Penyebab Konflik Ambon Tahun 1999 Dampaknya

 

Sebagai sebuah negara kepulauan Indonesia sendiri terdiri dari beberapa pulau utama yang besar serta beberapa pulau kecil lainnya, sudah tentu Indonesia mempunyai keragaman suku bangsa yang sangat luar biasa. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa dengan lebih 200 bahasa daerah yang tersebar di berbagai pulau.

Keragaman tersebut tidak hanya dari segi etnis saja, Tapi juga dari kebudayaan ataupun juga suku dan bahasa daerah beserta dengan logat serta dialeknya. Juga tentunya terdiri dari berbagai agama yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tentang latar belakang seseorang di Indonesia, tentunya tidak hanya dapat dilihat dari bahasa daerah dan juga dari logat yang biasa digunakan saja, namun juga dapat dilihat dari pilihan agamanya.

Penyebab Konflik Ambon Tahun 1999 Dampaknya

Indonesia memiliki enam agama resmi yang telah diakui negara, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan juga Konghucu dengan persentase pemeluk agama Islam terbesar. Keragaman ini tentunya juga akan menghasilkan berbagai perbedaan pandangan dan juga tentang cara hidup dari rakyat Indonesia itu sendiri. Untuk menyatukan berbagai perbedaan tersebut, Indonesia sendiri sudah sejak kemerdekaannya memiliki sebuah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermaksud untuk memberi sebuah semangat bersatu dalam sebuah keragaman dan bernegara, agar nantinya dapat hidup berdampingan dalam sebuah perbedaan dengan damai.

Penyebab Perang Ambon

Walaupun dengan semboyan yang dimilikinya tersebut, negara kita ini tetap rentan untuk mengalami berbagai macam konflik karena banyak rakyat yang memiliki berbagai cara pandang dan juga berbagai latar belakang yang juga berbeda. Seringnya muncul kesalahpahaman yang ada antar warga dengan cepat bisa berkembang menjadi sebuah pertikaian yang melibatkan beberapa unsur SARA (Suku, Ras dan juga Agama) walaupun pada awalnya sama sekali tidak berhubungan dengan unsur SARA apapun.

Salah satunya yaitu beberapa konflik berkepanjangan yang telah terjadi di dalam sejarah perang di Ambon, yang dikenang sebagai salah satu konflik berdarah yang dapat menewaskan hampir 5000 nyawa manusia (bahkan ada yang menyatakan jika ternyata menewaskan 9000 orang). Konflik yang berlangsung sejak tahun 1999 – 2002, dan membuat sepertiga penduduk Maluku dan juga Maluku Utara pada akhirnya mengungsi. Padahal Maluku memiliki sejarah yang cukup panjang dan juga memiliki banyak peninggalan sejarah kerajaan tidore yang juga menjadi bagian dari sejarah berdirinya gereja katolik yang ada di sana. Penyebab perang Ambon yang terjadi di tahun 1999 pada dasarnya disebabkan karena beberapa konflik, di antaranya.

1. Konflik Antar Pemuda

Asal muasal penyebab terjadinya perang Ambon pada tahun 1999 bermula ketika terjadi sebuah pertikaian antara salah satu pemuda keturunan Bugis yang beragama Islam dengan pemuda yang berasal dari Mardika yang beragama kristen.

Pemuda asal Mardika yang berprofesi sebagai seorang supir angkot tersebut tidak mau memberi walaupun dirinya pada saat itu sudah berkali – kali dimintai uang oleh pemuda Bugis yang merupakan seorang preman terminal Batu Merah. Akhirnya keduanya terlibat dalam sebuah perkelahian melibatkan senjata tajam yang pada saat itu dibawa oleh pemuda asal Mardika.

2. Peperangan Antar Desa

Pemuda preman beragama Islam tersebut mengatakan kepada warga bahwa ia akan dibunuh oleh orang Kristen. Warga pun pada akhirnya tersulut tanpa berpikir panjang kemudian menyerang desa Mardika sambil membawa parang, tombak, dan berbagai jenis senjata tajam lainnya.

Warga bahkan membakar juga membakar ratusan rumah dan membuat sebuah Gereja Silale ikut terbakar, yang membuat warga-warga di kampung sekitar desa Merdika juga ikut menyerang warga muslim. Akibatnya ratusan dalam isi den tersebut terluka, ratusan rumah hancur berantakan, terbakar habis, dan juga berbagai fasilitas umum serta gereja rusak. Kerusuhan tersebut kemudian merambat dan juga meluas ke beberapa daerah sampai dengan merusak kota Ambon, sehingga area Muslim dan juga area Kristen mengalami sebuah perpecahan yang cukup parah.

3. Peristiwa Pemilihan Umum

Pada bulan Juli 1999 suasana yang ada di kota Ambon sudah lumayan tenang sampai pada akhirnya terjadi sebuah ketegangan karena pemilu yang dilakukan di daerah Poka merambat ke daerah lain serta ke beberapa kawasan lainnya yang ada di Ambon. Dengan kondisi tersebut, rakyat pada akhirnya menjadi semakin was was dan pada kemudian beberapa ikut mempersenjatai diri dengan senjata tajam. Kondisi tersebut menyebabkan hanya tersisa satu desa saja yang masyarakatnya masih tetap hidup berbaur, yaitu desa Wayame.

4. Kerusuhan

Penyebab dari perang Ambon juga bisa dilihat dari berbagai macam kondisi rakyat setelah kunjungan Presiden dan juga kunjungan Wakil Presiden ke Ambon. Di berbagai wilayah, kerusuhan kemudian memuncak dan memanas hingga banyak rakyat yang pada akhirnya luka-luka dan tewas.

Kerugian yang dialami oleh masyarakat pada saat itu yaitu banyaknya korban jiwa, luka-luka dan kerugian yang tidak sedikit pada peristiwa di awal bulan Januari tahun 2000 tersebut. Ketahui juga mengenai penyebab perang antar suku yang ada di Papua, sejarah perang balkan, sejarah perang suriah serta sejarah perang bosnia dan juga perang serbia.

5. Gerakan Jihad

Upaya untuk mengadakan sebuah rekonsiliasi atau perdamaian diadakan di berbagai tempat dan juga selama sesaat kondisi kota Ambon mulai mereda. Namun kemudian timbul adanya isu mengenai beberapa gerakan Jihad yang berpusat di kota Yogya, Jakarta dan Bogor sehingga masyarakat Ambon terutama saat itu masyarakat non muslim kemudian merasa resah lagi.

Isu tentang ancaman Jihad juga semakin memanas dan munculnya berbagai macam penolakan akan gerakan Jihad termasuk juga dari masyarakat Muslim di Ambon. Puncaknya dalam sebuah acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden dan juga dihadiri oleh kelompok Milisia Batu Merah muslim serta kelompok Kudamati dari Kristen, kemudian menyebabkan sebuah kerusuhan kembali merebak lagi dan kemudian berlangsung berkepanjangan.

6. Kebangkitan RMS

Penyebab dari perang Ambon yang terjadi pada tahun 1999 yang terus berkelanjutan membuat pemerintah nantinya tidak lagi sanggup menangani masalah tersebut. Pada saat ini muncul sebuah Front Kedaulatan Maluku yang merupakan sebuah warisan dari organisasi Republik Maluku Selatan atau yang dikenal dengan (RMS) sehingga semakin memperkeruh suasana yang ada di Ambon pada saat itu. RMS merupakan sebuah organisasi terlarang yang dibentuk pada 1950 oleh kaum separatis. Sejak saat itu keadaan yang ada di Ambon semakin memanas dan kemudian menjadi semakin terlihat perpecahan antar umat beragama.

Demikian itulah beberapa penyebab konflik di Ambon pada tahun 1999. Konflik di Ambon yang berlangsung cukup lama tersebut membuat ketegangan dari masyarakat muslim dan kristen yang ada di sana. Walaupun konflik ini sekarang sudah reda, namun gesekan antara agama seringkali tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu kita sebagai sesama manusia harusnya bisa saling menghargai perbedaan yang ada.

Penyelesaian Konflik Perang Sampit Dayak & Madura

Di Indonesia, tepatnya berada di wilayah Pulau Kalimantan, ternyata pernah terjadi sebuah konflik antar etnis (dayak vs madura), yang kemudian berujung pada peristiwa pembantaian. Peristiwa ini adalah sebuah peristiwa yang sangat mengerikan, karena berujung kepada pembantaian sepihak dan juga sebuah perlakuan keji terhadap korban setelah dibunuh. Peristiwa yang dimaksud adalah Perang Sampit atau yang disebut juga dengan Konflik Sampit dan juga Sampit Berdarah.

Penyelesaian Konflik Perang Sampit Dayak & Madura

Perang Sampit sendiri merupakan sebuah peristiwa yang terjadi Indonesia. Konflik ini sendiri terjadi antara etnis yang ada di Indonesia dan kemudian berakhir dengan sebuah kerusuhan. kejadian yang bermula di Kota Sampit, Kalimantan Tengah tersebut terjadi pada bulan Februari 2001 dan kemudian terus berlangsung sampai dengan beberapa tahun. Walaupun berawal di Kota Sampit tetapi kerusuhan tersebut terus merebak ke seluruh penjuru Kalimantan Tengah.

Bahkan ibukota Kalimantan sendiri, yaitu Palangkaraya juga terkena dampak dari kerusuhan ini. Suku yang terlibat yaitu adalah suku Dayak asli dan sekelompok warga yang pindah dari Madura. Dimulai dengan 2 warga Madura yang pada saat itu diserang oleh orang-orang yang yang berasal dari dari suku Dayak, yaitu pada 18 Februari 2001. Dari kerusuhan tersebut terdapat korban sebanyak 500 orang meninggal dan juga lebih dari 100.000 warga Madura yang tinggal di sana kehilangan tempat tinggal mereka.

LATAR BELAKANG KONFLIK

Kota Sampit sendiri berada kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu penyebab kerusuhan antara orang-orang yang berasal dari suku Dayak dan juga orang-orang yang berasal dari Madura. konflik tersebut sebenarnya terjadi sudah sejak akhir tahun 2000. Awal mula dimulai dengan bentrok antara etnis Dayak dan Madura di Desa Kereng Pangi, tentunya hal tersebut membuat hubungan dari kedua kubu saat itu sempat menegang.

Makin tegang lagi setelah adanya sebuah perkelahian yang dilakukan di desa Pertambangan emas di Ampalit, pada saat itu mereka berkelahi saat sedang berada di sebuah tempat hiburan. Dari pertarungan tersebut, seorang warga yang berasal dari suku Dayak tewas akibat luka bacokan. Orang tersebut bernama Sandong, dan kematiannya pada saat itu sudah ditangani oleh pihak polisi, akan tetapi keluarga dan teman-temannya tidak bisa meredam amarah dari kematiannya.

Akhirnya setelah 2 hari dari hari kematian tersebut, warga Dayak kemudian berkumpul sebanyak 300 orang dan mendatangi tempat tewasnya Sandong untuk mencari pelaku pembacokan Sandong hingga meninggal. Namun dari kedatangan para warga dayak tersebut, mereka tidak bisa menemukan pelaku yang telah melakukan hal keji kepada Sandong. Jadi akhirnya mereka kemudian melepaskan amarahnya dengan cara merusak banyak rumah, mobil, motor, dan juga beberapa tempat karaoke yang ada di sana yang semuanya merupakan milik dari warga Madura. Kekerasan yang dilakukan oleh mereka akhirnya membuat warga Madura yang ada di sana mengungsi.

Mereka menduga bahwa orang yang sudah membunuh Sandong tersebut sedang bersembunyi di Sampit dan pada akhirnya mereka pun mendatangi kota tersebut untuk melakukan sebuah pencarian. Semuanya makin bertambah runyam ketika ada berita bahwa orang Madura di Sampit menyimpan sebuah bom rakitan yang sebenarnya tidak diketahui apakah berita tersebut benar atau kah tidak.

Setelah banyaknya orang Madura yang merasa terusir dari tempat asalnya di Kalimantan. Orang-orang Madura tersebut pun semakin bersifat defensif sampai-sampai mereka merasa untuk mempersenjatai diri jika nantinya terjadi sebuah penyerangan. Karena mereka merasa tidak diperlakukan secara adil oleh pihak kepolisian. Hal tersebut pula yang pada akhirnya menyebabkan banyak warga Dayak yang kemudian menyerang rumah warga Madura atas motif balas dendam mereka.

Serangan yang mereka sebut sebagai sebuah ide balas dendam tersebut berhasil menewaskan 4 penghuni rumah yang mereka serang. Pada akhirnya hal tersebut kemudian memancing amarah warga Madura dan kemudian membuat mereka datang ke sebuah rumah warga Dayak karena dianggap telah menyembunyikan salah satu pelaku penyerangan tersebut.

Orang Dayak tersebut kemudian didatangi rumahnya dan kemudian berakhir dengan ditangkapnya beberapa warga daya tersebut. Namun walaupun sudah diamankan, warga Madura pada saat itu tetap saja masih marah dengan hal tersebut lalu kemudian berujung pada sebuah pembakaran rumah. Bahkan saudara dari orang yang menyembunyikan pelaku pun juga ikut diserang dan kemudian tewas.

Setelah penyerangan yang dilakukan oleh warga Madura kepada suku Dayak, orang Madura pun saat itu masih bisa berkeliling di sana dan kemudian mengecek apakah masih ada orang Dayak yang tinggal di daerah sana. Namun kejayaan orang-orang Madura ternyata tidak bisa bertahan lama, karena situasi kemudian menjadi terbalik saat orang Dayak yang datang dalam jumlah yang sangat besar dan datang ke sana pada tanggal 20 Februari. Konflik yang terjadi pun secara terbuka dan tidak bisa dihindari lagi.

Senjata tradisional hingga berbagai bom rakitan yang ada disana digunakan untuk saling melawan suku yang bukan menjadi bagian dari mereka. Korban meninggal pada saat itu berhasil mencapai 500 orang dan itu hanyalah orang Madura saja. Bagian dari suku Madura yang lainnya yang selamat terpaksa harus mengungsi keluar dari daerah Sampit agar mereka dapat tetap selamat. Tidak hanya dari kota Sampit saja yang menjadi tempat kerusuhan, kerusuhan tersebut terjadi sampai ke ibu kota provinsi Palangkaraya.

Perang Sampit ini kemudian terjadi karena ada kaitannya dengan ekonomi lokal mereka. Penyebab utamanya yaitu pada saat perkelahian di tambang emas antara warga suku dayak dan Madura. Hutan di Kalimantan Tengah pada saat itu memang sangat terkenal sebagai sebuah wilayah perbatasan yang tidak mengenal hukum dan terjadi banyak bentrokan antar suku. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi beberapa kericuhan di daerah tambang tersebut, yaitu antara pekerja Melayu dengan para penjual kayu yang berasal dari Madura dan yang terakhir adalah antara orang Dayak dan juga Madura. Konflik-konflik tersebut semakin lama menjadi semakin besar karena adanya berita bohong yang tersebar di mana-mana.

PEMENGGALAN KEPALA

Perburuan kepala pun pada akhirnya dimulai, dimana hal tersebut sebuah kegiatan yang digunakan untuk mengambil kepala dari seseorang yang telah dibunuh. Hal ini juga pernah dilakukan pada saat perang dunia ke-2 dan juga pada saat perang Vietnam. Sebenarnya suku Dayak adalah suku yang sudah melakukan perburuan ritual pemenggalan kepala sejak dulu. Sehingga dalam kerusuhan tersebut terdapat berita bahwa banyak warga Madura yang dihabisi dengan cara dipenggal kepalanya.

Dari 500 korban warga Madura yang telah meninggal setidaknya ada sekitar 100 orang yang berhasil dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Sejarah suku Dayak ini memang sudah sangat terkenal namun di anggap sudah hilang sejak abad ke 20. Ukuran pembantaian yang sangat besar dalam peristiwa ini membuat pihak militer maupun polisi merasa cukup kesulitan untuk mengamankan situasi yang ada di Kalimantan Tengah saat itu.

Demikian itulah beberapa fakta tentang terjadinya konflik etnis perang Suku Madura dan Suku Dayak. Tragedi sampit atau perang sampit tersebut adalah sebuah tragedi kelam di Indonesia, dan merupakan perang antar etnis yang cukup besar di Indonesia.

Penyebab Konflik Antar Agama di Indonesia

 

Berbagai konflik memang sering muncul dari berbagai sumber, termasuk juga agama yang ada di dalamnya. Padahal, agama ini tidak serta merta diciptakan untuk berbuat orang menjadi semena-mena terhadap orang yang lainnya. Tentunya, semuanya kembali lagi ke pada manusia nya masing-masing. Apabila tindakan manusia tersebut tadi memang baik, maka segala hal yang juga akan menyangkut kehidupannya pun juga akan ikut berimbas dan menjadi sebuah kegiatan yang baik. Seperti halnya air yang tentunya akan tetap jernih apabila tanpa dicampur dengan berbagai limbah yang beracun. Sama halnya juga dengan manusia, bila akhlak nya kemudian dirusak oleh kegiatan-kegiatan sbobet login yang buruk, makan pikirannya pun akan jatuh ke dalam sebuah lembah kebusukan.

Penyebab Konflik Antar Agama di Indonesia

Lalu, apakah manusia sendiri memang sebenarnya murni melakukan sebuah konflik hanya berdasarkan dengan agama? Sepertinya tidak. Perbedaan yang ada di agama ini seharusnya menjadi sebuah hal yang di dapat dijadikan momentum yang bagus bagi oknum-oknum yang ingin mencari sebuah jalan pintas untuk dapat memecah masyarakat. Membunuh atas nama agama yang dianut, melakukan pelecehan atas nama agama, melakukan sebuah penghakiman atas nama agama.

Padahal, di dunia ini tidak ada satu agamapun agama yang mengajarkan hal itu semua. Segala kehancuran yang mereka sebabkan tersebut bahkan tidak mengajarkannya. Kita pasti tahu, bahwa seluruh agama pasti akan selalu menyerukan sebuah perdamaian. Lalu apa saja yang sebenarnya menjadi penyebab munculnya sebuah konflik antar agama di masyarakat? Berikut ini adalah beberapa penyebab munculnya konflik antar agama, khususnya di Indonesia.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Hidup Harmonis

Nah, pastinya di pikiran kita semua membayangkan bukan hanya dalam kehidupan harmonis itu akan sangat indah sekali untuk ditinggali. Untuk itu menciptakan keharmonisan dalam berkehidupan yang ada antarsesama menjadi sebuah hal yang sangat diperlukan. Juga dengan rasa memaklumi, tenggang rasa dan juga menghormati menjadi sebuah rasa yang harus dimiliki oleh setiap orang.

Kadang kita lupa, bahwa kita sebenarnya telah merusak sebuah keharmonisan itu sendiri. Kita tuduh teman kita sendiri sembarangan, kita melakukan sebuah tindakan perusakan entah itu fisikal maupun merusak sosiologis. Semua memang seringkali kita lakukan tanpa kita sadaro, namun imbasnya tentu akan tetap berujung pada sebuah kehancuran dan juga harmonisasi. Sehingga jurang perpecahan akan semakin luas. Disitulah konflik merajalela dan dilakukan oleh siapa saja orang yang ada di dunia. Kita memaksakan kehendak untuk kepentingan pribadi namun juga menyingkirkan sebuah kebutuhan antar golongan yang mendasar begitu saja.

Rasa kurang simpati inilah yang kemudian akan membuat seseorang pada akhirnya menjadi manusia yang mementingkan kebutuhan individu. Selama kita aman dengan apapun yang telah kita pegang, orang yang nantinya terluka di depan mata pun tampaknya akan dibiarkan begitu saja. Sayangnya inilah yang sering kali dilakukan oleh masyarakat mayoritas dengan masyarakat minoritas agama tertentu. Biasanya jumlah suara yang begitu banyak akan dapat menghancurkan individu begitu saja terutama yang hanya minoritas. Tentunya hal tersebut tidak dibenarkan, namun hal tersebut sering terjadi.

Sengketa Lahan Untuk Tempat Ibadah

Tanah di Indonesia ini bisa digunakan untuk membangun segala unit bangunan, untuk segala kebutuhan dasar manusia. Bisa saja digunakan untuk membangun bangunan publik seperti mall atau swalayan. Bangunan publik yang umumnya dibangun adalah tempat ibadah dan rumah Tuhan. Walaupun progress untuk membangun sebuah bangunan sudah jelas, namun ada saja pihak yang menyelewengkan. Contohnya saja, pernah terjadi perebutan tanah entah oleh pihak mana, dan ujung-ujungnya ternyata tanah yang diperebutkan akan di bangun sebuah tempat ibadah. Hal ini tentunya tidak ada hubunganya dengan agama yang sebenarnya.

Penyebab Konflik Maluku

Yang jelas bersalah disini adalah pihak manusia, yang sangat senang memperebutkan sebuah tempat. Tapi, ada saja yang menyangkut pautkan hal tersebut dengan agama dengan cara mengutip beberapa ayat yang bisa saja mengandung makna yang berbeda. Sebenarnya perlukah hal ini dilakukan ? Tentunya tidak, menyangkutkan hal yang tidak ada kaitannya sebenarnya adalah sebuah tindakan yang cukup tercela. Hal tersebut tentunya juga sama dengan cara memfitnah.

Penyalah Artian Ayat Dalam Kitab Suci

Seperti yang kita tahu, Kitab Suci agama dibuat oleh tuhan. Dan tidak ada campur tangan manusia di dalamnya. Sebagai manusia kita juga dibekali sebuah kemampuan untuk melihat, mengamati dan berpikir tentang segala hal yang dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Satu hal yang memiliki banyak arti, sebuah kalimat bisa diartikan berbeda antara manusia dengan manusia lainnya. Tentang pemahaman kitab suci inilah, terkadang ada dari kita yang salah mengartikannya. Banyak manusia yang juga terlalu cepat menyimpulkan tanpa melakukan ulasan lebih lanjut mengenai satu ayat.

Anehnya lagi, beberapa orang merasa dialah yang paling benar untuk mengartikannya. Kemudian menjalankan segala sesuatu sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Nah, apabila kita masih belum mengetahui betul akan sesuatu, maka lebih baik anda mengkajinya terlebih dahulu. Apa yang memang benar-benar terkandung di dalamnya agar dapat bisa lebih mengerti. Jangan hanya melibatkannya dari pemahaman kita saja, bisa saja memang kita sudah tidak paham dan salah mengartikan. Lalu apa bila kita melakukan suatu tindakan tertentu berdasarkan apa yang benar-benar sesuai dengan ayat tersebut. Tapi kita hanya melakukannya berdasarkan dengan asumsi belaka. Jangan sampai kita melukai seseorang hanya karena salah mengartikan tuntunan hidup yang terdapat di dalam Kitab Suci.

Pemikiran Radikal

Pada suatu agama yang damai, ada sebuah kelompok yang memaksakan kehendaknya dan kemudian berujung pada sebuah sikap merendahkan agama lain. Inilah sebuah kelompok yang dinamakan radikal. Kelompok ini selalu menjalankan segala cara agar pihak lainnya bisa setuju dengan apa yang ingin dicapai. Mereka juga memaksa kan kehendaknya sejenak hati tanpa memikirkan imbas dari yang mereka berbuat kepada orang lain.

Anehnya, ada yang malah setuju dengan pemikiran primitif seperti ini dan kemudian ikut bergabung dengan kelompok tersebut. Bahkan beberapa tidak ragu-ragu, untuk menjatuhkan siapapun yang menghalangi jalannya. Hal ini tentunya juga cukup disayangkan, terutama membayangkan tentang imbasnya yang akan mempengaruhi hubungan di antar sesama agama, ras, ataupun juga yang ada di sesama suku di suatu negara. Mereka yang dianggap “menyimpang” juga akan ketakutan, sementara itu badan yang berwenang berusaha untuk menutup mata.

Demikian itulah beberapa faktor yang dapat menyebabkan konflik agama di Indonesia. Banyak faktor yang bisa menjadi pencetus terjadinya konflik antar agama. Kita semua tahu bahwa semua agama pastinya mengajarkan kebaikan kepada setiap pengikutnya. Tidak ada manusia yang di bumi ini yang sempurna, namun ada baiknya jika kita belajar untuk dapat berusaha menjadi orang yang baik. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain yang hidup bersamanya kita di bumi ini.

Mengapa Etnis Uighur Berkonflik dengan China?

Chaudhry Javed Atta terakhir kali melihat sang istri yaitu sekitar lebih dari setahun lalu. Setelah itu, ia yang tidak pernah mendengar kabar lagi tentang belahan jiwanya tersebut. Menurut desas-desus yang yang beredar jika warga Uighur tersebut dimasukan ke dalam sebuah kamp pengasingan yang telah dilakukan oleh para pemerintahan China. Pria yang berasal dari Pakistan yang juga berprofesi sebagai pedagang buah itu dirinya ingat, dia meninggalkan istrinya di rumah mereka yang berada di wilayah Xinjiang.

Wilayah yang memang dipenuhi oleh etnis muslim Uighur, yang berada di wilayah China barat laut, untuk kembali ke negaranya guna memperbarui visa mereka. Kejadian pilu tersebut terjadi pada tahun 2017, Ketika Atta dan istrinya Amina Manaji, telah menikah selama kurang lebih 14 tahun. Atta adalah salah satu dari ratusan pengusaha yang berasal dari Pakistan yang pasanganya telah menghilang dibawa oleh pihak berwenang China ke tempat yang mereka sebut sebagai sebuah kamp pelatihan. Beijing juga telah dituduh menginternir banyak warga dari minoritas muslim Uighur untuk kemudian “dididik kembali”, terkait dengan keyakinan yang sedang mereka anut.

Mengapa Etnis Uighur Berkonflik dengan China?

Oleh dunia internasional, hal ini juga dilihat sebagai respons terhadap kerusuhan dan juga serangan kekerasan yang dituduhkan kepada pemerintah ke kelompok separatis di China yang berada di wilayah barat laut. Etnis Uighur dan Kazakh di China mengatakan kepada sebuah kantor berita Associated Press bahwa tindakan yang yang mereka lakukan tidak berbahaya seperti bersembahyang, melihat situs web asing atau menerima panggilan telepon dari kerabat yang berada di luar negeri, bisa membuat mereka ditangkap dan kemudian dijebloskan ke kamp pengasingan. Tapi sebenarnya, siapakah etnis Uighur itu ? Dan mengapa mereka terlibat konflik dengan pemerintah China ? Berikut ini adalah beberapa rangkuman singkat mengenai kontroversi seputar kehidupan dari etnis Uighur.

Profil Singkat Uighur

Warga Uighur adalah kelompok etnis yang merupakan minoritas yang sebagian besar beragama Islam, dan terutama mereka hidup di wilayah Xinjiang, di barat laut China. Mereka juga cenderung memiliki lebih banyak kesamaan dalam budaya dengan orang-orang yang ada di negara-negara Asia Tengah dibandingkan dengan etnis Han yang ada di China. Bahasa mereka adalah bahasa Turki dan juga memiliki kesamaan dengan bahasa Uzbek, Mongol, Kazakh, dan Kyrgyz.

Islam adalah bagian penting dan merupakan identitas mereka. Sebagian besar dari mereka mempraktekkan bentuk moderat dari islam ajaran Sunni, dan beberapa lainnya mereka meneladani aliran Sufi. Lebih dari itu, orang Uighur cenderung memiliki lebih banyak ciri fisik seperti Mediterania dibandingkan dengan karakteristik Han China.

Sensus penduduk China yang dilakukan pada tahun 2010 menempatkan jumlah penduduk Uighur, sendiri berada lebih dari 10 juta jiwa, yakni jumlahnya kurang dari 1 persen dari total populasi yang ada Negeri Tirai Bambu. Meski begitu, mereka adalah kelompok etnis terbesar yang ada di wilayah otonomi Xinjiang.

Di Mana Mereka Tinggal?

Sebagian besar dari etnis Uighur tinggal di wilayah otonomi dari Xinjiang, yang merupakan sebuah wilayah terluas di China. Xinjiang secara strategis merupakan wilayah yang sangat penting bagi China, karena berbatasan langsung dengan delapan negara, yakni negara Mongolia, Rusia, Kazakhstan,Afghanistan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Pakistan, dan negara India. Hingga saat ini, penduduk yang berada di wilayah Xinjiang didominasi oleh orang Uighur, tetapi masuknya etnis Han ke wilayah itu, semakin memicu ketegangan yang ada di antara kedua kelompok.

Xinjiang adalah tempat yang juga sangat kaya akan sumber daya alam, dan ekonominya sebagian besar juga berputar di sekitar pertanian dan juga perdagangan. Kota-kotanya pernah menjadi sebagai titik penghentian utama di sepanjang Jalan Sutra yang dahulu sangat terkenal. Apa yang sekarang dikenal sebagai Xinjiang berada dibawah kekuasan China sejak abad ke-18. Wilayah inu juga mengalami periode kemandirian yang singkat di tahun 1940an. Tetapi Beijing kembali mendapat sebuah kontrol ketika Komunis mengambil alih kekuasaan yaitu pada 1949.

Mengapa Uighur Berkonflik dengan China?

Xinjiang telah mengalami pergeseran demografi cukup besar dalam 70 tahun terakhir. Orang-orang dari etnis Uighur menjadi 75% yang mendominasi populasi yang ada di kawasan tersebut pada tahun 1945, tetapi kemudian turun sebanyak 45% pada saat ini. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh eksodus besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat etnis Han ke kota-kota yang ada di Xinjiang, di mana sebagian dari mereka tertarik oleh proyek-proyek pembangunan besar yang telah membawa banyak kemakmuran yang ada di wilayah tersebut.

Namun, orang Uighur mengeluh bahwa pekerjaan pekerjaan-pekerjaan yang terbaik biasanya selalu di berikan kepada etnis Han saja. Hal tersebut pada akhirnya, memicu sebuah kebencian antar kelompok. Populasi Han di China telah tumbuh dari 9 persen pada tahun 1945 menjadi 40 persen pada saat ini. China juga menyerahkan sejumlah besar dari pasukannya yang ditempatkan di wilayah tersebut.

Seiring juga dengan perubahan demografi, aktivis mengatakan kemampuan dari masyarakat Uighur untuk terlibat dalam kegiatan bisnis dan juga budaya telah secara bertahap dibatasi oleh pemerintah China. Mereka juga mengatakan jika pemerintah China menempatkan pembatasan keras terhadap Islam. Menuding tradisi muslim konvensional sebagai sebuah bentuk “ekstremisme”. Laporan media mengatakan bahwa di dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Xinjiang menyelenggarakan sebuah upacara umum dan penandatanganan, di mana etnis minoritas akan mengucapkan janji setia kepada Partai Komunis yang ada di China.

Kapan Ketegangan Terjadi antara Uighur dan China?

Ketegangan yang terjadi antara orang Uighur dan pemerintah China meningkat pada dimulai pada tahun 1990-an, ketika dukungan untuk kelompok separatis meningkat di wilayah Xinjiang. Kelompok-kelompok itu terinspirasi juga oleh runtuhnya Uni Soviet dan kemudian memunculkan negara-negara muslim merdeka yang ada di Asia Tengah. Dunia internasional juga menuduh China mengintensifkan tindakan kerasnya terhadap orang-orang dari etnis Uighur saat menjelang Olimpiade Beijing yaitu pada 2008, tetapi ketegangan meningkat secara dramatis pada tahun 2009. Kerusuhan juga terjadi pada tahun yang sama tepatnya di kota daerah, Urumqi. Dan para pejabat China mengatakan jika sekitar 200 orang terbunuh, sebagian besar dari mereka adalah etnis Han. Beijing melakukan sebuah tinakan keras untuk menghentikan sebuah sentimen dan separatis.

Ketegangan juga meningkat lagi yaitu pada 2016, ketika seorang sekretaris baru dari partai kala itu, Chen Quanguo, berkunjung ke wilayah Xinjiang, untuk menetapkan sebuah kebijakan garis keras yang serupa terjadi sebelumnya di wilayah Tibet. Sejak saat itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia kemudian menuduh China sengaja menempatkan satu juta orang Uighur di beberapa kamp-kamp pengasingan. China juga mengatakan telah menempatkan Uighur pada “pusat pendidikan kejuruan” untuk menghentikan sebuah penyebaran dari ajaran ekstremisme agama, dan juga sebagai upaya untuk menghentikan gelombang dan serangan teroris.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang muslim Uighur. Siapa mereka dan kenapa mereka bertentangan dan berkonflik dengan pemerintah China. Uighur adalah etnis Islam yang tinggal di wilayah China dan mendapatkan intimidasi dari pemerintah China. Hak etnis Uighur yang dibatasi oleh pemerintah China, serti berdirinya kamp-kamp pengasingan untuk mendidik kembali masyarakat dan etnis Uighur dalam ajaran agama mereka. Semoga konflik masyarakat Uighur dan China dapat selesai.

Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

 

Pengacara HAM yang yang dimana selama ini mengerti konflik Israel dan Palestina, Qasim Rashid yang dimana dirinya menjelaskan, ada beberapa fakta mengenai konflik Israel-Palestina yang saat ini berlangsung dan dirinya yakini semua pihak tentunya dapat menyetujuinya. Kita semua tau Israel dan juga Palestina adalah dua negara yang saling bergejolak memperebutkan tanah yang ditinggali oleh Palestina.

Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

Seperti yang dijelaskan oleh Rashid, anggota Komunitas Musllim Ahmadiyah, jika tujuan akhirnya adalah perdamaian, tentunya kita harus mengetahui beberapa realita yang terjadi antara konflik israel dan juga Palestina tanpa mengeksplorasi satu dengan yang lainnya. Mengabaikan beberapa fakta tidak dapat menyelesaikan perbedaan. Dimana jika semua pihak yang memang sungguh-sungguh menginginkan sebuah perdamaian, sedikitnya ada yang mengakui tentang keinginan perdamaian.

Dimana beberapa hal yang telah dilakukan oleh tentara-tentara yang menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan beberapa di antaranya harus kehilangan nyawa. Belum lagi ditambah campur tangan Amerika serikat, Turki dan beberapa negara lainnya dalam konflik ini. Maka berikutnya adalah beberapa fakta yang ada tentang konflik Israel dan juga Palestina yang tentunya harus dibawa ke dalam meja perundingan.

Tembakan roket-roket Hamas harus dihentikan

Dimana kita harus mengecam kekerasan tentang Hamas, roket-roket dari situs joker123 mereka, dan juga berbagai tembakan mereka yang selalu membabi buta yang menimbulkan resiko yang sangat berbahaya bagi warga sipil Israel. Roket-roket yang dimana harus berhenti tanpa syarat. Fokus kepada pada Hamas sebagai salah satu alasan bagi Israel untuk membela diri adalah salah satu cara bentuk pengalihan perhatian. Posisi seperti ini yang dimana menunjukkan seolah-olah konflik yang memang terjadi 27 tahun lamanya.

Padahal konflik ini yang dimana sudah terjadi sudah 65 tahun. Perlawanan Israel yang terjadi terhadap Palestina khususnya Gaza terjadi jauh sebelum Hamas ada. Setiap pembicaraan yang dimana semuanya mengabaikan sebelum tahun 1978 merupakan tidak untuk, tidak tulus dan akan memberikan bukti yang tidak efektif di meja perundingan. Hamas yang dimana hanyalah sebuah simptom dari konflik, tapi bukan merupakan sebuah akar dari permasalahan.

Harus berdamai

Jika Muslim yang dimana memang ingin perdamaian di Palestina, maka mereka yang juga harus bersatu dalam damai di seluruh dunia. Sebelum mereka mencerca Israel, negara-negara yang dimana mayoritas Muslim yang seharusnya memberikan contoh dan juga  membangun sebuah perdamaian yang ada satu dengan lainnya. Dimana di kutip dari pidato pemimpin suci Muslim Ahmadiya, Mirza Masroor Ahmad yang dimana dirinya mengatakan bagaimana anda dapat menuntut Israel saat memperlakukan Palestina dengan damai dan juga adil jika beberapa di antaranya tidak mampu membangun damai tersebut di antara diri mereka sendiri. 

Perdamaian tidak akan hadir tanpa adanya keadilan

Keadilan yang dimana hanya akan didapat pada saat hidup dalam perdamaian, dan juga perdamaian yang dimana hanya akan mampu hidup dengan sebuah kepemimpinan yang tentunya memiliki sebuah prinsip. Sebelum ada negara Israel, dimana di ketahui Palestina membuka pintunya untuk menerima sekitar 700 ribu pengungsi dari Yahudi yang pada saat itu melarikan diri dari Perang Dunia I dan juga Holocaust. 

Jumlah ini yang dimana di ketahui sangat besar jika mencermati populasi Muslim  yang ada di Palestina pada tahun 1947 yang  dimana saat itu hanya sekitar 1,2 juta orang. Itu sebabnya, Palestina yang tidak memberikan suaranya untuk mendukung negara Isrel untuk didirikan. Pengakuan atas fakta ini tentunya sangat penting untuk menggambarkan sejarah pada saat berusaha menemukan sebuah kesepakatan bersama untuk sebuah masa depan.

Sejak Israel dibentuk oleh PBB

Dimana beberapa kelompok garis keras yang pro-plastienia yang berargumen bahwa palestina sendiri yang  merupakan Kelompok garis keras pro-Palestina berargumen bahwa Palestina yang dimana tidak pernah menyetujui pembentukan negara Israel. Maka mereka tidak akan mengakui negara Israel, sedangkan kelompok pro-Israel yang sebaliknya berargumen bahwa PBB yang mendirikan Israel secara demokratis sehingga negara tersebut ada. Realitasnya adalah kita yang dimana tidak bisa membalikkan sebuah sejarah. Israel berhak untuk dapat bertahan hidup, tak ada perdebatan atau juga perkelahian yang akan membalikkannya.

Darah orang Arab dan darah Yahudi adalah darah yang sama 

Tidak ada pembenaran yang di lakukan untuk membunuh warga sipil. Ide bahwa darah Arab yang dimana lebih bernilai daripada darah dari orang Yahudi atau darah Yahudi yang dimana lebih bernilai daripada darah Arab, merupakan sebuah bentuk dari rasisme modern dengan segala bentuk keburukannya. Hak anak-anak Palestina yang juga tentunya sama dengan hak-hak anak-anak Israel, begitupun juga sebaliknya. Setiap tindakan lain yang dimana mengabaikan prinsip ini yang memang merupakan pelanggaran HAM dan menggelincirkan sebuah proses perdamaian.

Berpotensi melakukan kejahatan perang 

Palestina yang dimana harus dituntut pertanggungjawabannya atas sebuah kejahatan perang yang  dimana telah dilakukan di Hamas. Israel harus bertanggung jawab ke PBB dan juga hukum internasional atas penggunaan bom fosfor dan juga menjadikan manusia sebagai sebuah perisai perang. Amerika yang dimana juga harus adil dalam tindakannya dan begitu juga dengan semua pemimpin Muslim yang ada di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, reputasi Amerika yang dimana di mata seluruh dunia dan juga khususnya di mata masyarakat Muslim yang dianggap tidak jujur dan terlalu berpihak pada Israel. Kesan ini yang dimana tidak mudah diperbaiki tapi tentunya harus diperbaiki demi tujuan menciptakan sebuah perdamaian. Rashid yang dimana dirinya juga menegaskan, perdamaian yang dimana tidak akan pernah hadir tanpa keadilan. Perdamaian yang ada  di masa depan tidak akan hadir tanpa sebuah pengakuan atas fakta sejarah konflik yang terjadi di Israel dan juga Palestina. Ironisnya, hanya ada dua tipe manusia yang dimana akan mengabaikan hal ini.

MENGAPA PERDAMAIAN BELUM TERCAPAI?

Setelah bertahun-tahun konflik yang dimana masih diwarnai dengan kekerasan, kedua belah pihak yang pernah mencapai kesepakatan pada tahun 1993. Palestina yang pada saat itu akan mengakui negara Israel dan Israel yang akan mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai sebuah perwakilan sah dari rakyat Palestina. Disebut Perjanjian Oslo, kesepakatan itu juga yang kemudian menciptakan Otoritas Palestina yang dimana memiliki beberapa kekuasaan pemerintahan sendiri yang dimana terbatas di Tepi Barat dan juga di Jalur Gaza. Itu adalah sebuah kesepakatan sementara, sebelumnya apa yang seharusnya menjadi sebuah perjanjian damai yang komprehensif yang ada dalam lima tahun.

Selama lima tahun berikutnya, dimana ada sekitar 3.000 korban dari warga Palestina dan juga 1.000 korban dari Israel, di mana banyak warga sipil Israel yang tewas karena aksi bom bunuh diri. Konsekuensinya yang pada saat itu sangat besar. Israel mundur dari Gaza, dan dimana pada pertengahan 2000-an Hamas yang merupakan sebuah faksi fundamentalis Sunni Palestina yang dianggap sebagai sebuah organisasi teroris oleh banyak negara, mengambil alih wilayah pesisir.Karenanya, Gaza dan ditempatkan di bawah blokade militer Israel yang dimana membatasi pasokan makanan, air, dan juga  energi untuk 1,8 juta penduduknya.

Itulah beberapa fakta berbeda tentang konflik Israel dan juga Palestina. Dimana konflik-konflik tersebut yang memang harus diselesaikan dengan perdamaian kedua belah pihak yang ada di dalamnya.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Diskusi masalah sosial dan juga politik dari Rakhine dihadiri oleh warga Buddha yang dimana juga menyebut Rohingya sebagai orang Bengali atau juga masyarakat Muslim. Etnis mayoritas Rakhine, yang sebagian beragama Budha, dan juga juga kelompok muslim yang dimana di Ronghingya tidak hidup dengan berdampingan sejak sebuah kerusuhan komunal besar di negara bagian Rakhine, Myanmar yaitu pada tahun 2012.

Total penduduk negara yang ada di bagian Rakhine berdasarkan dengan sensus 2014 yang dimana tercatat 3,100.000 lebih. Sebagian besar dari suku Rakhine yang dimana mayoritas pemeluk dari agama Buddha yaitu 96,2% , dan penduduk yang beragama Kristen yaitu 1,8 dan untuk penduduk 1,4% yang Muslim tetapi semuanya tidak mencakup Rohingya. Rohingya yang tidak turut disensus karena dianggap bukan sebuah warga negara. Mayoritas kelompok Rohingya yang ada di Myanmar tinggal di negara bagian ini.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Jumlah warga Rohingya yang ada di Rakhine yang dimana diperkirakan sekitar satu juta jiwa. Adapun juga dimana ratusan ribu warga lainnya yang mengungsi ke negara tetangganya yaitu Bangladesh, dan juga negara-negara lainnya, termasuk Malaysia dan juga Indonesia. Berikut beberapa fakta tentang negara yang sekarang ini sedang mengalami ketegangan. Mengapa Rohingya sendiri tidak diakui sebagai sebuah warga negara? Kalangan sejarawan yang juga saling bersilang pendapat apakah Rohingya yang memang sudah menetap di Myanmar sebelum adanya kemerdekaan dari Inggris yaitu yang terjadi pada 1948.

Rohingya Tidak Diakui

Narasi resmi yang biasanya digunakan oleh Myanmar adalah bahwa  Rohingya sebagai salah satu masyarakat yang di anggap pendatang gelap dari Bangladesh yang sebelumnya mereka dibawa oleh penjajah Inggris ke Myanmar- yang pada saat itu disebut dengan Burma untuk bekerja di ladang. Mereka yang pada umumnya kemudian tinggal di Rakhine. Rohingya sendiri mereka meyakini bahwa mereka yang memang penduduk asli dari wilayah Rakhine yang semestinya diperlakukan sama hal nya dengan etnik mayoritas yang berada di Rakhine. Kami adalah warga negara ini, dimana dahulu nenek moyang kami sudah hidup turun temurun dan ada disini, hal tersebut yang diungkapkan salah seorang aktivis Rohingya yang ada di Rakhine.

Karena tidak masuk di dalam daftar 135 etnik yang sudah diakui sah sebagai warga negara yang ada di Myanmar berdasarkan dengan undang-undang 1982, Rohingya yang dimana bahkan tidak mendapat akses leluasa, misalnya saja untuk layanan kesehatan, pendidikan dan juga untuk lapangan kerja. Sittwe pada saat sebelum kerusuhan 2012 merupakan sebuah kota tempat berbagai suku tinggal di Myanmar, termasuk  dengan suku Rohingya yang pada saat itu hidup berdampingan.

Kini kota itu didominasi oleh etnik Rakhine, dan hal ini juga termasuk dalam roda perekonomian. Jika ingin menjadi warga negara, mereka yang dimana harus mengikuti proses naturalisasi dengan berbagai macam bukti-bukti dan juga dokumen panjang bahwa mereka yang harus diketahui sudah menetap di Myanmar. Akan tetapi, selama ini akses mereka yang digunakan untuk dapat memperoleh dokumen sangat dibatasi. Lagipula, mereka yang juga yang dimana tidak boleh mengklaim dirinya sebagai masyarakat yang berasal dari Rohingya, Artinya, mereka yang dimana harus menanggalkan atribut itu sama sekali.

Diklaim bukan minoritas

Kelompok Rohingya yang juga diperkirakan berjumlah sekitar satu juta jiwa yang pada saat ini tersisa di Rakhine. Selain Rohingya, ada juga etnik Kaman yang juga mereka menganut dan beragama Islam di Rakhine dan mereka memang sudah diakui sebagai warga negara Myanmar. Jumlah mereka yang ditaksir puluhan ribu orang.Fakta tersebut yang dimana beberapa suku yang jumlah anggotanya hanya beranggotakan beberapa ratus saja.

Menurut anggota parlemen yang ada dari Rakhine, U Bha Shein, maka Rohingya atau yang dijuluki dengan orang Bengali atau Muslim yang ada di Rakhine bahkan juga yang ada di Myanmar yang tidak bisa disebut sebagai sebuah kelompok minoritas. Dimana sebagian kalangan menyebut orang-orang Bengali ini adalah minoritas, itu anggapan yang salah. Dimana dirinya beranggapan bahwa penduduk Bangladesh ketika mereka baru merdeka dan kemudian bangladesh yang di huni 200 juta jiwa. Dimana menurut dirinya sekarang ini terdapat sekitar satu juta orang Bengali yang berasal dari negara Bangladesh di negara kami yang saat ini mengalami peningkatan jumlah penduduk. 

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ingin pindah ke Malaysia

Anak-anak Muslim Rohingya dimana diketahui mereka ‘kehilangan’ orang tua mereka. Sejak kekerasan komunal yang ada antara komunitas Buddha dan juga Muslim yang terjadi pada 2012, kaum nasionalis Buddha yang dimana mengklaim terjadinya sebuah ‘peningkatan penduduk Muslim karena angka kelahiran disana yang sangat tinggi’ sehingga mereka perlu ‘melindungi’ beberapa ras dan juga agama mereka yang ada sebagai identitas asli dari Myanmar.

 

Tak lagi hidup berdampingan

Komunitas Buddha dan juga komunitas Muslim yang dahulu hidup berdampingan, sejak kerusuhan komunal yang terjadi pada 2012 yang menyebabkan sekitar 200 orang yang berasal dari kedua kubu meninggal dunia dan juga mengakibatkan ribuan rumah terbakar – sebagian besar hak yang merupakan milik orang Rohingya terpaksa harus direlakan dan hidup mereka dipisahkan. Di tataran pasar pun, ada pasar yang dimana memang ditujukan khusus untuk komunitas Rohingya dengan konsumen dan juga pembeli yang memang orang Rohingnya. Bangunan masjid kuno yang ada di Sittwe yang juga dipaksa tutup untuk mencegah sebuah amuk massa Buddha yang ekstrem yang tak menginginkan sebuah masjid beroperasi. Orang-orang Rohingya dan juga sebagian anggota suku Kaman yang dimana semuanya dipaksa masuk ke kamp-kamp pengungsian yang ada di Rakhine. Di permukiman khusus tersebut, dimana mereka hidup dengan tidak bebas untuk keluar dan juga harus mengurus izin khusus jika ada sebuah kepentingan yang  mendesak. Otorita setempat yang dimana mengatakan penempatan orang Rohingya yang berada di permukiman khusus dilakukan tentunya demi keselamatan mereka untuk mencegah terjadinya sebuah bentrokan dengan komunitas Buddha. Akan tetapi, Rohingya yang menyatakan ingin kembali ke tanah mereka semula yang dahulu menjadi kampung halamannya. 

Kubu nasionalis Buddha menuding Rohingya 

Dimana kubu Budha yang menuding masyarakat Rohingya yang mengambil tanah hak milik warga asli Rakhine. Ibu kota negara bagian Rakhine, dimana pemegang paspor asing yang di harus kan untuk melapor ke bagian imigrasi untuk mendaftarkan diri sebagai pengunjung dan juga sekaligus mendapat sebuah ‘peringatan’ tentang daerah-daerah mana saja yang dilarang dan juga yang tidak boleh dikunjungi. Meskipun operasi militer sekarang ini digunakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pasca sebuah penembakan yang terjadi di pos perbatasan yang ada di Maungdaw, Rakhine. Pada Oktober 2016 dan dinyatakan telah berakhir pada Februari 2017. Dimana sebagian wilayah yang ada di negara bagian Rakhine yang diketahui juga masih dinyatakan tertutup bagi umum.

Sembilan petugas yang tewas dalam sebuah serangan yang diyakini dilakukan oleh para pemuda yang berasal dari Rohingya dengan menggunakan senjata tajam. Wilayah yang tertutup itu meliputi Rakhine utara, termasuk juga Maungdaw dan juga sekitarnya. Maungdaw adalah kota yang berada di wilayah Myanmar yang dimana merupakan kota terdekat dengan perbatasan Myanmar-Bangladesh Para pekerja bantuan sosial dan juga wartawan jika hendak mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya yang dimana mereka harus mengurus izin masuk.

Itulah beberapa fakta tentang Konflik Rohingya, dimana masyarakat sana yang tidak mendapatkan hak mereka, dan tidak bisa keluarnya masyarakat Rohingya dari negara tersebut. Semoga dengan ini gambaran kita terhadap konflik Rohingya semakin jelas. Terimakasih. 

Bentrok Umat Beragama Di Afrika Tengah

 

Dewasa ini terdengar informasi yang menyampaikan bahwa pasukan penjaga kedamaian dunia gagal dalam menjaga upaya pembersihan etnis di negara Afrika Tengah. Diawali dari permasalahan yang dialami oleh umat muslim dan kristen di wilayah itu hingga menimbulkan kekerasan besar diantara dua kubu tersebut. Tidak hanya berdampak bagi pihak-pihak yang ikut serta didalamnya, bahkan hingga menimbulkan kengerian bagi masyarakat lain yang turut menyaksikan peristiwa ini.

Permasalahan kecil dari situasi yang sebelumnya aman dan teratur berubah hingga menjadi masalah besar. Tidak hanya berdampak pada keretakan antar hubungan masyarakat di Afrika Tengah, namun hingga memberi pengaruh bagi pihak lainnya. Tidak hanya itu, jutaan masyarakat turut serta kena getahnya akibat dari masalah ini. Dapat digambarkan seperti kasus yang dialami oleh para korban dari suatu musibah alam, banyak pihak masih berusaha keras untuk dapat mengatasi masalah ini agar tidak terulang lagi di masa depan.

Alasan Terjadinya Bentrok Agama

Perselisihan ini dimulai dari tindakan kaum muslim setempat yang membangun barikade kubu pertahanan serta menyiapkan beberapa jumlah senjata untuk menyerang pemeluk agama kristen. Ribuan umat muslim melarikan diri dari negara-negara tetangga untuk menghindari serangan. Pelarian ini juga disebut oleh beberapa lembaga amal dapat menimbulkan permasalahan besar bagi pasar internasional. bahkan dalam kondisi terburuknya bisa menimbulkan keruntuhan secara cukup besar bagi dunia pasar Internasional. Lembaga seperti Oxfam dan lembaga kemanusiaan Action Against Hunger pun turut berkomentar bahwa hal ini menyebabkan terpuruknya dunia industri bagian pasar.

Hal ini diakibatkan karena 10 pedagang grosir yang tinggal di kawasan ibukota dari Afrika Tengah yaitu kota Bangui banyak yang memutuskan untuk meninggalkan pasar di daerah tersebut demi keselamatan mereka dalam menghindari kemungkinan terjadinya perang di masa yang akan datang. Hal ini mengakibatkan stok tersedianya bahan kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan sembako akan berkurang drastis, hingga menimbulkan kelaparan bagi penduduknya.

Ditambah lagi faktor stok barang yang berkurang akan sangat berdampak pada harga pasar. Harga yang awalnya masih sanggup dibeli oleh masyarakat Afrika Tengah akan melonjak secara drastis hingga sampai ke titik yang tidak mampu dibeli lagi oleh sebagian besar dari masyarakat yang tinggal di sekitar situ. Akibatnya tidak hanya kekurangan, faktor kejahatan pun akan meningkat drastis hingga menimbulkan berbagai kerusuhan. Ditambah dengan informasi yang dianalisa oleh lembaga internasional PBB, bahwa penduduk Afrika Tengah yang hanya dapat makan sebanyak satu kali per harinya dapat mengeliminasi jumlah populasi penduduk yang akan bertahan hidup disana. Hingga dapat membuat dampak bagi banyak situasi lainnya yang jatuh ke titik lebih buruk dari sebelumnya.

Negara Afrika memang dikenal banyak yang memeluk agama kristen maupun berbagai aliran lain dari kepercayaan kristen. Terdapat juga beberapa kepercayaan lokal lain yang masih dipegang oleh warga Afrika sebagai kepercayaannya. Namun perkembangan yang begitu besar dalam penyebaran agama islam ke seluruh dunia turut membuat beberapa orang yang tinggal di kawasan Afrika Tengah merubah kepercayaannya dan berpindah memeluk agama islam. Sebagian diantaranya diakibatkan karena pernikahan campur antara kaum pendatang yang menetap di daerah tersebut dengan warga lokal.

Ajaran yang ditawarkan beberapa diantaranya berhasil memikat para masyarakat Afrika Tengah hingga memutuskan untuk berpindah ke kepercayaan yang baru tersebut. Besarnya jumlah perkembangan itu juga dipengaruhi akan banyaknya keturunan yang dimiliki oleh para keluarga islam. Bahkan seringkali jumlah keturunan yang dimiliki dan cepatnya pertumbuhan masyarakat islam dalam membentuk keluarga hingga menghasilkan keturunan jauh mengalahkan jumlah perkembangan penduduk yang dihasilkan oleh kelompok pemeluk agama kristen. Secara pesat jumlah orang pemeluk agama islam di daerah Afrika berkembang hingga jumlahnya dapat mengalahkan penduduk asli yang masih memegang kepercayaan kristen beserta aliran-alirannya di Afrika. Maka dapat dikatakan bahwa penyebaran agama islam cukup berlangsung dengan begitu pesat di kawasan ini, serta juga di berbagai negara lainnya.

 

Jumlah Korban dan Akibat Dari Kisah Ini

Peristiwa ini terjadi diawali dari sebuah kudeta agama. Namun berkembang hingga menjadi lebih condong ke arah perebutan wilayah dan kekuasaan serta dalam urusan politik. Perpecahan agama antara umat muslim dan kristen yang sebelumnya dapat hidup bersamaan secara damai dianggap timbul akibat pemberontakan Seleka dan anti-balaka yang secara aktif berusaha memecah dua kubu tersebut. Ditambah lagi pemberontakan Seleka itu berperan cukup besar dalam menggulingkan mantan Presiden yang menjabat di Afrika Tengah yaitu Francois Bozize. Mulai dari titik Presiden ini tidak lagi menjabat, itulah saat api perpecahan antar dua umat beragama tersulut hingga menimbulkan api yang begitu besar.

Menurut berbagai informasi, jumlah korban yang dihasilkan akibat ppermasalahan diantara dua umat beragama ini hingga mencapai 1.000 orang harus mengungsi akibat kehilangan tempat tinggalnya. Selain itu juga masih ditambah dengan sekitar 4.000 orang warga yang menghuni daerah Chad harus dipindahkan dari tempat tinggalnya. Belum lagi ditambah dengan hasil perhitungan dari organisasi PBB yang menyampaikan bahwa total bisa mencapai 800.000 orang yang harus mengungsi akibat peristiwa besar ini. PBB pun turut meminta bantuan belas kasihan dari seluruh dunia untuk dapat turut serta membantu hidup masyarakat yang mengalami kerugian besar ini.

Ribuan umat muslim terpaksa mengungsi akibat permasalahan ini. Banyak diantaranya yang tidak sempat dihitung total jumlah orang yang meninggal karena kebiasaan umat muslim yang secara langsung menguburkan pihak yang telah meninggal. Sedangkan jumlah pengungsi yang harus meninggalkan tempat itu berkisar sekitar 1/4 dari jumlah penduduk total yang sekitar 4,6 juta banyaknya. Tindakan kekerasan inipun tidak berlangsung dalam waktu yang sebentar, tapi bisa hingga lebih dari satu tahun lamanya.

 

Penyelesaian Dari Konflik

Beberapa pihak menyatakan telah berusaha meminta bantuan dari Prancis sebagai negara yang pernah menjajah Afrika serta Uni Afrika untuk membantu dalam penyelesaian masalah ini. Namun banyak dari permintaan itu tidak direspon hingga mendapat bantuan. Sehingga pihak gereja hanya mampu menampung jumlah penduduk kristen yang jumlahnya tidak banyak di dalam gedung gereja.

Hingga pada akhirnya muncul bantuan dari Prancis yang mengirim 1.600 jumlah tentara untuk turut bekerja sama dengan 4.000 bantuan tentara dari negara-negara Afrika lain untuk mengatasi masalah antar umat beragama ini. Dimana jumlah yang cukup besar ini masih dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan menurut pertimbangan yang dilakukan pihak PBB. Setidaknya diperlukan minimal 10.000 tenaga tentara untuk dapat menyelesaikan masalah besar yang sudah mendarah daging ini antara kaum di Afrika Tengah.

Berbagai lembaga penjaga kedamaian skala internasional pun terus didorong untuk memberi penyelesaian dan analisa dari konflik ini. Hal ini bertujuan untuk dapat mencari solusi jika di masa depan peristiwa yang sama kembali terulang di kawasan ini. Atau tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di negara Afrika bagian lainnya. Dalam kondisi yang tidak terlalu baiknya jika peperangan semacam ini kembali terulang pun, diharapkan pihak lembaga penjaga kedamaian dunia dapat secara tanggap menyelesaikan masalah yang terjadi.

Dengan lembaga yang berfokus dalam memberi perdamaikan yang jumlahnya ada beberapa di masa kini, diharapkan upaya penjamin keamanan di seluruh dunia dapat direncanakan dan dipersiapkan dengan lebih baik lagi. Sehingga jika terjadi perpecahan besar lagi sekalipun, jumlahnya dapat berkurang hingga tidak separah ini. Atau jika dapat lebih sigap dan efisien ditangani, tidak sampai menghasilkan korban yang meninggal akibat peristiwa bentrok serupa di masa depan.

Penyebab Konflik Antar Agama

Masyarakat di seluruh dunia terdiri dari berbagai jenis golongan. Banyaknya keberagaman itu tentunya menjadi suatu bentuk kemajemukan yang baik dan memberi variasi dalam kehidupan manusia. Dengan adanya keberagaman ini kehidupan lebih terasa menyenangkan serta tidak mudah bosan. Selain itu, banyaknya keberagaman dalam hidup manusia juga memberi perkembangan dalam banyak hal. Salah satu manfaat yang cukup terasa dari keberagaman ini dialami dalam berkembangnya teknologi untuk memberi kemudahan bagi hidup manusia, hingga aneka jenis pilihan yang banyak dari produk maupun jasa yang sudah diciptakan dalam kesehari-harian.

Namun betul pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada gading yang tak retak. Termasuk dalam kehidupan manusia, dimana tidak ada hal apapun yang akan berjalan dengan sempurna secara langsung begitu saja. Tentunya diperlukan suatu upaya perbaikan maupun kegagalan yang ditempuh sebelumnya, untuk dapat memberi perbaikan hingga menjadi lebih sempurna lagi. Salah satu contoh masalah yang sering terjadi dalam interaksi di kehidupan manusia contohnya dalam bagian agama atau suatu kepercayaan. Meskipun agama itu sendiri pada hakikatnya tidak ada yang mengajarkan akan suatu pedoman untuk mencela sesamanya, namun aneka macam masalah selalu saja terjadi dalam bagian itu. Untuk mengetahui informasi lebih jelas seputar hal ini, akan dibahas di dalam penjabaran dibawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Konflik Adalah Pemecah

Salah satu konflik yang memberi dampak cukup besar bagi banyak pihak contohnya konflik sara. Konflik mengenai hal penting dalam kelompok manusia sekaligus menjadi identitas dari kelompok tersebut sering menimbulkan suatu konflik diantaranya. Bahkan beberapa pihak juga banyak yang sering berusaha memanfaatkan hal ini demi keuntungannya atau golongannya sendiri. Maka dari konflik tersebut dapat disebut sebagai salah satu senjata jitu yang sangat ampuh sebagai pemecah belah golongan masyarakat. Perpecahan yang terjadi sering dalam seputar pemahaman dan keyakinan dari kepercayaan tersebut.

Hal ini pada umumnya banyak yang terjadi dalam bentuk upaya melecehkan perbedaan. Hal-hal yang tidak sesuai dan berbeda dari keyakinan pihak yang berbeda sering dianggap sebagai suatu kesalahan besar yang melanggar aturan hingga disebut sebagai suatu kekejian yang harus dimusnahkan keberadaannya dari muka bumi ini. Maka dari itu konflik ini muncul sebagai suatu bentuk perpecahan antar golongan masyarakat khususnya dalam komunitas antar umat beragama.

 

Dampak yang Ditimbulkan Konflik Umat Beragama

Selain bermasalah dalam kepentingannya sendiri, konflik diantara umat beragama juga  memicu konflik horizontal lain yang terjadi diantara umat beragama. Berbagai hal bisa ikut terkena dampaknya, atau bahkan bisa berkembang menjadi permasalahan yang jauh lebih besar dari konflik agama sebelumnya. Hingga dalam banyak kasus, konflik agama ini seringkali memicu perpecahan dalam persatuan kehidupan bernegara. Seperti contoh akibat dari ketidak akuran para anggota dari suatu lembaga masyarakat, hingga akibatnya berdampak pada kinerja lembaga tersebut menjadi tidak terurus. Bahkan kondisi lebih buruk yang sering terjadi seperti menimbulkan kehancuran dari lembaga tersebut. Baik itu dalam skala kecil hingga skala kehancuran total.

Selain dalam bentuk aneka macam kelompok mulai dari yang berskala kecil hingga cukup besar, politik sara dapat menimbulkan kebencian yang timbul diantara umat beragama. Perbedaan dalam hal-hal kecil menjadi sangat mudah dan sering untuk dipermasalahkan seolah-olah menjadi suatu masalah yang sangat fatal diantara mereka. Salah satu contoh yang begitu terasa dalam wilayah Indonesia ini seperti dunia politik yang terbalut akan unsur agamis. Sosok agama seringkali dijadikan kedok oleh banyak pihak sebagai bentuk pembelaan atau menyatakan pertobatan dari pihak tersebut saat suatu masalah muncul. Akibatnya publik pun merasa gerah dengan metode pemutihan kesalahan yang dilakukan semacam ini.

Pada hakikatnya semua macam agama diciptakan untuk maksud yang baik. Agama bertujuan untuk mengambil tindakan pemulihan dalam hidup manusia. Seluruh manusia dalam hidupnya telah sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang berdosa, yang telah jatuh dari hakikat yang seharusnya benar dari kondisi sebelum kejatuhan. Tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan bagi manusia lain. Namun meskipun telah diajarkan sedemikian rupa, terkadang beberapa orang dalam hidup terpaksa melakukan kejahatan akibat suatu kondisi berat dalam hidupnya maupun atas kesalah pahaman.

Di masa kini banyak konflik terjadi atas dasar suatu isu sara yang berkembang. Isu ini dipertimbangkan merupakan suatu hasil yang dikerjakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka dengan sengaja berusaha menyulut api kemarahan dari pihak-pihak tertentu kaum agamis yang memegang teguh kepercayaannya. Sontak beberapa orang yang begitu mengutamakan doktrin kepercayaan yang diterimanya akan langsung marah saat disampaikan suatu hal yang bertentangan dengan kepercayaan tersebut. Tindakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, namun sebagai usaha untuk memberikan manfaat bagi kepentingan diri atau kelompoknya.

 

Hal-hal yang Memicu Konflik Antar Agama

Berikut beberapa hal yang umumnya dapat memicu konflik antar umat beragama:

1. Pemahaman yang Sempit Akan Kebebasan Beragama dan Beribadah

Sosok kelompok dengan paham ini menganut kepercayaannya sebagai suatu hal yang dianggap paling benar. Sehingga tidak mau menerima pendapat atau pengajaran dari pihak lain. Kebebasan yang telah diterima dalam memeluk suatu agama dapat menimbulkan permasalahan macam ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar akan tata cara menggunakan kebebasannya bagi kepentingan umum. Segala sesuatu yang diberikan secara bebas tentunya harus dipertanggungjawabkan kebebasan itu, dimana salah satu syaratnya untuk penerapan kebebasan itu tidak boleh melanggar kebebasan dari golongan lain.

2. Mengutamakan Paham Radikalisme

Hal ini juga yang sering menjadi masalah besar dalam golongan tertentu. Pikiran yang begitu radikal dan hanya berpusat pada kepentingannya saja akan berakhir pada pengertian yang ekstrim dalam mempertahankan kepercayaannya. Dimana hal ini juga seringkali memberi dampak negatif bagi golongan lain yang kepercayaannya berbeda.

3. Merebut Lahan Untuk Lokasi Tempat Beribadah

Masalah ini cukup sering terjadi terutama dalam wilayah daerah yang bukan menjadi kota besar. Hak milik dari suatu tanah dianggap begitu besar sehingga banyak muncul pihak yang menganggap suatu wilayah tempat berdirinya tempat ibadah dari kepercayaan tertentu merupakan lahan miliknya. Merasa memiliki hak atas tempat itu, pihak ini sering melarang orang untuk yang beribadah di sana. Sehingga hal ini mengganggu kegiatan beribadah rutin yang dilakukan kelompok kepercayaan yang beribadah di daerah itu.

4. Kurang Sadarnya Masyarakat Akan Toleransi dan Keharmonisan

Toleransi menjadi bentuk penting dalam banyak hal di kehidupan manusia, terutama dalam menjamin hubungan yang baik diantara beragamnya perbedaan diantara mereka. Tingkat toleransi yang kecil dalam usaha untuk saling mengerti satu sama lain dapat menimbulkan perbedaan kecil diantara mereka berkembang menjadi masalah besar. Hal ini juga memberi dampak kewas-wasan dalam pikiran banyak pihak beragama di antara satu dan lainnya.

Menjadi suatu hal yang penting bagi para pemeluk agama yang beragam untuk menyadari perbedaan di antara mereka sehingga dapat menghindari konflik. Maka dari itu toleransi di antara satu sama lain memberi peran penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

5. Perbedaan Penafsiran dari Kitab Suci yang Diyakini

Perbedaan kitab suci yang dipercaya oleh berbagai jenis agama juga menimbulkan permasalahan bagi segenap pemeluknya. Diantara satu agama pun bisa menimbulkan banyak pemahaman yang bertentangan satu sama lainnya. Akibat dari pertentangan ini tentunya merusak hubungan di antara pihak-pihak yang tidak sepakat itu. Hal ini bahkan sering terjadi akibat dari kesalah tafsiran dari pihak tertentu akan kitab sucinya. Salah satu contoh yang sudah terkenal dalam permasalahan ini seperti yang menjadi latar belakang dari konflik di Suriah. Maka dari itu diperlukan adanya kebesaran hati yang lapang untuk dapat menerima perbedaan tersebut sehingga tidak memicu terjadinya konflik di kemudian hari.

Konflik SARA Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik sendiri biasanya terjadi akibat tidak sepahamnya pandangan atau adanya perbedaan antara dua atau lebih kelompok yang berada di suatu wilayah. Perbedaan pandangan itu biasanya mencakup agama,ras, suku dan juga antar golongan yang satu dengan yang lainnya. Atau hal ini biasanya disingkat dengan SARA. Tak adanya manajemen yang pasti terhadap suatu pandangan yang mengakibatkan konflik yang biasanya muncul secara perlahan-lahan dan kemudian menyebar luas. Di indonesia sendiri tempat dimana terdapat keberagaman budaya dan juga suku, pada umumnya konflik adalah hal yang sering terjadi yang tidak dapat dihindari. Hanya saja beberapa orang biasanya memanfaatkannya sebagai sebuah kepentingan lain hingga menimbulkan perpecahan yang lebih besar.

Konflik SARA Mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia

Seperti dalam artikel ini akan kita bahas beberapa konflik dahsyat yang pernah terjadi di indonesia. Mari membahas ini untuk sebuah pembelajaran terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi di indonesia, agar nantinya tidak terulang kembali di masa depan. Berikut ini beberapa konflik yang pernah terjadi di indonesia akibat SARA.

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Untuk anda yang mengetahui tentang kerusuhan yang terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan antar suku yang sangat mengerikan yang pernah terjadi di indonesia. Sebuah sejarah kelam indonesia yang masih diingat hingga kini. Awal mula konflik ini terjadi adalah di diduga karena suku dayak yang awalnya dibantai oleh warga Madura yang menetap di sana. Ada versi lainnya juga yang menyebutkan bahwa bermula karena kedua suku saling membakar rumah dan membuat suku dayak memenuhi hampir beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Akibat konflik antar suku ini diperkirakan ada 500 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 100 orang di antaranya mengalami pemenggalan kepala yang dilakukan oleh suku Dayak. Pemenggalan tersebut dilakukan karena suku dayak menginginkan untuk mempertahankan wilayah yang pada saat itu dikuasai oleh suku Madura. Pada saat itu pihak kepolisian sebenarnya sudah ikut turun tangan dan juga ikut untuk meredam konflik tersebut, dengan cara menangkap beberapa orang-orang yang diduga sebagai pemicu konflik atau dalang kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu ketika polisi menangkap orang-orang tersebut kantor polisi pada saat itu dikepung oleh warga dayak dan terpaksa melepaskan kembali tahanan. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2001 dan berakhir selang satu tahun kemudian.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang terjadi di Ambon ini ada kaitanya dengan agama pada saat itu terjadi di Ambon 1999. Dan pada saat itu konflik ini pun meluas dan menjadi kerusuhan antar agama islam dengan kristen yang pada saat itu mengakibatkan banyak korban meninggal. Pada saat itu orang-orang dari kelompok islam dan juga kristen mereka saling serang dan saling berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik yang sejak awal hanya dianggap konflik biasa ini ternyata menjadi sebuah kerusuhan yang menyebar luas. Namun pada saat itu juga muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja merencanakan hal ini, dengan cara memanfaatkan isu yang ada. Selain itu juga yang mengesankan pada saat itu ABRI tidak bisa menangani dengan baik konflik ini, hal ini juga menjadi sebuah spekulasi bahwa hal tersebut dilakukan agar konflik tersebut terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar yang pada saat itu terjadi. Dengan terjadinya konflik di Ambon tersebut menyebabkan kerukunan antar umat beragama di indonesia sempat memanas hingga beberapa tahun.

Konflik Antara Etnis (1998)

Kerusuhan yang pada saat itu terjadi di tahun 1998 di penghujung masa orde baru, menyangkut sebuah konflik etnis yang pada saat itu dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak para investor tidak lagi bermain di situs sbobet88 yang saat itu runtuh. Namun hingga pada akhirnya kerusuhan terus menyebar dan menjadi sangat mengerikan berujung pada konflik antar etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Pada saat-saat menertibkan tersebut kerusuhan melebar dan menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki para etnis Tionghoa dijarah dan juga dibakar oleh masa. Tidak hanya di situ selain dilakukannya penjarahan dan juga pembakaran, baka juga para etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual hingga pembunuhan. Kasus pelecehan dan juga pembunuhan tersebut menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan juga banyak beberapa yang tidak terungkap hingga kini. Benar-benar suatu sejarah kelam yang mengerikan.

Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah & Syiah)

Di indonesia sendiri banyak sekali beberapa golongan dalam sebuah agama. Misalnya saja dalam agama islam terdapat golongan NU, Muhammadiyah dan juga Ahmadiyah. Sayangnya ada beberapa golongan agama tersebut yang menyimpang dari ajaran hingga pada akhirnya menjadi suatu hal yang dimusuhi dan dijauhi oleh kelompok mayoritas. Seperti halnya golongan Ahmadiyah yang banyak sekali mendapatkan intimidasi dari kelompok masyarakat mayoritas. Ahmadiyah sendiri di anggap salah satu agama yang menyimpang hingga diusir dan juga pembakaran terhadap rumah ibadah hingga banyaknya aksi kekerasan aslinya. Banyak diantaranya para jemaah Ahmadiyah di paksa untuk meninggalkan ajarannya dan kembali kepada ajaran lamanya. Selain itu ada juga kelompok agama yang bernama Syiah yang sangat di tekan di indonesia. Di indonesia syiah ini dianggap sesat dan juga mempunyai ajaran yang terlalu ekstrim hingga banyak melakukan kekerasan pada kelompok ini seperti hal nya pembakaran rumah ibadah dan juga pesantren pada kelompok ini. Kebanyakan dilakukan dengan dalih agr agama islam tidak tercemar dengan ajaran sesat.

Konflik Antar Golongan Anti Pemerintah

Konflik yang terjadi terhadap kelompok-kelompok tertentu yang juga sering terjadi di indonesia. Salah satu konflik yang menghebohkan hingga sampai ke dunia internasional yaitu konflik Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Konflik tersebut pecah karena banyak dari milisi GAM menginginkan untuk lepas dari indonesia. Sayangnya pada saat itu pemerintah tidak mau dan menimbulkan konflik kekerasan yang terjadi hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya konflik ini selesai dengan sebuah kesempatan dimana salah satunya yaitu menjadikan Aceh daerah otonomi khusus. Selain adanya GAM ada juga RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM Operasi Papua Merdeka. Kelompok-kelompok ini mempunyai perbedaan dan berkeinginan untuk merdeka dan lepas dari indonesia. Untuk dapat memenuhi hasrat tindakan-tindakan pemerontakan yang biasanya di lakukan membuat warga sekitar terganggu. Pasalnya adalah gerakan-gerakan tersebut akan membuat situasi bertambah buruk.

Itulah beberapa Konflik yang terjadi akibat SARA di indonesia. Semoga nantinya tidak akan terulang kembali hal-hal tersebut. Sudah selayaknya kita rakyat indonesia yang terdiri dengan berbagai macam ras dan juga suku dapat saling menghargai satu sama lain. Konflik pada dasarnya hanya akan membuat negeri ini menjadi lebih kacau. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang konflik SARA yang terjadi di indonesia. Semoga bermanfaat.

Mengenali Konflik Etnis & Ras Di Dunia

Berbicara soal konflik agama, maka tidak akan jauh-jauh dengan adanya konflik Etnis dan juga Ras. Dimana, kedua konflik ini bisa di picu oleh segala macam hal yang ada. Ras sendiri menjadi suatu kelompok manusia di dalam adanya populasi besar pada dasar dari adanya kesamaan ntah itu Ciri, Letak dari geografisnya, lalu memiliki tampang pada jasmaninya dan juga masuk kedalam suku yang sudah terwariskannya itu. Ras sendiri memiliki istilah di dalam menunjukkan adanya populasi manusia dengan keanekaragaman genetiknya sampai dengan adanya anggota yang memiliki wajah kurang lebih sama dari luarnya saja. Ras yang sering di permsalahkan hingga menjadi sebuah kulita ialah ras pada warna tubuh manusia. Ada yang ber ras Putih, lalu ada juga ras kulit hitam, ada ras kulit kuning dan sebagainya. Dari sinilah, mulai memicu adanya konflik tersebut.  

Ras akan selalu berhubunagn dengan Rasis. Etnis ini pun juga menjadi suatu kata yang berujung pada kerasisan dari para manusia tersebut. Konflik utama yang menjadi dasar awal perpecahan ini ialah adanya kulit ras putih yang lebih mendominasi di badningkan ras lainnya, yang pada akhirnya konflik dari pepecahan inilah timbul dengan sendirinya. Dari adanya sikap tersebut, beberapa negara juga sudah memperketat adanya Rasisme terhadapa 2 golongan ini ( ras dengan etnis . Nah, berikut ini ialah beberapa konflik yang timbul akibat adanya Ras dan Etnis yang berbeda satu sama lainnya.  

Konflik Ras Pada Kulit Putih Vs Hitam – Amerika

Untuk kasus pertama, memang datangnya dari negara Amerika ini. Negeri dengan sebutan Paman Sam atau negerinya para artis Hollywood ini pernah menjadi negara, dari kemunculannya konflik Ras tersebut. Permulaannya sudah tertulis dari abad ke 17, yang dimana saat itu bangsa Eropa ini masuk langsung ke kawasan Amerika. Dari kedatangan inilah yang merupakan mayoritas dasar pada kulit putih dengan membawa dampak pada ras kulit hitam yang di perlakukan sebagai budak akibat terdapat ampak dari konflik tersebut.  

Dari catatan sejarah yang ada, kaum kulit hitam masih saja di perlakukan seperti budak dan mendapatkan diskriminasi dari kaum kulit putih. Akan tetapi, ada sedikit perubahan ketika masa Jabatan ke presidenan di pegang langsung oleh Barack Obama. Dimana dirinya ini menjadi orang kulit hitam yang pertama kali berhasil di dalam membangkitkan adanya kesadaran bagi kaum mayoritas berkulit putih tersebut.  

Konflik Suku Bodo Dengan Kaum Minoritas Muslim – India 

Mengenai konflik yang satu ini, memang menjadi pusat dunia. Kejadiannya sendiri tepat berada di negara India. Mengenai konflik yang ada, sudah terjadi kisaran 20 tahun yang lalu. Pada konflik ini, mengakibatkan langsung adanya ratusan ribu orang kehilangan adanya tempat tinggal dan terpaksa harus melakukan pengungsian terlebih dahulu. Konfliknya sendiri, didasari langsung dari adanya ketidaksukaan ats kaum Bodo terhadap kaum minoritas muslim yang berada di wilayah tersebut. Pasalnya, suku Bodo ini yang merasa memiliki adanya tanah asli Assam seperti terganggu dengan kedatangan kaum minoritas muslim di tanah tersebut.  

Konfliknya sendiri semakin parah saja akibat dari pemerintah India yang tidak ingin menawarkan adanya solusi di dalam mengatasi adanya konflik dari kedua belah pihak tersebut. Dari sini juga sudah terlihat langsung, bahwasannya pemerintah disana sangat cuek dan acuh sekali seakan-akan sudah tidak perduli lagi dengan adanya nasib dari para pengungsi yang ada di sana akibat dari perseteruan kedua agama ini.  

Dan yang lebih parah lagi, disini Pemerintah tidak mengamanatkan untuk penurunan Kepolisian maupun Tentara dalam melerai aksi kedua agama ini. Hanya adanya penunjukan polisi lokal saja di dalam wilayah tersebut. Jika tidak cepat berlalu, maka akan di khawatirkan dari segi korban yang berjatuhan akan semakin banyak saja dan bisa meluas lagi akibat dari adanya konflik ini.  

Konflik Etnis Tionghoa Dengan Etnis Jawa – Surakarta  

Selanjutnay ada konflik mengenai Etnis Tiongkok. Indonesia memang masuk kedalam negara yang Multikultural, yang tidak akan pernah lepas dari adanya permasalahan terhadap Ras maupun etnis yang berlaku di Indonesia ini. Tahun 1998, bukan saja terjadi adanya aksi demo yang mencakup akan kepolitakan, akan kemahasiswaan, namun juga masuk kedalam sebuah sejarah kelam yang terdapat langsung di dalamnya konflik Etnis Tionghoa dan juga adanya suku Jawa asli yang telah mendiami adanya wilayah yang berada di Surakarta ini.  

Konflik ini sendiri, di dasari langsung dari adanya anggapan kepada kaum Etnis Tionghoa yang bukan menjadi bagian dafri adanya warga negara Indonesia. Kondisi ini sendiri, makin di perparah dari adanya dengan krisis Moneter yang sedang melanda negara Indonesia ini. Seperti yang sudah mimin katakan, bahwa tahun 1998 menjadi tahun-tahunnya konflik bagi negara Indonesia ini. Konflik ini kemudian menyebar dan mengakibatkan penjarahan toko dan pembakaran fasilitas umum menjalar di mana-mana. Pokoknya, tahun ini menjadi tahu ter-ekstrim yang di alami oleh Indonesia.  

Konflik Myanmar Yakni Kaum Rohingya  

Belom lama , sekitaran tahun-tahun kemarin ini dunia lagi-lagi di kejutkan dengan adanya kasus di Myanmar akibat adanya konflik Rohingya yang sedang melanda negara tersebut. Kaum ini menjadi kaum etnis yang dikatakan mendapat sebuah perlakukan terlalu diskriminatif oleh adanya pemerintah di Myanmar. Konflik ini sendiri pun menjadi konflik kemanusiaan pada abad ke 21. Di dalam konfliknya yang membuat seram itu ialah adanya pembantaian atas kaum Rohingya oleh tentara pemerintah.  

Konfliknya sendiri terpicu atas dasar anggapan bahwa kaum Rohingya ini bukanlah menjadi bagian penduduk di Myanmar. Terlebih lagi, mereka semua tahu bahwa kaum Rohingya ini adalah kaum minoritas Muslim yang menambah memicu ketidaksenangan Pemerintah di Myanmar sana. Di negara Myanmar sendiri, lebih banyak di huni oleh kaum yang beragama Budha. Sehingga, dalam hal ini kedatanagn kaum Rohingya membuat sebagaian penduduk disana merasa terganggu dan menjadikan mereka semua pendatang bukanlah penduduk dari Myanmar itu sendiri.  

Konflik Sangkut Paut Israel Palestina  

Konflik yang dimana sudah bukan menjadi rahasia publik lagi. Konflik ini sudah dimulai selama 37 tahun lamanya yang pada saat itu Israel melakukan penyerangan dan berhasil untuk menguasai adanya sebagian wilayah seperti : Yordania, Iran serta daerah tepi Barat dari Palestina. Sampai saat ini dikatakan juga Israel Palestina masih mebgibarkan danya bendera peperangan antar konflik yang berlangsung lama ini.  

Awal dari perpecahan ini dilakukan oleh kaum Yahudi yang langsung mengklaim atas dasar adanya hak mengenai Yerusallem yang menjadi ibukota dari Palestina. Untuk Palestina sendiri, bersihkukuh menganggap bahwa Holy City Yerussalem adalah warisan nenek moyang bagi mereka. Konflik yang lama inilah yang menjadi pusat perhatiannya dunia. Dari konfliknya sendiri sudah memakan korban jiwa hingga jutaan manusia akibat perang tersebut.