Penyebab Konflik Antar Agama

Masyarakat di seluruh dunia terdiri dari berbagai jenis golongan. Banyaknya keberagaman itu tentunya menjadi suatu bentuk kemajemukan yang baik dan memberi variasi dalam kehidupan manusia. Dengan adanya keberagaman ini kehidupan lebih terasa menyenangkan serta tidak mudah bosan. Selain itu, banyaknya keberagaman dalam hidup manusia juga memberi perkembangan dalam banyak hal. Salah satu manfaat yang cukup terasa dari keberagaman ini dialami dalam berkembangnya teknologi untuk memberi kemudahan bagi hidup manusia, hingga aneka jenis pilihan yang banyak dari produk maupun jasa yang sudah diciptakan dalam kesehari-harian.

Namun betul pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada gading yang tak retak. Termasuk dalam kehidupan manusia, dimana tidak ada hal apapun yang akan berjalan dengan sempurna secara langsung begitu saja. Tentunya diperlukan suatu upaya perbaikan maupun kegagalan yang ditempuh sebelumnya, untuk dapat memberi perbaikan hingga menjadi lebih sempurna lagi. Salah satu contoh masalah yang sering terjadi dalam interaksi di kehidupan manusia contohnya dalam bagian agama atau suatu kepercayaan. Meskipun agama itu sendiri pada hakikatnya tidak ada yang mengajarkan akan suatu pedoman untuk mencela sesamanya, namun aneka macam masalah selalu saja terjadi dalam bagian itu. Untuk mengetahui informasi lebih jelas seputar hal ini, akan dibahas di dalam penjabaran dibawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Konflik Adalah Pemecah

Salah satu konflik yang memberi dampak cukup besar bagi banyak pihak contohnya konflik sara. Konflik mengenai hal penting dalam kelompok manusia sekaligus menjadi identitas dari kelompok tersebut sering menimbulkan suatu konflik diantaranya. Bahkan beberapa pihak juga banyak yang sering berusaha memanfaatkan hal ini demi keuntungannya atau golongannya sendiri. Maka dari konflik tersebut dapat disebut sebagai salah satu senjata jitu yang sangat ampuh sebagai pemecah belah golongan masyarakat. Perpecahan yang terjadi sering dalam seputar pemahaman dan keyakinan dari kepercayaan tersebut.

Hal ini pada umumnya banyak yang terjadi dalam bentuk upaya melecehkan perbedaan. Hal-hal yang tidak sesuai dan berbeda dari keyakinan pihak yang berbeda sering dianggap sebagai suatu kesalahan besar yang melanggar aturan hingga disebut sebagai suatu kekejian yang harus dimusnahkan keberadaannya dari muka bumi ini. Maka dari itu konflik ini muncul sebagai suatu bentuk perpecahan antar golongan masyarakat khususnya dalam komunitas antar umat beragama.

 

Dampak yang Ditimbulkan Konflik Umat Beragama

Selain bermasalah dalam kepentingannya sendiri, konflik diantara umat beragama juga  memicu konflik horizontal lain yang terjadi diantara umat beragama. Berbagai hal bisa ikut terkena dampaknya, atau bahkan bisa berkembang menjadi permasalahan yang jauh lebih besar dari konflik agama sebelumnya. Hingga dalam banyak kasus, konflik agama ini seringkali memicu perpecahan dalam persatuan kehidupan bernegara. Seperti contoh akibat dari ketidak akuran para anggota dari suatu lembaga masyarakat, hingga akibatnya berdampak pada kinerja lembaga tersebut menjadi tidak terurus. Bahkan kondisi lebih buruk yang sering terjadi seperti menimbulkan kehancuran dari lembaga tersebut. Baik itu dalam skala kecil hingga skala kehancuran total.

Selain dalam bentuk aneka macam kelompok mulai dari yang berskala kecil hingga cukup besar, politik sara dapat menimbulkan kebencian yang timbul diantara umat beragama. Perbedaan dalam hal-hal kecil menjadi sangat mudah dan sering untuk dipermasalahkan seolah-olah menjadi suatu masalah yang sangat fatal diantara mereka. Salah satu contoh yang begitu terasa dalam wilayah Indonesia ini seperti dunia politik yang terbalut akan unsur agamis. Sosok agama seringkali dijadikan kedok oleh banyak pihak sebagai bentuk pembelaan atau menyatakan pertobatan dari pihak tersebut saat suatu masalah muncul. Akibatnya publik pun merasa gerah dengan metode pemutihan kesalahan yang dilakukan semacam ini.

Pada hakikatnya semua macam agama diciptakan untuk maksud yang baik. Agama bertujuan untuk mengambil tindakan pemulihan dalam hidup manusia. Seluruh manusia dalam hidupnya telah sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang berdosa, yang telah jatuh dari hakikat yang seharusnya benar dari kondisi sebelum kejatuhan. Tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan bagi manusia lain. Namun meskipun telah diajarkan sedemikian rupa, terkadang beberapa orang dalam hidup terpaksa melakukan kejahatan akibat suatu kondisi berat dalam hidupnya maupun atas kesalah pahaman.

Di masa kini banyak konflik terjadi atas dasar suatu isu sara yang berkembang. Isu ini dipertimbangkan merupakan suatu hasil yang dikerjakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka dengan sengaja berusaha menyulut api kemarahan dari pihak-pihak tertentu kaum agamis yang memegang teguh kepercayaannya. Sontak beberapa orang yang begitu mengutamakan doktrin kepercayaan yang diterimanya akan langsung marah saat disampaikan suatu hal yang bertentangan dengan kepercayaan tersebut. Tindakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, namun sebagai usaha untuk memberikan manfaat bagi kepentingan diri atau kelompoknya.

 

Hal-hal yang Memicu Konflik Antar Agama

Berikut beberapa hal yang umumnya dapat memicu konflik antar umat beragama:

1. Pemahaman yang Sempit Akan Kebebasan Beragama dan Beribadah

Sosok kelompok dengan paham ini menganut kepercayaannya sebagai suatu hal yang dianggap paling benar. Sehingga tidak mau menerima pendapat atau pengajaran dari pihak lain. Kebebasan yang telah diterima dalam memeluk suatu agama dapat menimbulkan permasalahan macam ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar akan tata cara menggunakan kebebasannya bagi kepentingan umum. Segala sesuatu yang diberikan secara bebas tentunya harus dipertanggungjawabkan kebebasan itu, dimana salah satu syaratnya untuk penerapan kebebasan itu tidak boleh melanggar kebebasan dari golongan lain.

2. Mengutamakan Paham Radikalisme

Hal ini juga yang sering menjadi masalah besar dalam golongan tertentu. Pikiran yang begitu radikal dan hanya berpusat pada kepentingannya saja akan berakhir pada pengertian yang ekstrim dalam mempertahankan kepercayaannya. Dimana hal ini juga seringkali memberi dampak negatif bagi golongan lain yang kepercayaannya berbeda.

3. Merebut Lahan Untuk Lokasi Tempat Beribadah

Masalah ini cukup sering terjadi terutama dalam wilayah daerah yang bukan menjadi kota besar. Hak milik dari suatu tanah dianggap begitu besar sehingga banyak muncul pihak yang menganggap suatu wilayah tempat berdirinya tempat ibadah dari kepercayaan tertentu merupakan lahan miliknya. Merasa memiliki hak atas tempat itu, pihak ini sering melarang orang untuk yang beribadah di sana. Sehingga hal ini mengganggu kegiatan beribadah rutin yang dilakukan kelompok kepercayaan yang beribadah di daerah itu.

4. Kurang Sadarnya Masyarakat Akan Toleransi dan Keharmonisan

Toleransi menjadi bentuk penting dalam banyak hal di kehidupan manusia, terutama dalam menjamin hubungan yang baik diantara beragamnya perbedaan diantara mereka. Tingkat toleransi yang kecil dalam usaha untuk saling mengerti satu sama lain dapat menimbulkan perbedaan kecil diantara mereka berkembang menjadi masalah besar. Hal ini juga memberi dampak kewas-wasan dalam pikiran banyak pihak beragama di antara satu dan lainnya.

Menjadi suatu hal yang penting bagi para pemeluk agama yang beragam untuk menyadari perbedaan di antara mereka sehingga dapat menghindari konflik. Maka dari itu toleransi di antara satu sama lain memberi peran penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

5. Perbedaan Penafsiran dari Kitab Suci yang Diyakini

Perbedaan kitab suci yang dipercaya oleh berbagai jenis agama juga menimbulkan permasalahan bagi segenap pemeluknya. Diantara satu agama pun bisa menimbulkan banyak pemahaman yang bertentangan satu sama lainnya. Akibat dari pertentangan ini tentunya merusak hubungan di antara pihak-pihak yang tidak sepakat itu. Hal ini bahkan sering terjadi akibat dari kesalah tafsiran dari pihak tertentu akan kitab sucinya. Salah satu contoh yang sudah terkenal dalam permasalahan ini seperti yang menjadi latar belakang dari konflik di Suriah. Maka dari itu diperlukan adanya kebesaran hati yang lapang untuk dapat menerima perbedaan tersebut sehingga tidak memicu terjadinya konflik di kemudian hari.

Konflik SARA Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik sendiri biasanya terjadi akibat tidak sepahamnya pandangan atau adanya perbedaan antara dua atau lebih kelompok yang berada di suatu wilayah. Perbedaan pandangan itu biasanya mencakup agama,ras, suku dan juga antar golongan yang satu dengan yang lainnya. Atau hal ini biasanya disingkat dengan SARA. Tak adanya manajemen yang pasti terhadap suatu pandangan yang mengakibatkan konflik yang biasanya muncul secara perlahan-lahan dan kemudian menyebar luas. Di indonesia sendiri tempat dimana terdapat keberagaman budaya dan juga suku, pada umumnya konflik adalah hal yang sering terjadi yang tidak dapat dihindari. Hanya saja beberapa orang biasanya memanfaatkannya sebagai sebuah kepentingan lain hingga menimbulkan perpecahan yang lebih besar.

Konflik SARA Mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia

Seperti dalam artikel ini akan kita bahas beberapa konflik dahsyat yang pernah terjadi di indonesia. Mari membahas ini untuk sebuah pembelajaran terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi di indonesia, agar nantinya tidak terulang kembali di masa depan. Berikut ini beberapa konflik yang pernah terjadi di indonesia akibat SARA.

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Untuk anda yang mengetahui tentang kerusuhan yang terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan antar suku yang sangat mengerikan yang pernah terjadi di indonesia. Sebuah sejarah kelam indonesia yang masih diingat hingga kini. Awal mula konflik ini terjadi adalah di diduga karena suku dayak yang awalnya dibantai oleh warga Madura yang menetap di sana. Ada versi lainnya juga yang menyebutkan bahwa bermula karena kedua suku saling membakar rumah dan membuat suku dayak memenuhi hampir beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Akibat konflik antar suku ini diperkirakan ada 500 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 100 orang di antaranya mengalami pemenggalan kepala yang dilakukan oleh suku Dayak. Pemenggalan tersebut dilakukan karena suku dayak menginginkan untuk mempertahankan wilayah yang pada saat itu dikuasai oleh suku Madura. Pada saat itu pihak kepolisian sebenarnya sudah ikut turun tangan dan juga ikut untuk meredam konflik tersebut, dengan cara menangkap beberapa orang-orang yang diduga sebagai pemicu konflik atau dalang kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu ketika polisi menangkap orang-orang tersebut kantor polisi pada saat itu dikepung oleh warga dayak dan terpaksa melepaskan kembali tahanan. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2001 dan berakhir selang satu tahun kemudian.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang terjadi di Ambon ini ada kaitanya dengan agama pada saat itu terjadi di Ambon 1999. Dan pada saat itu konflik ini pun meluas dan menjadi kerusuhan antar agama islam dengan kristen yang pada saat itu mengakibatkan banyak korban meninggal. Pada saat itu orang-orang dari kelompok islam dan juga kristen mereka saling serang dan saling berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik yang sejak awal hanya dianggap konflik biasa ini ternyata menjadi sebuah kerusuhan yang menyebar luas. Namun pada saat itu juga muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja merencanakan hal ini, dengan cara memanfaatkan isu yang ada. Selain itu juga yang mengesankan pada saat itu ABRI tidak bisa menangani dengan baik konflik ini, hal ini juga menjadi sebuah spekulasi bahwa hal tersebut dilakukan agar konflik tersebut terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar yang pada saat itu terjadi. Dengan terjadinya konflik di Ambon tersebut menyebabkan kerukunan antar umat beragama di indonesia sempat memanas hingga beberapa tahun.

Konflik Antara Etnis (1998)

Kerusuhan yang pada saat itu terjadi di tahun 1998 di penghujung masa orde baru, menyangkut sebuah konflik etnis yang pada saat itu dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak para investor tidak lagi bermain di situs sbobet88 yang saat itu runtuh. Namun hingga pada akhirnya kerusuhan terus menyebar dan menjadi sangat mengerikan berujung pada konflik antar etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Pada saat-saat menertibkan tersebut kerusuhan melebar dan menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki para etnis Tionghoa dijarah dan juga dibakar oleh masa. Tidak hanya di situ selain dilakukannya penjarahan dan juga pembakaran, baka juga para etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual hingga pembunuhan. Kasus pelecehan dan juga pembunuhan tersebut menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan juga banyak beberapa yang tidak terungkap hingga kini. Benar-benar suatu sejarah kelam yang mengerikan.

Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah & Syiah)

Di indonesia sendiri banyak sekali beberapa golongan dalam sebuah agama. Misalnya saja dalam agama islam terdapat golongan NU, Muhammadiyah dan juga Ahmadiyah. Sayangnya ada beberapa golongan agama tersebut yang menyimpang dari ajaran hingga pada akhirnya menjadi suatu hal yang dimusuhi dan dijauhi oleh kelompok mayoritas. Seperti halnya golongan Ahmadiyah yang banyak sekali mendapatkan intimidasi dari kelompok masyarakat mayoritas. Ahmadiyah sendiri di anggap salah satu agama yang menyimpang hingga diusir dan juga pembakaran terhadap rumah ibadah hingga banyaknya aksi kekerasan aslinya. Banyak diantaranya para jemaah Ahmadiyah di paksa untuk meninggalkan ajarannya dan kembali kepada ajaran lamanya. Selain itu ada juga kelompok agama yang bernama Syiah yang sangat di tekan di indonesia. Di indonesia syiah ini dianggap sesat dan juga mempunyai ajaran yang terlalu ekstrim hingga banyak melakukan kekerasan pada kelompok ini seperti hal nya pembakaran rumah ibadah dan juga pesantren pada kelompok ini. Kebanyakan dilakukan dengan dalih agr agama islam tidak tercemar dengan ajaran sesat.

Konflik Antar Golongan Anti Pemerintah

Konflik yang terjadi terhadap kelompok-kelompok tertentu yang juga sering terjadi di indonesia. Salah satu konflik yang menghebohkan hingga sampai ke dunia internasional yaitu konflik Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Konflik tersebut pecah karena banyak dari milisi GAM menginginkan untuk lepas dari indonesia. Sayangnya pada saat itu pemerintah tidak mau dan menimbulkan konflik kekerasan yang terjadi hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya konflik ini selesai dengan sebuah kesempatan dimana salah satunya yaitu menjadikan Aceh daerah otonomi khusus. Selain adanya GAM ada juga RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM Operasi Papua Merdeka. Kelompok-kelompok ini mempunyai perbedaan dan berkeinginan untuk merdeka dan lepas dari indonesia. Untuk dapat memenuhi hasrat tindakan-tindakan pemerontakan yang biasanya di lakukan membuat warga sekitar terganggu. Pasalnya adalah gerakan-gerakan tersebut akan membuat situasi bertambah buruk.

Itulah beberapa Konflik yang terjadi akibat SARA di indonesia. Semoga nantinya tidak akan terulang kembali hal-hal tersebut. Sudah selayaknya kita rakyat indonesia yang terdiri dengan berbagai macam ras dan juga suku dapat saling menghargai satu sama lain. Konflik pada dasarnya hanya akan membuat negeri ini menjadi lebih kacau. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang konflik SARA yang terjadi di indonesia. Semoga bermanfaat.

Mengenali Konflik Etnis & Ras Di Dunia

Berbicara soal konflik agama, maka tidak akan jauh-jauh dengan adanya konflik Etnis dan juga Ras. Dimana, kedua konflik ini bisa di picu oleh segala macam hal yang ada. Ras sendiri menjadi suatu kelompok manusia di dalam adanya populasi besar pada dasar dari adanya kesamaan ntah itu Ciri, Letak dari geografisnya, lalu memiliki tampang pada jasmaninya dan juga masuk kedalam suku yang sudah terwariskannya itu. Ras sendiri memiliki istilah di dalam menunjukkan adanya populasi manusia dengan keanekaragaman genetiknya sampai dengan adanya anggota yang memiliki wajah kurang lebih sama dari luarnya saja. Ras yang sering di permsalahkan hingga menjadi sebuah kulita ialah ras pada warna tubuh manusia. Ada yang ber ras Putih, lalu ada juga ras kulit hitam, ada ras kulit kuning dan sebagainya. Dari sinilah, mulai memicu adanya konflik tersebut.  

Ras akan selalu berhubunagn dengan Rasis. Etnis ini pun juga menjadi suatu kata yang berujung pada kerasisan dari para manusia tersebut. Konflik utama yang menjadi dasar awal perpecahan ini ialah adanya kulit ras putih yang lebih mendominasi di badningkan ras lainnya, yang pada akhirnya konflik dari pepecahan inilah timbul dengan sendirinya. Dari adanya sikap tersebut, beberapa negara juga sudah memperketat adanya Rasisme terhadapa 2 golongan ini ( ras dengan etnis . Nah, berikut ini ialah beberapa konflik yang timbul akibat adanya Ras dan Etnis yang berbeda satu sama lainnya.  

Konflik Ras Pada Kulit Putih Vs Hitam – Amerika

Untuk kasus pertama, memang datangnya dari negara Amerika ini. Negeri dengan sebutan Paman Sam atau negerinya para artis Hollywood ini pernah menjadi negara, dari kemunculannya konflik Ras tersebut. Permulaannya sudah tertulis dari abad ke 17, yang dimana saat itu bangsa Eropa ini masuk langsung ke kawasan Amerika. Dari kedatangan inilah yang merupakan mayoritas dasar pada kulit putih dengan membawa dampak pada ras kulit hitam yang di perlakukan sebagai budak akibat terdapat ampak dari konflik tersebut.  

Dari catatan sejarah yang ada, kaum kulit hitam masih saja di perlakukan seperti budak dan mendapatkan diskriminasi dari kaum kulit putih. Akan tetapi, ada sedikit perubahan ketika masa Jabatan ke presidenan di pegang langsung oleh Barack Obama. Dimana dirinya ini menjadi orang kulit hitam yang pertama kali berhasil di dalam membangkitkan adanya kesadaran bagi kaum mayoritas berkulit putih tersebut.  

Konflik Suku Bodo Dengan Kaum Minoritas Muslim – India 

Mengenai konflik yang satu ini, memang menjadi pusat dunia. Kejadiannya sendiri tepat berada di negara India. Mengenai konflik yang ada, sudah terjadi kisaran 20 tahun yang lalu. Pada konflik ini, mengakibatkan langsung adanya ratusan ribu orang kehilangan adanya tempat tinggal dan terpaksa harus melakukan pengungsian terlebih dahulu. Konfliknya sendiri, didasari langsung dari adanya ketidaksukaan ats kaum Bodo terhadap kaum minoritas muslim yang berada di wilayah tersebut. Pasalnya, suku Bodo ini yang merasa memiliki adanya tanah asli Assam seperti terganggu dengan kedatangan kaum minoritas muslim di tanah tersebut.  

Konfliknya sendiri semakin parah saja akibat dari pemerintah India yang tidak ingin menawarkan adanya solusi di dalam mengatasi adanya konflik dari kedua belah pihak tersebut. Dari sini juga sudah terlihat langsung, bahwasannya pemerintah disana sangat cuek dan acuh sekali seakan-akan sudah tidak perduli lagi dengan adanya nasib dari para pengungsi yang ada di sana akibat dari perseteruan kedua agama ini.  

Dan yang lebih parah lagi, disini Pemerintah tidak mengamanatkan untuk penurunan Kepolisian maupun Tentara dalam melerai aksi kedua agama ini. Hanya adanya penunjukan polisi lokal saja di dalam wilayah tersebut. Jika tidak cepat berlalu, maka akan di khawatirkan dari segi korban yang berjatuhan akan semakin banyak saja dan bisa meluas lagi akibat dari adanya konflik ini.  

Konflik Etnis Tionghoa Dengan Etnis Jawa – Surakarta  

Selanjutnay ada konflik mengenai Etnis Tiongkok. Indonesia memang masuk kedalam negara yang Multikultural, yang tidak akan pernah lepas dari adanya permasalahan terhadap Ras maupun etnis yang berlaku di Indonesia ini. Tahun 1998, bukan saja terjadi adanya aksi demo yang mencakup akan kepolitakan, akan kemahasiswaan, namun juga masuk kedalam sebuah sejarah kelam yang terdapat langsung di dalamnya konflik Etnis Tionghoa dan juga adanya suku Jawa asli yang telah mendiami adanya wilayah yang berada di Surakarta ini.  

Konflik ini sendiri, di dasari langsung dari adanya anggapan kepada kaum Etnis Tionghoa yang bukan menjadi bagian dafri adanya warga negara Indonesia. Kondisi ini sendiri, makin di perparah dari adanya dengan krisis Moneter yang sedang melanda negara Indonesia ini. Seperti yang sudah mimin katakan, bahwa tahun 1998 menjadi tahun-tahunnya konflik bagi negara Indonesia ini. Konflik ini kemudian menyebar dan mengakibatkan penjarahan toko dan pembakaran fasilitas umum menjalar di mana-mana. Pokoknya, tahun ini menjadi tahu ter-ekstrim yang di alami oleh Indonesia.  

Konflik Myanmar Yakni Kaum Rohingya  

Belom lama , sekitaran tahun-tahun kemarin ini dunia lagi-lagi di kejutkan dengan adanya kasus di Myanmar akibat adanya konflik Rohingya yang sedang melanda negara tersebut. Kaum ini menjadi kaum etnis yang dikatakan mendapat sebuah perlakukan terlalu diskriminatif oleh adanya pemerintah di Myanmar. Konflik ini sendiri pun menjadi konflik kemanusiaan pada abad ke 21. Di dalam konfliknya yang membuat seram itu ialah adanya pembantaian atas kaum Rohingya oleh tentara pemerintah.  

Konfliknya sendiri terpicu atas dasar anggapan bahwa kaum Rohingya ini bukanlah menjadi bagian penduduk di Myanmar. Terlebih lagi, mereka semua tahu bahwa kaum Rohingya ini adalah kaum minoritas Muslim yang menambah memicu ketidaksenangan Pemerintah di Myanmar sana. Di negara Myanmar sendiri, lebih banyak di huni oleh kaum yang beragama Budha. Sehingga, dalam hal ini kedatanagn kaum Rohingya membuat sebagaian penduduk disana merasa terganggu dan menjadikan mereka semua pendatang bukanlah penduduk dari Myanmar itu sendiri.  

Konflik Sangkut Paut Israel Palestina  

Konflik yang dimana sudah bukan menjadi rahasia publik lagi. Konflik ini sudah dimulai selama 37 tahun lamanya yang pada saat itu Israel melakukan penyerangan dan berhasil untuk menguasai adanya sebagian wilayah seperti : Yordania, Iran serta daerah tepi Barat dari Palestina. Sampai saat ini dikatakan juga Israel Palestina masih mebgibarkan danya bendera peperangan antar konflik yang berlangsung lama ini.  

Awal dari perpecahan ini dilakukan oleh kaum Yahudi yang langsung mengklaim atas dasar adanya hak mengenai Yerusallem yang menjadi ibukota dari Palestina. Untuk Palestina sendiri, bersihkukuh menganggap bahwa Holy City Yerussalem adalah warisan nenek moyang bagi mereka. Konflik yang lama inilah yang menjadi pusat perhatiannya dunia. Dari konfliknya sendiri sudah memakan korban jiwa hingga jutaan manusia akibat perang tersebut.  

Perang Agama Terbesar Yang Terjadi Di Indonesia

Perbedaan ras, agama, kebudayaan, tradisi, sudah pasti banyak dialami oleh negara-negara yang ada di dunia ini. salah satunya yang paling menusuk di kalangan dunia ialah peperangan antar Ras beserta dengan agama yang ada. Hal ini memang sudah menjadi sebuah hal yang akan terus berkelanjutan jika tidak ada penengah bagi terciptanya sebuah toleransi di negara tersebut atas dasar perbedaan agama tersebut.

Bisa diambil contoh, salah satu negara yang memang kental sekali dengan perbedaan agama beserta menuai konflik di dalamnya ialah negara kita yaitu Indonesia, memang bisa dinyatakan Muslim di Indonesia itu lebih besar di banding minoritas agama yang lainnya, akan tetapi toleransi harus bisa berjalan dengan semestinya. Melihat satu tahun kebelakang misalnya, 2019 kemarin menjadi salah satu tahun dalam berkelanjutan konflik agama yang ada.

Pada tahun tersebut telah terjadi pelarang di dalam merayakan hari Natal, yang menjadi sebuah konflik agama karena terdapat sebuab keyakinan serta ego manusia yang tinggilah menyebabkan semua itu bisa terjadi. Dan tahun-tahun sebelumnya juga menjadi tahun mirirs bagi Indonesia, dikarenakan selalu ada konflik antar agama yang terjadi di Indonesia ini. dari kasus kecil yang datang, lalu berubah menjadi kasus yang besar , semuanya hanya berasal langsung dari adanya argumen yang sepele. Jika kalian ingin mengingat tahun-tahun sebelumnya mengenai konflik antar agama ini bisa kalian lihat pada artikel yang ada di bawah ini.

Konflik Antar Agama Terbesar Di Indonesia

Dari konflik-konflik yang ada di bawah ini, apakah Indonesia akan bisa berdamai dalam jangka waktu panjang, mengenai konflik antar agama yang sulit terurai dengan keegoisan yang masih ada ?…

~ Perselisihan Antar Agama Di Daerah Aceh

Seperti yang sudah kita ketahui, Aceh sendiri adalah sebuah Provinsi yang ada di Indonesia yang sangat mengikuti aturan syariat Islam.

Benarkah ? apa bisa terlaksana dengan baik ?…

Dalam hal ini memang di benarkan, pasalnya pemerintah Provinsi Aceh sudah memberikan adanya sebuah peraturan spesial bagi Aceh, agar nantinya tidak melakukan memerdekakan provinsinya sendiri dengan mendirikan negeri Khilafah yang sudah terjadi pada zaman nabi terdahulu.

Konflik antar agama ini sendiri sudah terjadi sejak tahun 205 silam, dimana kerusuhan dari konflik ini melibatkan adanya agama Islam dengan agama Nasrani yang sempat terjadi di Aceh.

Terlibatlah untuk para pendemo dari kaum Muslim ini menginginkan adanya pemerintah untuk bisa di dalam membongkar beberapa Gereja yang di dirikan di Aceh sana. Dari konflik ini banyak sudah korban berjatuhan, dengan tidak terhitungnya korban terjatuh atas tragedi antar agama di Aceh yang membuat para pendemo mengalami luka serius. Dan bersyukurnya, masa ini cepat terselesaikan sebelum semuanya bisa menyebar dengan mudahnya.

~ Peselisihan Antar Agama Di Daerah Poso

Melihat tahun-tahun sebelumnya, yakni tepat tahun 2000 silam telah terjadi sebuah konflik agama di daerah Poso yang dikatakan sulit untuk dipisahkan. Perselisihan ini sendiri sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lamanya yang memang diawali langsung dari adanya perselisihan politik dari Agama yang ada.

Tepat sebelumnya di tahun 1990 an pun, Poso sudah dipenuhi oleh penduduk yang notabennya ialah masyarakat muslim dan sejak bertambahnya usia kalender pun banyak orang luar yang datang ke daerah Poso sehingga, dari sinilah muncul agama lainnya yakni adalah agama Non-Islam ( Umat kristiani ) yang jauh lebih dominan.

Dari konflik ini sendiri, kurang adanya peran bantu dari Pemerintah yang membuat konslik antar agama tersebut berlangsung sudah sejak berpuluh-puluh tahun dan mengalami korban jiwa yang sangatlah tinggi sudah. Dari tahun 1990-200an inilah tepat tahun 2001 nya, setelah terjadi sebuah mediasi oleh mantan wakil presiden yakni pak Jusuf Kala, perselisihan pun dapat diakhiri di daearah Poso sana.

~ Perselisihan Antar Agama Di TanjungBadai

Saatnya kita balik lagi ke Provinsi Sumatera. Tepat di bulan Juli tanggal 20, 2016 kemarin.. terdapat 11 wihara yang dikabarkan 2 yayasan diantaranya sudah di rusak langsung oleh warga yang sudah mengamuk di daerah TanjungBadai, Sumatera Utara ( Sumut ).

Beberapa bangunan yang berada di samping untuk beribadah bagi umat Buddha dulu harus rela terbakar dan hangus oleh sangarnya api yang berkobar. Dan diantaranya juga harus rela 8 mobil sudah dengan beberapa motor lainnya yang rela ikut menjadi santapan si penyembur panas ini di depan tempat peribadahan tersebut.

Dilansir oleh catatan pemerintah, dimana masalah kerugian yang tercipta itu sudah memakan biaya lebih dari Rp. 3 Miliyar rupiah. Dan kerusuhannya sendiri di buat langsung oleh para Masyarakat muslim dengan masyarakat buddha.

Faktor utama dari kejadian konflik yang besar ini ialah “ ketersinggungan warga yang tinggal di TanjungBadai, terhadap pemeluk buddha yang berdarah Tionghoa ini protes terhadap kerasnya suara Adzan dari adanya Masjid Lokal di sekitaran tempatnya tersebut “…. selain itu juga adanya bereda cerita lainnya yakni seorang wanita yang melempari sesuatu kedalam sebuah masjid dengan batu serta berani untuk mengusi adanya imam di dalam yang sudah menyebar sangat cepat beritanya tersebut.

Dari kejadian ini, tidak adanya sebuah tindakan hukum dari ke 2 belah pihak yang dimana, sampai sekarang pun untuk ke 11 wihara yang ada disana selalu di jaga oleh pihak kepolisian pada saat jam-jam beribadah langsung.

~ Peselisihan Antar Agama Yakni Konflik Sampang

Selanjutnya ialah Konflik Sampang yang menjadi Konflik terkenal di Indonesia. Konflik ini terjadi diantara para pengikut Ahlis Sunnah Wal Jama’ah dan juga dari penganut Islam Syiah. Dari perselisihan inilah menimbulkan banyak sekali memakan korban yang ada dari dua pengikut aliran agama tersebut.

Diketahui dari salah satu situs media yang ada, 2 orang warga dari pengikut aliran Syiah sudah menjadi korban dengan ke 6 diantaranya mengalami sebuah luka berat dan di haruskan untuk di rawat di Rumah Sakit setempat.

Konflik ini sendiri yakni adalah konflik Sampang yang sudah terjadi dari tahun 2004 dan sudah berpuncak langsung pada adanya pembakaran rumah dari Ketua Ikatan Jama’ah Ahl Al Bait yang sudah dikenal langsung disana sebagai IJABI. Sudah tertera adanya 2 rumah Jama’ah dari aliran Syiah lainnya yang ikut terbakar dan ada juga Mushola yang tidak bersalah pun terusak langsung oleh adanya massa sebanyak 500 yang terdiri langsung dari Jama’ah Ahlus Sunnah Wal-Jamaah.

Selain ke 4 Konflik tersebut, masih banyak diantara lainnya konflik yang membawa Agama seperti di Papua misalnya. Disana sudah terjadi banyak sekali konflik yang berasal langsung dari adanya perselisihan antar agama tersebut. dilakukannya oleh PGGJ yang ingin membongkar adanya sebuah menara dari Masjid Al-Aqsha Sentani. Dan dari kejadian ini sudah di liput oleh seluruh berita yang ada termasuk berita dunia.