Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

 

Pengacara HAM yang yang dimana selama ini mengerti konflik Israel dan Palestina, Qasim Rashid yang dimana dirinya menjelaskan, ada beberapa fakta mengenai konflik Israel-Palestina yang saat ini berlangsung dan dirinya yakini semua pihak tentunya dapat menyetujuinya. Kita semua tau Israel dan juga Palestina adalah dua negara yang saling bergejolak memperebutkan tanah yang ditinggali oleh Palestina.

Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

Seperti yang dijelaskan oleh Rashid, anggota Komunitas Musllim Ahmadiyah, jika tujuan akhirnya adalah perdamaian, tentunya kita harus mengetahui beberapa realita yang terjadi antara konflik israel dan juga Palestina tanpa mengeksplorasi satu dengan yang lainnya. Mengabaikan beberapa fakta tidak dapat menyelesaikan perbedaan. Dimana jika semua pihak yang memang sungguh-sungguh menginginkan sebuah perdamaian, sedikitnya ada yang mengakui tentang keinginan perdamaian.

Dimana beberapa hal yang telah dilakukan oleh tentara-tentara yang menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan beberapa di antaranya harus kehilangan nyawa. Belum lagi ditambah campur tangan Amerika serikat, Turki dan beberapa negara lainnya dalam konflik ini. Maka berikutnya adalah beberapa fakta yang ada tentang konflik Israel dan juga Palestina yang tentunya harus dibawa ke dalam meja perundingan.

Tembakan roket-roket Hamas harus dihentikan

Dimana kita harus mengecam kekerasan tentang Hamas, roket-roket dari situs joker123 mereka, dan juga berbagai tembakan mereka yang selalu membabi buta yang menimbulkan resiko yang sangat berbahaya bagi warga sipil Israel. Roket-roket yang dimana harus berhenti tanpa syarat. Fokus kepada pada Hamas sebagai salah satu alasan bagi Israel untuk membela diri adalah salah satu cara bentuk pengalihan perhatian. Posisi seperti ini yang dimana menunjukkan seolah-olah konflik yang memang terjadi 27 tahun lamanya.

Padahal konflik ini yang dimana sudah terjadi sudah 65 tahun. Perlawanan Israel yang terjadi terhadap Palestina khususnya Gaza terjadi jauh sebelum Hamas ada. Setiap pembicaraan yang dimana semuanya mengabaikan sebelum tahun 1978 merupakan tidak untuk, tidak tulus dan akan memberikan bukti yang tidak efektif di meja perundingan. Hamas yang dimana hanyalah sebuah simptom dari konflik, tapi bukan merupakan sebuah akar dari permasalahan.

Harus berdamai

Jika Muslim yang dimana memang ingin perdamaian di Palestina, maka mereka yang juga harus bersatu dalam damai di seluruh dunia. Sebelum mereka mencerca Israel, negara-negara yang dimana mayoritas Muslim yang seharusnya memberikan contoh dan juga  membangun sebuah perdamaian yang ada satu dengan lainnya. Dimana di kutip dari pidato pemimpin suci Muslim Ahmadiya, Mirza Masroor Ahmad yang dimana dirinya mengatakan bagaimana anda dapat menuntut Israel saat memperlakukan Palestina dengan damai dan juga adil jika beberapa di antaranya tidak mampu membangun damai tersebut di antara diri mereka sendiri. 

Perdamaian tidak akan hadir tanpa adanya keadilan

Keadilan yang dimana hanya akan didapat pada saat hidup dalam perdamaian, dan juga perdamaian yang dimana hanya akan mampu hidup dengan sebuah kepemimpinan yang tentunya memiliki sebuah prinsip. Sebelum ada negara Israel, dimana di ketahui Palestina membuka pintunya untuk menerima sekitar 700 ribu pengungsi dari Yahudi yang pada saat itu melarikan diri dari Perang Dunia I dan juga Holocaust. 

Jumlah ini yang dimana di ketahui sangat besar jika mencermati populasi Muslim  yang ada di Palestina pada tahun 1947 yang  dimana saat itu hanya sekitar 1,2 juta orang. Itu sebabnya, Palestina yang tidak memberikan suaranya untuk mendukung negara Isrel untuk didirikan. Pengakuan atas fakta ini tentunya sangat penting untuk menggambarkan sejarah pada saat berusaha menemukan sebuah kesepakatan bersama untuk sebuah masa depan.

Sejak Israel dibentuk oleh PBB

Dimana beberapa kelompok garis keras yang pro-plastienia yang berargumen bahwa palestina sendiri yang  merupakan Kelompok garis keras pro-Palestina berargumen bahwa Palestina yang dimana tidak pernah menyetujui pembentukan negara Israel. Maka mereka tidak akan mengakui negara Israel, sedangkan kelompok pro-Israel yang sebaliknya berargumen bahwa PBB yang mendirikan Israel secara demokratis sehingga negara tersebut ada. Realitasnya adalah kita yang dimana tidak bisa membalikkan sebuah sejarah. Israel berhak untuk dapat bertahan hidup, tak ada perdebatan atau juga perkelahian yang akan membalikkannya.

Darah orang Arab dan darah Yahudi adalah darah yang sama 

Tidak ada pembenaran yang di lakukan untuk membunuh warga sipil. Ide bahwa darah Arab yang dimana lebih bernilai daripada darah dari orang Yahudi atau darah Yahudi yang dimana lebih bernilai daripada darah Arab, merupakan sebuah bentuk dari rasisme modern dengan segala bentuk keburukannya. Hak anak-anak Palestina yang juga tentunya sama dengan hak-hak anak-anak Israel, begitupun juga sebaliknya. Setiap tindakan lain yang dimana mengabaikan prinsip ini yang memang merupakan pelanggaran HAM dan menggelincirkan sebuah proses perdamaian.

Berpotensi melakukan kejahatan perang 

Palestina yang dimana harus dituntut pertanggungjawabannya atas sebuah kejahatan perang yang  dimana telah dilakukan di Hamas. Israel harus bertanggung jawab ke PBB dan juga hukum internasional atas penggunaan bom fosfor dan juga menjadikan manusia sebagai sebuah perisai perang. Amerika yang dimana juga harus adil dalam tindakannya dan begitu juga dengan semua pemimpin Muslim yang ada di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, reputasi Amerika yang dimana di mata seluruh dunia dan juga khususnya di mata masyarakat Muslim yang dianggap tidak jujur dan terlalu berpihak pada Israel. Kesan ini yang dimana tidak mudah diperbaiki tapi tentunya harus diperbaiki demi tujuan menciptakan sebuah perdamaian. Rashid yang dimana dirinya juga menegaskan, perdamaian yang dimana tidak akan pernah hadir tanpa keadilan. Perdamaian yang ada  di masa depan tidak akan hadir tanpa sebuah pengakuan atas fakta sejarah konflik yang terjadi di Israel dan juga Palestina. Ironisnya, hanya ada dua tipe manusia yang dimana akan mengabaikan hal ini.

MENGAPA PERDAMAIAN BELUM TERCAPAI?

Setelah bertahun-tahun konflik yang dimana masih diwarnai dengan kekerasan, kedua belah pihak yang pernah mencapai kesepakatan pada tahun 1993. Palestina yang pada saat itu akan mengakui negara Israel dan Israel yang akan mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai sebuah perwakilan sah dari rakyat Palestina. Disebut Perjanjian Oslo, kesepakatan itu juga yang kemudian menciptakan Otoritas Palestina yang dimana memiliki beberapa kekuasaan pemerintahan sendiri yang dimana terbatas di Tepi Barat dan juga di Jalur Gaza. Itu adalah sebuah kesepakatan sementara, sebelumnya apa yang seharusnya menjadi sebuah perjanjian damai yang komprehensif yang ada dalam lima tahun.

Selama lima tahun berikutnya, dimana ada sekitar 3.000 korban dari warga Palestina dan juga 1.000 korban dari Israel, di mana banyak warga sipil Israel yang tewas karena aksi bom bunuh diri. Konsekuensinya yang pada saat itu sangat besar. Israel mundur dari Gaza, dan dimana pada pertengahan 2000-an Hamas yang merupakan sebuah faksi fundamentalis Sunni Palestina yang dianggap sebagai sebuah organisasi teroris oleh banyak negara, mengambil alih wilayah pesisir.Karenanya, Gaza dan ditempatkan di bawah blokade militer Israel yang dimana membatasi pasokan makanan, air, dan juga  energi untuk 1,8 juta penduduknya.

Itulah beberapa fakta berbeda tentang konflik Israel dan juga Palestina. Dimana konflik-konflik tersebut yang memang harus diselesaikan dengan perdamaian kedua belah pihak yang ada di dalamnya.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Diskusi masalah sosial dan juga politik dari Rakhine dihadiri oleh warga Buddha yang dimana juga menyebut Rohingya sebagai orang Bengali atau juga masyarakat Muslim. Etnis mayoritas Rakhine, yang sebagian beragama Budha, dan juga juga kelompok muslim yang dimana di Ronghingya tidak hidup dengan berdampingan sejak sebuah kerusuhan komunal besar di negara bagian Rakhine, Myanmar yaitu pada tahun 2012.

Total penduduk negara yang ada di bagian Rakhine berdasarkan dengan sensus 2014 yang dimana tercatat 3,100.000 lebih. Sebagian besar dari suku Rakhine yang dimana mayoritas pemeluk dari agama Buddha yaitu 96,2% , dan penduduk yang beragama Kristen yaitu 1,8 dan untuk penduduk 1,4% yang Muslim tetapi semuanya tidak mencakup Rohingya. Rohingya yang tidak turut disensus karena dianggap bukan sebuah warga negara. Mayoritas kelompok Rohingya yang ada di Myanmar tinggal di negara bagian ini.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Jumlah warga Rohingya yang ada di Rakhine yang dimana diperkirakan sekitar satu juta jiwa. Adapun juga dimana ratusan ribu warga lainnya yang mengungsi ke negara tetangganya yaitu Bangladesh, dan juga negara-negara lainnya, termasuk Malaysia dan juga Indonesia. Berikut beberapa fakta tentang negara yang sekarang ini sedang mengalami ketegangan. Mengapa Rohingya sendiri tidak diakui sebagai sebuah warga negara? Kalangan sejarawan yang juga saling bersilang pendapat apakah Rohingya yang memang sudah menetap di Myanmar sebelum adanya kemerdekaan dari Inggris yaitu yang terjadi pada 1948.

Rohingya Tidak Diakui

Narasi resmi yang biasanya digunakan oleh Myanmar adalah bahwa  Rohingya sebagai salah satu masyarakat yang di anggap pendatang gelap dari Bangladesh yang sebelumnya mereka dibawa oleh penjajah Inggris ke Myanmar- yang pada saat itu disebut dengan Burma untuk bekerja di ladang. Mereka yang pada umumnya kemudian tinggal di Rakhine. Rohingya sendiri mereka meyakini bahwa mereka yang memang penduduk asli dari wilayah Rakhine yang semestinya diperlakukan sama hal nya dengan etnik mayoritas yang berada di Rakhine. Kami adalah warga negara ini, dimana dahulu nenek moyang kami sudah hidup turun temurun dan ada disini, hal tersebut yang diungkapkan salah seorang aktivis Rohingya yang ada di Rakhine.

Karena tidak masuk di dalam daftar 135 etnik yang sudah diakui sah sebagai warga negara yang ada di Myanmar berdasarkan dengan undang-undang 1982, Rohingya yang dimana bahkan tidak mendapat akses leluasa, misalnya saja untuk layanan kesehatan, pendidikan dan juga untuk lapangan kerja. Sittwe pada saat sebelum kerusuhan 2012 merupakan sebuah kota tempat berbagai suku tinggal di Myanmar, termasuk  dengan suku Rohingya yang pada saat itu hidup berdampingan.

Kini kota itu didominasi oleh etnik Rakhine, dan hal ini juga termasuk dalam roda perekonomian. Jika ingin menjadi warga negara, mereka yang dimana harus mengikuti proses naturalisasi dengan berbagai macam bukti-bukti dan juga dokumen panjang bahwa mereka yang harus diketahui sudah menetap di Myanmar. Akan tetapi, selama ini akses mereka yang digunakan untuk dapat memperoleh dokumen sangat dibatasi. Lagipula, mereka yang juga yang dimana tidak boleh mengklaim dirinya sebagai masyarakat yang berasal dari Rohingya, Artinya, mereka yang dimana harus menanggalkan atribut itu sama sekali.

Diklaim bukan minoritas

Kelompok Rohingya yang juga diperkirakan berjumlah sekitar satu juta jiwa yang pada saat ini tersisa di Rakhine. Selain Rohingya, ada juga etnik Kaman yang juga mereka menganut dan beragama Islam di Rakhine dan mereka memang sudah diakui sebagai warga negara Myanmar. Jumlah mereka yang ditaksir puluhan ribu orang.Fakta tersebut yang dimana beberapa suku yang jumlah anggotanya hanya beranggotakan beberapa ratus saja.

Menurut anggota parlemen yang ada dari Rakhine, U Bha Shein, maka Rohingya atau yang dijuluki dengan orang Bengali atau Muslim yang ada di Rakhine bahkan juga yang ada di Myanmar yang tidak bisa disebut sebagai sebuah kelompok minoritas. Dimana sebagian kalangan menyebut orang-orang Bengali ini adalah minoritas, itu anggapan yang salah. Dimana dirinya beranggapan bahwa penduduk Bangladesh ketika mereka baru merdeka dan kemudian bangladesh yang di huni 200 juta jiwa. Dimana menurut dirinya sekarang ini terdapat sekitar satu juta orang Bengali yang berasal dari negara Bangladesh di negara kami yang saat ini mengalami peningkatan jumlah penduduk. 

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ingin pindah ke Malaysia

Anak-anak Muslim Rohingya dimana diketahui mereka ‘kehilangan’ orang tua mereka. Sejak kekerasan komunal yang ada antara komunitas Buddha dan juga Muslim yang terjadi pada 2012, kaum nasionalis Buddha yang dimana mengklaim terjadinya sebuah ‘peningkatan penduduk Muslim karena angka kelahiran disana yang sangat tinggi’ sehingga mereka perlu ‘melindungi’ beberapa ras dan juga agama mereka yang ada sebagai identitas asli dari Myanmar.

 

Tak lagi hidup berdampingan

Komunitas Buddha dan juga komunitas Muslim yang dahulu hidup berdampingan, sejak kerusuhan komunal yang terjadi pada 2012 yang menyebabkan sekitar 200 orang yang berasal dari kedua kubu meninggal dunia dan juga mengakibatkan ribuan rumah terbakar – sebagian besar hak yang merupakan milik orang Rohingya terpaksa harus direlakan dan hidup mereka dipisahkan. Di tataran pasar pun, ada pasar yang dimana memang ditujukan khusus untuk komunitas Rohingya dengan konsumen dan juga pembeli yang memang orang Rohingnya. Bangunan masjid kuno yang ada di Sittwe yang juga dipaksa tutup untuk mencegah sebuah amuk massa Buddha yang ekstrem yang tak menginginkan sebuah masjid beroperasi. Orang-orang Rohingya dan juga sebagian anggota suku Kaman yang dimana semuanya dipaksa masuk ke kamp-kamp pengungsian yang ada di Rakhine. Di permukiman khusus tersebut, dimana mereka hidup dengan tidak bebas untuk keluar dan juga harus mengurus izin khusus jika ada sebuah kepentingan yang  mendesak. Otorita setempat yang dimana mengatakan penempatan orang Rohingya yang berada di permukiman khusus dilakukan tentunya demi keselamatan mereka untuk mencegah terjadinya sebuah bentrokan dengan komunitas Buddha. Akan tetapi, Rohingya yang menyatakan ingin kembali ke tanah mereka semula yang dahulu menjadi kampung halamannya. 

Kubu nasionalis Buddha menuding Rohingya 

Dimana kubu Budha yang menuding masyarakat Rohingya yang mengambil tanah hak milik warga asli Rakhine. Ibu kota negara bagian Rakhine, dimana pemegang paspor asing yang di harus kan untuk melapor ke bagian imigrasi untuk mendaftarkan diri sebagai pengunjung dan juga sekaligus mendapat sebuah ‘peringatan’ tentang daerah-daerah mana saja yang dilarang dan juga yang tidak boleh dikunjungi. Meskipun operasi militer sekarang ini digunakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pasca sebuah penembakan yang terjadi di pos perbatasan yang ada di Maungdaw, Rakhine. Pada Oktober 2016 dan dinyatakan telah berakhir pada Februari 2017. Dimana sebagian wilayah yang ada di negara bagian Rakhine yang diketahui juga masih dinyatakan tertutup bagi umum.

Sembilan petugas yang tewas dalam sebuah serangan yang diyakini dilakukan oleh para pemuda yang berasal dari Rohingya dengan menggunakan senjata tajam. Wilayah yang tertutup itu meliputi Rakhine utara, termasuk juga Maungdaw dan juga sekitarnya. Maungdaw adalah kota yang berada di wilayah Myanmar yang dimana merupakan kota terdekat dengan perbatasan Myanmar-Bangladesh Para pekerja bantuan sosial dan juga wartawan jika hendak mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya yang dimana mereka harus mengurus izin masuk.

Itulah beberapa fakta tentang Konflik Rohingya, dimana masyarakat sana yang tidak mendapatkan hak mereka, dan tidak bisa keluarnya masyarakat Rohingya dari negara tersebut. Semoga dengan ini gambaran kita terhadap konflik Rohingya semakin jelas. Terimakasih. 

Penyebab Konflik Antar Agama

Masyarakat di seluruh dunia terdiri dari berbagai jenis golongan. Banyaknya keberagaman itu tentunya menjadi suatu bentuk kemajemukan yang baik dan memberi variasi dalam kehidupan manusia. Dengan adanya keberagaman ini kehidupan lebih terasa menyenangkan serta tidak mudah bosan. Selain itu, banyaknya keberagaman dalam hidup manusia juga memberi perkembangan dalam banyak hal. Salah satu manfaat yang cukup terasa dari keberagaman ini dialami dalam berkembangnya teknologi untuk memberi kemudahan bagi hidup manusia, hingga aneka jenis pilihan yang banyak dari produk maupun jasa yang sudah diciptakan dalam kesehari-harian.

Namun betul pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada gading yang tak retak. Termasuk dalam kehidupan manusia, dimana tidak ada hal apapun yang akan berjalan dengan sempurna secara langsung begitu saja. Tentunya diperlukan suatu upaya perbaikan maupun kegagalan yang ditempuh sebelumnya, untuk dapat memberi perbaikan hingga menjadi lebih sempurna lagi. Salah satu contoh masalah yang sering terjadi dalam interaksi di kehidupan manusia contohnya dalam bagian agama atau suatu kepercayaan. Meskipun agama itu sendiri pada hakikatnya tidak ada yang mengajarkan akan suatu pedoman untuk mencela sesamanya, namun aneka macam masalah selalu saja terjadi dalam bagian itu. Untuk mengetahui informasi lebih jelas seputar hal ini, akan dibahas di dalam penjabaran dibawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Konflik Adalah Pemecah

Salah satu konflik yang memberi dampak cukup besar bagi banyak pihak contohnya konflik sara. Konflik mengenai hal penting dalam kelompok manusia sekaligus menjadi identitas dari kelompok tersebut sering menimbulkan suatu konflik diantaranya. Bahkan beberapa pihak juga banyak yang sering berusaha memanfaatkan hal ini demi keuntungannya atau golongannya sendiri. Maka dari konflik tersebut dapat disebut sebagai salah satu senjata jitu yang sangat ampuh sebagai pemecah belah golongan masyarakat. Perpecahan yang terjadi sering dalam seputar pemahaman dan keyakinan dari kepercayaan tersebut.

Hal ini pada umumnya banyak yang terjadi dalam bentuk upaya melecehkan perbedaan. Hal-hal yang tidak sesuai dan berbeda dari keyakinan pihak yang berbeda sering dianggap sebagai suatu kesalahan besar yang melanggar aturan hingga disebut sebagai suatu kekejian yang harus dimusnahkan keberadaannya dari muka bumi ini. Maka dari itu konflik ini muncul sebagai suatu bentuk perpecahan antar golongan masyarakat khususnya dalam komunitas antar umat beragama.

 

Dampak yang Ditimbulkan Konflik Umat Beragama

Selain bermasalah dalam kepentingannya sendiri, konflik diantara umat beragama juga  memicu konflik horizontal lain yang terjadi diantara umat beragama. Berbagai hal bisa ikut terkena dampaknya, atau bahkan bisa berkembang menjadi permasalahan yang jauh lebih besar dari konflik agama sebelumnya. Hingga dalam banyak kasus, konflik agama ini seringkali memicu perpecahan dalam persatuan kehidupan bernegara. Seperti contoh akibat dari ketidak akuran para anggota dari suatu lembaga masyarakat, hingga akibatnya berdampak pada kinerja lembaga tersebut menjadi tidak terurus. Bahkan kondisi lebih buruk yang sering terjadi seperti menimbulkan kehancuran dari lembaga tersebut. Baik itu dalam skala kecil hingga skala kehancuran total.

Selain dalam bentuk aneka macam kelompok mulai dari yang berskala kecil hingga cukup besar, politik sara dapat menimbulkan kebencian yang timbul diantara umat beragama. Perbedaan dalam hal-hal kecil menjadi sangat mudah dan sering untuk dipermasalahkan seolah-olah menjadi suatu masalah yang sangat fatal diantara mereka. Salah satu contoh yang begitu terasa dalam wilayah Indonesia ini seperti dunia politik yang terbalut akan unsur agamis. Sosok agama seringkali dijadikan kedok oleh banyak pihak sebagai bentuk pembelaan atau menyatakan pertobatan dari pihak tersebut saat suatu masalah muncul. Akibatnya publik pun merasa gerah dengan metode pemutihan kesalahan yang dilakukan semacam ini.

Pada hakikatnya semua macam agama diciptakan untuk maksud yang baik. Agama bertujuan untuk mengambil tindakan pemulihan dalam hidup manusia. Seluruh manusia dalam hidupnya telah sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang berdosa, yang telah jatuh dari hakikat yang seharusnya benar dari kondisi sebelum kejatuhan. Tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan bagi manusia lain. Namun meskipun telah diajarkan sedemikian rupa, terkadang beberapa orang dalam hidup terpaksa melakukan kejahatan akibat suatu kondisi berat dalam hidupnya maupun atas kesalah pahaman.

Di masa kini banyak konflik terjadi atas dasar suatu isu sara yang berkembang. Isu ini dipertimbangkan merupakan suatu hasil yang dikerjakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka dengan sengaja berusaha menyulut api kemarahan dari pihak-pihak tertentu kaum agamis yang memegang teguh kepercayaannya. Sontak beberapa orang yang begitu mengutamakan doktrin kepercayaan yang diterimanya akan langsung marah saat disampaikan suatu hal yang bertentangan dengan kepercayaan tersebut. Tindakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, namun sebagai usaha untuk memberikan manfaat bagi kepentingan diri atau kelompoknya.

 

Hal-hal yang Memicu Konflik Antar Agama

Berikut beberapa hal yang umumnya dapat memicu konflik antar umat beragama:

1. Pemahaman yang Sempit Akan Kebebasan Beragama dan Beribadah

Sosok kelompok dengan paham ini menganut kepercayaannya sebagai suatu hal yang dianggap paling benar. Sehingga tidak mau menerima pendapat atau pengajaran dari pihak lain. Kebebasan yang telah diterima dalam memeluk suatu agama dapat menimbulkan permasalahan macam ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar akan tata cara menggunakan kebebasannya bagi kepentingan umum. Segala sesuatu yang diberikan secara bebas tentunya harus dipertanggungjawabkan kebebasan itu, dimana salah satu syaratnya untuk penerapan kebebasan itu tidak boleh melanggar kebebasan dari golongan lain.

2. Mengutamakan Paham Radikalisme

Hal ini juga yang sering menjadi masalah besar dalam golongan tertentu. Pikiran yang begitu radikal dan hanya berpusat pada kepentingannya saja akan berakhir pada pengertian yang ekstrim dalam mempertahankan kepercayaannya. Dimana hal ini juga seringkali memberi dampak negatif bagi golongan lain yang kepercayaannya berbeda.

3. Merebut Lahan Untuk Lokasi Tempat Beribadah

Masalah ini cukup sering terjadi terutama dalam wilayah daerah yang bukan menjadi kota besar. Hak milik dari suatu tanah dianggap begitu besar sehingga banyak muncul pihak yang menganggap suatu wilayah tempat berdirinya tempat ibadah dari kepercayaan tertentu merupakan lahan miliknya. Merasa memiliki hak atas tempat itu, pihak ini sering melarang orang untuk yang beribadah di sana. Sehingga hal ini mengganggu kegiatan beribadah rutin yang dilakukan kelompok kepercayaan yang beribadah di daerah itu.

4. Kurang Sadarnya Masyarakat Akan Toleransi dan Keharmonisan

Toleransi menjadi bentuk penting dalam banyak hal di kehidupan manusia, terutama dalam menjamin hubungan yang baik diantara beragamnya perbedaan diantara mereka. Tingkat toleransi yang kecil dalam usaha untuk saling mengerti satu sama lain dapat menimbulkan perbedaan kecil diantara mereka berkembang menjadi masalah besar. Hal ini juga memberi dampak kewas-wasan dalam pikiran banyak pihak beragama di antara satu dan lainnya.

Menjadi suatu hal yang penting bagi para pemeluk agama yang beragam untuk menyadari perbedaan di antara mereka sehingga dapat menghindari konflik. Maka dari itu toleransi di antara satu sama lain memberi peran penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

5. Perbedaan Penafsiran dari Kitab Suci yang Diyakini

Perbedaan kitab suci yang dipercaya oleh berbagai jenis agama juga menimbulkan permasalahan bagi segenap pemeluknya. Diantara satu agama pun bisa menimbulkan banyak pemahaman yang bertentangan satu sama lainnya. Akibat dari pertentangan ini tentunya merusak hubungan di antara pihak-pihak yang tidak sepakat itu. Hal ini bahkan sering terjadi akibat dari kesalah tafsiran dari pihak tertentu akan kitab sucinya. Salah satu contoh yang sudah terkenal dalam permasalahan ini seperti yang menjadi latar belakang dari konflik di Suriah. Maka dari itu diperlukan adanya kebesaran hati yang lapang untuk dapat menerima perbedaan tersebut sehingga tidak memicu terjadinya konflik di kemudian hari.

Konflik SARA Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik sendiri biasanya terjadi akibat tidak sepahamnya pandangan atau adanya perbedaan antara dua atau lebih kelompok yang berada di suatu wilayah. Perbedaan pandangan itu biasanya mencakup agama,ras, suku dan juga antar golongan yang satu dengan yang lainnya. Atau hal ini biasanya disingkat dengan SARA. Tak adanya manajemen yang pasti terhadap suatu pandangan yang mengakibatkan konflik yang biasanya muncul secara perlahan-lahan dan kemudian menyebar luas. Di indonesia sendiri tempat dimana terdapat keberagaman budaya dan juga suku, pada umumnya konflik adalah hal yang sering terjadi yang tidak dapat dihindari. Hanya saja beberapa orang biasanya memanfaatkannya sebagai sebuah kepentingan lain hingga menimbulkan perpecahan yang lebih besar.

Konflik SARA Mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia

Seperti dalam artikel ini akan kita bahas beberapa konflik dahsyat yang pernah terjadi di indonesia. Mari membahas ini untuk sebuah pembelajaran terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi di indonesia, agar nantinya tidak terulang kembali di masa depan. Berikut ini beberapa konflik yang pernah terjadi di indonesia akibat SARA.

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Untuk anda yang mengetahui tentang kerusuhan yang terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan antar suku yang sangat mengerikan yang pernah terjadi di indonesia. Sebuah sejarah kelam indonesia yang masih diingat hingga kini. Awal mula konflik ini terjadi adalah di diduga karena suku dayak yang awalnya dibantai oleh warga Madura yang menetap di sana. Ada versi lainnya juga yang menyebutkan bahwa bermula karena kedua suku saling membakar rumah dan membuat suku dayak memenuhi hampir beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Akibat konflik antar suku ini diperkirakan ada 500 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 100 orang di antaranya mengalami pemenggalan kepala yang dilakukan oleh suku Dayak. Pemenggalan tersebut dilakukan karena suku dayak menginginkan untuk mempertahankan wilayah yang pada saat itu dikuasai oleh suku Madura. Pada saat itu pihak kepolisian sebenarnya sudah ikut turun tangan dan juga ikut untuk meredam konflik tersebut, dengan cara menangkap beberapa orang-orang yang diduga sebagai pemicu konflik atau dalang kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu ketika polisi menangkap orang-orang tersebut kantor polisi pada saat itu dikepung oleh warga dayak dan terpaksa melepaskan kembali tahanan. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2001 dan berakhir selang satu tahun kemudian.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang terjadi di Ambon ini ada kaitanya dengan agama pada saat itu terjadi di Ambon 1999. Dan pada saat itu konflik ini pun meluas dan menjadi kerusuhan antar agama islam dengan kristen yang pada saat itu mengakibatkan banyak korban meninggal. Pada saat itu orang-orang dari kelompok islam dan juga kristen mereka saling serang dan saling berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik yang sejak awal hanya dianggap konflik biasa ini ternyata menjadi sebuah kerusuhan yang menyebar luas. Namun pada saat itu juga muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja merencanakan hal ini, dengan cara memanfaatkan isu yang ada. Selain itu juga yang mengesankan pada saat itu ABRI tidak bisa menangani dengan baik konflik ini, hal ini juga menjadi sebuah spekulasi bahwa hal tersebut dilakukan agar konflik tersebut terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar yang pada saat itu terjadi. Dengan terjadinya konflik di Ambon tersebut menyebabkan kerukunan antar umat beragama di indonesia sempat memanas hingga beberapa tahun.

Konflik Antara Etnis (1998)

Kerusuhan yang pada saat itu terjadi di tahun 1998 di penghujung masa orde baru, menyangkut sebuah konflik etnis yang pada saat itu dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak para investor tidak lagi bermain di situs sbobet88 yang saat itu runtuh. Namun hingga pada akhirnya kerusuhan terus menyebar dan menjadi sangat mengerikan berujung pada konflik antar etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Pada saat-saat menertibkan tersebut kerusuhan melebar dan menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki para etnis Tionghoa dijarah dan juga dibakar oleh masa. Tidak hanya di situ selain dilakukannya penjarahan dan juga pembakaran, baka juga para etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual hingga pembunuhan. Kasus pelecehan dan juga pembunuhan tersebut menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan juga banyak beberapa yang tidak terungkap hingga kini. Benar-benar suatu sejarah kelam yang mengerikan.

Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah & Syiah)

Di indonesia sendiri banyak sekali beberapa golongan dalam sebuah agama. Misalnya saja dalam agama islam terdapat golongan NU, Muhammadiyah dan juga Ahmadiyah. Sayangnya ada beberapa golongan agama tersebut yang menyimpang dari ajaran hingga pada akhirnya menjadi suatu hal yang dimusuhi dan dijauhi oleh kelompok mayoritas. Seperti halnya golongan Ahmadiyah yang banyak sekali mendapatkan intimidasi dari kelompok masyarakat mayoritas. Ahmadiyah sendiri di anggap salah satu agama yang menyimpang hingga diusir dan juga pembakaran terhadap rumah ibadah hingga banyaknya aksi kekerasan aslinya. Banyak diantaranya para jemaah Ahmadiyah di paksa untuk meninggalkan ajarannya dan kembali kepada ajaran lamanya. Selain itu ada juga kelompok agama yang bernama Syiah yang sangat di tekan di indonesia. Di indonesia syiah ini dianggap sesat dan juga mempunyai ajaran yang terlalu ekstrim hingga banyak melakukan kekerasan pada kelompok ini seperti hal nya pembakaran rumah ibadah dan juga pesantren pada kelompok ini. Kebanyakan dilakukan dengan dalih agr agama islam tidak tercemar dengan ajaran sesat.

Konflik Antar Golongan Anti Pemerintah

Konflik yang terjadi terhadap kelompok-kelompok tertentu yang juga sering terjadi di indonesia. Salah satu konflik yang menghebohkan hingga sampai ke dunia internasional yaitu konflik Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Konflik tersebut pecah karena banyak dari milisi GAM menginginkan untuk lepas dari indonesia. Sayangnya pada saat itu pemerintah tidak mau dan menimbulkan konflik kekerasan yang terjadi hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya konflik ini selesai dengan sebuah kesempatan dimana salah satunya yaitu menjadikan Aceh daerah otonomi khusus. Selain adanya GAM ada juga RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM Operasi Papua Merdeka. Kelompok-kelompok ini mempunyai perbedaan dan berkeinginan untuk merdeka dan lepas dari indonesia. Untuk dapat memenuhi hasrat tindakan-tindakan pemerontakan yang biasanya di lakukan membuat warga sekitar terganggu. Pasalnya adalah gerakan-gerakan tersebut akan membuat situasi bertambah buruk.

Itulah beberapa Konflik yang terjadi akibat SARA di indonesia. Semoga nantinya tidak akan terulang kembali hal-hal tersebut. Sudah selayaknya kita rakyat indonesia yang terdiri dengan berbagai macam ras dan juga suku dapat saling menghargai satu sama lain. Konflik pada dasarnya hanya akan membuat negeri ini menjadi lebih kacau. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang konflik SARA yang terjadi di indonesia. Semoga bermanfaat.

Perang Agama Terbesar Yang Terjadi Di Indonesia

Perbedaan ras, agama, kebudayaan, tradisi, sudah pasti banyak dialami oleh negara-negara yang ada di dunia ini. salah satunya yang paling menusuk di kalangan dunia ialah peperangan antar Ras beserta dengan agama yang ada. Hal ini memang sudah menjadi sebuah hal yang akan terus berkelanjutan jika tidak ada penengah bagi terciptanya sebuah toleransi di negara tersebut atas dasar perbedaan agama tersebut.

Bisa diambil contoh, salah satu negara yang memang kental sekali dengan perbedaan agama beserta menuai konflik di dalamnya ialah negara kita yaitu Indonesia, memang bisa dinyatakan Muslim di Indonesia itu lebih besar di banding minoritas agama yang lainnya, akan tetapi toleransi harus bisa berjalan dengan semestinya. Melihat satu tahun kebelakang misalnya, 2019 kemarin menjadi salah satu tahun dalam berkelanjutan konflik agama yang ada.

Pada tahun tersebut telah terjadi pelarang di dalam merayakan hari Natal, yang menjadi sebuah konflik agama karena terdapat sebuab keyakinan serta ego manusia yang tinggilah menyebabkan semua itu bisa terjadi. Dan tahun-tahun sebelumnya juga menjadi tahun mirirs bagi Indonesia, dikarenakan selalu ada konflik antar agama yang terjadi di Indonesia ini. dari kasus kecil yang datang, lalu berubah menjadi kasus yang besar , semuanya hanya berasal langsung dari adanya argumen yang sepele. Jika kalian ingin mengingat tahun-tahun sebelumnya mengenai konflik antar agama ini bisa kalian lihat pada artikel yang ada di bawah ini.

Konflik Antar Agama Terbesar Di Indonesia

Dari konflik-konflik yang ada di bawah ini, apakah Indonesia akan bisa berdamai dalam jangka waktu panjang, mengenai konflik antar agama yang sulit terurai dengan keegoisan yang masih ada ?…

~ Perselisihan Antar Agama Di Daerah Aceh

Seperti yang sudah kita ketahui, Aceh sendiri adalah sebuah Provinsi yang ada di Indonesia yang sangat mengikuti aturan syariat Islam.

Benarkah ? apa bisa terlaksana dengan baik ?…

Dalam hal ini memang di benarkan, pasalnya pemerintah Provinsi Aceh sudah memberikan adanya sebuah peraturan spesial bagi Aceh, agar nantinya tidak melakukan memerdekakan provinsinya sendiri dengan mendirikan negeri Khilafah yang sudah terjadi pada zaman nabi terdahulu.

Konflik antar agama ini sendiri sudah terjadi sejak tahun 205 silam, dimana kerusuhan dari konflik ini melibatkan adanya agama Islam dengan agama Nasrani yang sempat terjadi di Aceh.

Terlibatlah untuk para pendemo dari kaum Muslim ini menginginkan adanya pemerintah untuk bisa di dalam membongkar beberapa Gereja yang di dirikan di Aceh sana. Dari konflik ini banyak sudah korban berjatuhan, dengan tidak terhitungnya korban terjatuh atas tragedi antar agama di Aceh yang membuat para pendemo mengalami luka serius. Dan bersyukurnya, masa ini cepat terselesaikan sebelum semuanya bisa menyebar dengan mudahnya.

~ Peselisihan Antar Agama Di Daerah Poso

Melihat tahun-tahun sebelumnya, yakni tepat tahun 2000 silam telah terjadi sebuah konflik agama di daerah Poso yang dikatakan sulit untuk dipisahkan. Perselisihan ini sendiri sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lamanya yang memang diawali langsung dari adanya perselisihan politik dari Agama yang ada.

Tepat sebelumnya di tahun 1990 an pun, Poso sudah dipenuhi oleh penduduk yang notabennya ialah masyarakat muslim dan sejak bertambahnya usia kalender pun banyak orang luar yang datang ke daerah Poso sehingga, dari sinilah muncul agama lainnya yakni adalah agama Non-Islam ( Umat kristiani ) yang jauh lebih dominan.

Dari konflik ini sendiri, kurang adanya peran bantu dari Pemerintah yang membuat konslik antar agama tersebut berlangsung sudah sejak berpuluh-puluh tahun dan mengalami korban jiwa yang sangatlah tinggi sudah. Dari tahun 1990-200an inilah tepat tahun 2001 nya, setelah terjadi sebuah mediasi oleh mantan wakil presiden yakni pak Jusuf Kala, perselisihan pun dapat diakhiri di daearah Poso sana.

~ Perselisihan Antar Agama Di TanjungBadai

Saatnya kita balik lagi ke Provinsi Sumatera. Tepat di bulan Juli tanggal 20, 2016 kemarin.. terdapat 11 wihara yang dikabarkan 2 yayasan diantaranya sudah di rusak langsung oleh warga yang sudah mengamuk di daerah TanjungBadai, Sumatera Utara ( Sumut ).

Beberapa bangunan yang berada di samping untuk beribadah bagi umat Buddha dulu harus rela terbakar dan hangus oleh sangarnya api yang berkobar. Dan diantaranya juga harus rela 8 mobil sudah dengan beberapa motor lainnya yang rela ikut menjadi santapan si penyembur panas ini di depan tempat peribadahan tersebut.

Dilansir oleh catatan pemerintah, dimana masalah kerugian yang tercipta itu sudah memakan biaya lebih dari Rp. 3 Miliyar rupiah. Dan kerusuhannya sendiri di buat langsung oleh para Masyarakat muslim dengan masyarakat buddha.

Faktor utama dari kejadian konflik yang besar ini ialah “ ketersinggungan warga yang tinggal di TanjungBadai, terhadap pemeluk buddha yang berdarah Tionghoa ini protes terhadap kerasnya suara Adzan dari adanya Masjid Lokal di sekitaran tempatnya tersebut “…. selain itu juga adanya bereda cerita lainnya yakni seorang wanita yang melempari sesuatu kedalam sebuah masjid dengan batu serta berani untuk mengusi adanya imam di dalam yang sudah menyebar sangat cepat beritanya tersebut.

Dari kejadian ini, tidak adanya sebuah tindakan hukum dari ke 2 belah pihak yang dimana, sampai sekarang pun untuk ke 11 wihara yang ada disana selalu di jaga oleh pihak kepolisian pada saat jam-jam beribadah langsung.

~ Peselisihan Antar Agama Yakni Konflik Sampang

Selanjutnya ialah Konflik Sampang yang menjadi Konflik terkenal di Indonesia. Konflik ini terjadi diantara para pengikut Ahlis Sunnah Wal Jama’ah dan juga dari penganut Islam Syiah. Dari perselisihan inilah menimbulkan banyak sekali memakan korban yang ada dari dua pengikut aliran agama tersebut.

Diketahui dari salah satu situs media yang ada, 2 orang warga dari pengikut aliran Syiah sudah menjadi korban dengan ke 6 diantaranya mengalami sebuah luka berat dan di haruskan untuk di rawat di Rumah Sakit setempat.

Konflik ini sendiri yakni adalah konflik Sampang yang sudah terjadi dari tahun 2004 dan sudah berpuncak langsung pada adanya pembakaran rumah dari Ketua Ikatan Jama’ah Ahl Al Bait yang sudah dikenal langsung disana sebagai IJABI. Sudah tertera adanya 2 rumah Jama’ah dari aliran Syiah lainnya yang ikut terbakar dan ada juga Mushola yang tidak bersalah pun terusak langsung oleh adanya massa sebanyak 500 yang terdiri langsung dari Jama’ah Ahlus Sunnah Wal-Jamaah.

Selain ke 4 Konflik tersebut, masih banyak diantara lainnya konflik yang membawa Agama seperti di Papua misalnya. Disana sudah terjadi banyak sekali konflik yang berasal langsung dari adanya perselisihan antar agama tersebut. dilakukannya oleh PGGJ yang ingin membongkar adanya sebuah menara dari Masjid Al-Aqsha Sentani. Dan dari kejadian ini sudah di liput oleh seluruh berita yang ada termasuk berita dunia.