atau perdamaian diadakan di berbagai tempat dan juga selama sesaat kondisi kota Ambon mulai mereda. Namun kemudian timbul adanya isu mengenai beberapa gerakan Jihad yang berpusat di kota Yogya, Jakarta dan Bogor sehingga masyarakat Ambon terutama saat itu masyarakat non muslim kemudian merasa resah lagi.

Isu tentang ancaman Jihad juga semakin memanas dan munculnya berbagai macam penolakan akan gerakan Jihad termasuk juga dari masyarakat Muslim di Ambon. Puncaknya dalam sebuah acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden dan juga dihadiri oleh kelompok Milisia Batu Merah muslim serta kelompok Kudamati dari Kristen, kemudian menyebabkan sebuah kerusuhan kembali merebak lagi dan kemudian berlangsung berkepanjangan.

6. Kebangkitan RMS

Penyebab dari perang Ambon yang terjadi pada tahun 1999 yang terus berkelanjutan membuat pemerintah nantinya tidak lagi sanggup menangani masalah tersebut. Pada saat ini muncul sebuah Front Kedaulatan Maluku yang merupakan sebuah warisan dari organisasi Republik Maluku Selatan atau yang dikenal dengan (RMS) sehingga semakin memperkeruh suasana yang ada di Ambon pada saat itu. RMS merupakan sebuah organisasi terlarang yang dibentuk pada 1950 oleh kaum separatis. Sejak saat itu keadaan yang ada di Ambon semakin memanas dan kemudian menjadi semakin terlihat perpecahan antar umat beragama.

Demikian itulah beberapa penyebab konflik di Ambon pada tahun 1999. Konflik di Ambon yang berlangsung cukup lama tersebut membuat ketegangan dari masyarakat muslim dan kristen yang ada di sana. Walaupun konflik ini sekarang sudah reda, namun gesekan antara agama seringkali tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu kita sebagai sesama manusia harusnya bisa saling menghargai perbedaan yang ada.