Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

 

Pengacara HAM yang yang dimana selama ini mengerti konflik Israel dan Palestina, Qasim Rashid yang dimana dirinya menjelaskan, ada beberapa fakta mengenai konflik Israel-Palestina yang saat ini berlangsung dan dirinya yakini semua pihak tentunya dapat menyetujuinya. Kita semua tau Israel dan juga Palestina adalah dua negara yang saling bergejolak memperebutkan tanah yang ditinggali oleh Palestina.

Fakta Konflik Israel & Palestina, Sumber Perpecahan

Seperti yang dijelaskan oleh Rashid, anggota Komunitas Musllim Ahmadiyah, jika tujuan akhirnya adalah perdamaian, tentunya kita harus mengetahui beberapa realita yang terjadi antara konflik israel dan juga Palestina tanpa mengeksplorasi satu dengan yang lainnya. Mengabaikan beberapa fakta tidak dapat menyelesaikan perbedaan. Dimana jika semua pihak yang memang sungguh-sungguh menginginkan sebuah perdamaian, sedikitnya ada yang mengakui tentang keinginan perdamaian.

Dimana beberapa hal yang telah dilakukan oleh tentara-tentara yang menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, keluarga, bahkan beberapa di antaranya harus kehilangan nyawa. Belum lagi ditambah campur tangan Amerika serikat, Turki dan beberapa negara lainnya dalam konflik ini. Maka berikutnya adalah beberapa fakta yang ada tentang konflik Israel dan juga Palestina yang tentunya harus dibawa ke dalam meja perundingan.

Tembakan roket-roket Hamas harus dihentikan

Dimana kita harus mengecam kekerasan tentang Hamas, roket-roket dari situs joker123 mereka, dan juga berbagai tembakan mereka yang selalu membabi buta yang menimbulkan resiko yang sangat berbahaya bagi warga sipil Israel. Roket-roket yang dimana harus berhenti tanpa syarat. Fokus kepada pada Hamas sebagai salah satu alasan bagi Israel untuk membela diri adalah salah satu cara bentuk pengalihan perhatian. Posisi seperti ini yang dimana menunjukkan seolah-olah konflik yang memang terjadi 27 tahun lamanya.

Padahal konflik ini yang dimana sudah terjadi sudah 65 tahun. Perlawanan Israel yang terjadi terhadap Palestina khususnya Gaza terjadi jauh sebelum Hamas ada. Setiap pembicaraan yang dimana semuanya mengabaikan sebelum tahun 1978 merupakan tidak untuk, tidak tulus dan akan memberikan bukti yang tidak efektif di meja perundingan. Hamas yang dimana hanyalah sebuah simptom dari konflik, tapi bukan merupakan sebuah akar dari permasalahan.

Harus berdamai

Jika Muslim yang dimana memang ingin perdamaian di Palestina, maka mereka yang juga harus bersatu dalam damai di seluruh dunia. Sebelum mereka mencerca Israel, negara-negara yang dimana mayoritas Muslim yang seharusnya memberikan contoh dan juga  membangun sebuah perdamaian yang ada satu dengan lainnya. Dimana di kutip dari pidato pemimpin suci Muslim Ahmadiya, Mirza Masroor Ahmad yang dimana dirinya mengatakan bagaimana anda dapat menuntut Israel saat memperlakukan Palestina dengan damai dan juga adil jika beberapa di antaranya tidak mampu membangun damai tersebut di antara diri mereka sendiri. 

Perdamaian tidak akan hadir tanpa adanya keadilan

Keadilan yang dimana hanya akan didapat pada saat hidup dalam perdamaian, dan juga perdamaian yang dimana hanya akan mampu hidup dengan sebuah kepemimpinan yang tentunya memiliki sebuah prinsip. Sebelum ada negara Israel, dimana di ketahui Palestina membuka pintunya untuk menerima sekitar 700 ribu pengungsi dari Yahudi yang pada saat itu melarikan diri dari Perang Dunia I dan juga Holocaust. 

Jumlah ini yang dimana di ketahui sangat besar jika mencermati populasi Muslim  yang ada di Palestina pada tahun 1947 yang  dimana saat itu hanya sekitar 1,2 juta orang. Itu sebabnya, Palestina yang tidak memberikan suaranya untuk mendukung negara Isrel untuk didirikan. Pengakuan atas fakta ini tentunya sangat penting untuk menggambarkan sejarah pada saat berusaha menemukan sebuah kesepakatan bersama untuk sebuah masa depan.

Sejak Israel dibentuk oleh PBB

Dimana beberapa kelompok garis keras yang pro-plastienia yang berargumen bahwa palestina sendiri yang  merupakan Kelompok garis keras pro-Palestina berargumen bahwa Palestina yang dimana tidak pernah menyetujui pembentukan negara Israel. Maka mereka tidak akan mengakui negara Israel, sedangkan kelompok pro-Israel yang sebaliknya berargumen bahwa PBB yang mendirikan Israel secara demokratis sehingga negara tersebut ada. Realitasnya adalah kita yang dimana tidak bisa membalikkan sebuah sejarah. Israel berhak untuk dapat bertahan hidup, tak ada perdebatan atau juga perkelahian yang akan membalikkannya.

Darah orang Arab dan darah Yahudi adalah darah yang sama 

Tidak ada pembenaran yang di lakukan untuk membunuh warga sipil. Ide bahwa darah Arab yang dimana lebih bernilai daripada darah dari orang Yahudi atau darah Yahudi yang dimana lebih bernilai daripada darah Arab, merupakan sebuah bentuk dari rasisme modern dengan segala bentuk keburukannya. Hak anak-anak Palestina yang juga tentunya sama dengan hak-hak anak-anak Israel, begitupun juga sebaliknya. Setiap tindakan lain yang dimana mengabaikan prinsip ini yang memang merupakan pelanggaran HAM dan menggelincirkan sebuah proses perdamaian.

Berpotensi melakukan kejahatan perang 

Palestina yang dimana harus dituntut pertanggungjawabannya atas sebuah kejahatan perang yang  dimana telah dilakukan di Hamas. Israel harus bertanggung jawab ke PBB dan juga hukum internasional atas penggunaan bom fosfor dan juga menjadikan manusia sebagai sebuah perisai perang. Amerika yang dimana juga harus adil dalam tindakannya dan begitu juga dengan semua pemimpin Muslim yang ada di seluruh dunia.

Selama beberapa dekade, reputasi Amerika yang dimana di mata seluruh dunia dan juga khususnya di mata masyarakat Muslim yang dianggap tidak jujur dan terlalu berpihak pada Israel. Kesan ini yang dimana tidak mudah diperbaiki tapi tentunya harus diperbaiki demi tujuan menciptakan sebuah perdamaian. Rashid yang dimana dirinya juga menegaskan, perdamaian yang dimana tidak akan pernah hadir tanpa keadilan. Perdamaian yang ada  di masa depan tidak akan hadir tanpa sebuah pengakuan atas fakta sejarah konflik yang terjadi di Israel dan juga Palestina. Ironisnya, hanya ada dua tipe manusia yang dimana akan mengabaikan hal ini.

MENGAPA PERDAMAIAN BELUM TERCAPAI?

Setelah bertahun-tahun konflik yang dimana masih diwarnai dengan kekerasan, kedua belah pihak yang pernah mencapai kesepakatan pada tahun 1993. Palestina yang pada saat itu akan mengakui negara Israel dan Israel yang akan mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai sebuah perwakilan sah dari rakyat Palestina. Disebut Perjanjian Oslo, kesepakatan itu juga yang kemudian menciptakan Otoritas Palestina yang dimana memiliki beberapa kekuasaan pemerintahan sendiri yang dimana terbatas di Tepi Barat dan juga di Jalur Gaza. Itu adalah sebuah kesepakatan sementara, sebelumnya apa yang seharusnya menjadi sebuah perjanjian damai yang komprehensif yang ada dalam lima tahun.

Selama lima tahun berikutnya, dimana ada sekitar 3.000 korban dari warga Palestina dan juga 1.000 korban dari Israel, di mana banyak warga sipil Israel yang tewas karena aksi bom bunuh diri. Konsekuensinya yang pada saat itu sangat besar. Israel mundur dari Gaza, dan dimana pada pertengahan 2000-an Hamas yang merupakan sebuah faksi fundamentalis Sunni Palestina yang dianggap sebagai sebuah organisasi teroris oleh banyak negara, mengambil alih wilayah pesisir.Karenanya, Gaza dan ditempatkan di bawah blokade militer Israel yang dimana membatasi pasokan makanan, air, dan juga  energi untuk 1,8 juta penduduknya.

Itulah beberapa fakta berbeda tentang konflik Israel dan juga Palestina. Dimana konflik-konflik tersebut yang memang harus diselesaikan dengan perdamaian kedua belah pihak yang ada di dalamnya.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Diskusi masalah sosial dan juga politik dari Rakhine dihadiri oleh warga Buddha yang dimana juga menyebut Rohingya sebagai orang Bengali atau juga masyarakat Muslim. Etnis mayoritas Rakhine, yang sebagian beragama Budha, dan juga juga kelompok muslim yang dimana di Ronghingya tidak hidup dengan berdampingan sejak sebuah kerusuhan komunal besar di negara bagian Rakhine, Myanmar yaitu pada tahun 2012.

Total penduduk negara yang ada di bagian Rakhine berdasarkan dengan sensus 2014 yang dimana tercatat 3,100.000 lebih. Sebagian besar dari suku Rakhine yang dimana mayoritas pemeluk dari agama Buddha yaitu 96,2% , dan penduduk yang beragama Kristen yaitu 1,8 dan untuk penduduk 1,4% yang Muslim tetapi semuanya tidak mencakup Rohingya. Rohingya yang tidak turut disensus karena dianggap bukan sebuah warga negara. Mayoritas kelompok Rohingya yang ada di Myanmar tinggal di negara bagian ini.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Jumlah warga Rohingya yang ada di Rakhine yang dimana diperkirakan sekitar satu juta jiwa. Adapun juga dimana ratusan ribu warga lainnya yang mengungsi ke negara tetangganya yaitu Bangladesh, dan juga negara-negara lainnya, termasuk Malaysia dan juga Indonesia. Berikut beberapa fakta tentang negara yang sekarang ini sedang mengalami ketegangan. Mengapa Rohingya sendiri tidak diakui sebagai sebuah warga negara? Kalangan sejarawan yang juga saling bersilang pendapat apakah Rohingya yang memang sudah menetap di Myanmar sebelum adanya kemerdekaan dari Inggris yaitu yang terjadi pada 1948.

Rohingya Tidak Diakui

Narasi resmi yang biasanya digunakan oleh Myanmar adalah bahwa  Rohingya sebagai salah satu masyarakat yang di anggap pendatang gelap dari Bangladesh yang sebelumnya mereka dibawa oleh penjajah Inggris ke Myanmar- yang pada saat itu disebut dengan Burma untuk bekerja di ladang. Mereka yang pada umumnya kemudian tinggal di Rakhine. Rohingya sendiri mereka meyakini bahwa mereka yang memang penduduk asli dari wilayah Rakhine yang semestinya diperlakukan sama hal nya dengan etnik mayoritas yang berada di Rakhine. Kami adalah warga negara ini, dimana dahulu nenek moyang kami sudah hidup turun temurun dan ada disini, hal tersebut yang diungkapkan salah seorang aktivis Rohingya yang ada di Rakhine.

Karena tidak masuk di dalam daftar 135 etnik yang sudah diakui sah sebagai warga negara yang ada di Myanmar berdasarkan dengan undang-undang 1982, Rohingya yang dimana bahkan tidak mendapat akses leluasa, misalnya saja untuk layanan kesehatan, pendidikan dan juga untuk lapangan kerja. Sittwe pada saat sebelum kerusuhan 2012 merupakan sebuah kota tempat berbagai suku tinggal di Myanmar, termasuk  dengan suku Rohingya yang pada saat itu hidup berdampingan.

Kini kota itu didominasi oleh etnik Rakhine, dan hal ini juga termasuk dalam roda perekonomian. Jika ingin menjadi warga negara, mereka yang dimana harus mengikuti proses naturalisasi dengan berbagai macam bukti-bukti dan juga dokumen panjang bahwa mereka yang harus diketahui sudah menetap di Myanmar. Akan tetapi, selama ini akses mereka yang digunakan untuk dapat memperoleh dokumen sangat dibatasi. Lagipula, mereka yang juga yang dimana tidak boleh mengklaim dirinya sebagai masyarakat yang berasal dari Rohingya, Artinya, mereka yang dimana harus menanggalkan atribut itu sama sekali.

Diklaim bukan minoritas

Kelompok Rohingya yang juga diperkirakan berjumlah sekitar satu juta jiwa yang pada saat ini tersisa di Rakhine. Selain Rohingya, ada juga etnik Kaman yang juga mereka menganut dan beragama Islam di Rakhine dan mereka memang sudah diakui sebagai warga negara Myanmar. Jumlah mereka yang ditaksir puluhan ribu orang.Fakta tersebut yang dimana beberapa suku yang jumlah anggotanya hanya beranggotakan beberapa ratus saja.

Menurut anggota parlemen yang ada dari Rakhine, U Bha Shein, maka Rohingya atau yang dijuluki dengan orang Bengali atau Muslim yang ada di Rakhine bahkan juga yang ada di Myanmar yang tidak bisa disebut sebagai sebuah kelompok minoritas. Dimana sebagian kalangan menyebut orang-orang Bengali ini adalah minoritas, itu anggapan yang salah. Dimana dirinya beranggapan bahwa penduduk Bangladesh ketika mereka baru merdeka dan kemudian bangladesh yang di huni 200 juta jiwa. Dimana menurut dirinya sekarang ini terdapat sekitar satu juta orang Bengali yang berasal dari negara Bangladesh di negara kami yang saat ini mengalami peningkatan jumlah penduduk. 

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ingin pindah ke Malaysia

Anak-anak Muslim Rohingya dimana diketahui mereka ‘kehilangan’ orang tua mereka. Sejak kekerasan komunal yang ada antara komunitas Buddha dan juga Muslim yang terjadi pada 2012, kaum nasionalis Buddha yang dimana mengklaim terjadinya sebuah ‘peningkatan penduduk Muslim karena angka kelahiran disana yang sangat tinggi’ sehingga mereka perlu ‘melindungi’ beberapa ras dan juga agama mereka yang ada sebagai identitas asli dari Myanmar.

 

Tak lagi hidup berdampingan

Komunitas Buddha dan juga komunitas Muslim yang dahulu hidup berdampingan, sejak kerusuhan komunal yang terjadi pada 2012 yang menyebabkan sekitar 200 orang yang berasal dari kedua kubu meninggal dunia dan juga mengakibatkan ribuan rumah terbakar – sebagian besar hak yang merupakan milik orang Rohingya terpaksa harus direlakan dan hidup mereka dipisahkan. Di tataran pasar pun, ada pasar yang dimana memang ditujukan khusus untuk komunitas Rohingya dengan konsumen dan juga pembeli yang memang orang Rohingnya. Bangunan masjid kuno yang ada di Sittwe yang juga dipaksa tutup untuk mencegah sebuah amuk massa Buddha yang ekstrem yang tak menginginkan sebuah masjid beroperasi. Orang-orang Rohingya dan juga sebagian anggota suku Kaman yang dimana semuanya dipaksa masuk ke kamp-kamp pengungsian yang ada di Rakhine. Di permukiman khusus tersebut, dimana mereka hidup dengan tidak bebas untuk keluar dan juga harus mengurus izin khusus jika ada sebuah kepentingan yang  mendesak. Otorita setempat yang dimana mengatakan penempatan orang Rohingya yang berada di permukiman khusus dilakukan tentunya demi keselamatan mereka untuk mencegah terjadinya sebuah bentrokan dengan komunitas Buddha. Akan tetapi, Rohingya yang menyatakan ingin kembali ke tanah mereka semula yang dahulu menjadi kampung halamannya. 

Kubu nasionalis Buddha menuding Rohingya 

Dimana kubu Budha yang menuding masyarakat Rohingya yang mengambil tanah hak milik warga asli Rakhine. Ibu kota negara bagian Rakhine, dimana pemegang paspor asing yang di harus kan untuk melapor ke bagian imigrasi untuk mendaftarkan diri sebagai pengunjung dan juga sekaligus mendapat sebuah ‘peringatan’ tentang daerah-daerah mana saja yang dilarang dan juga yang tidak boleh dikunjungi. Meskipun operasi militer sekarang ini digunakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pasca sebuah penembakan yang terjadi di pos perbatasan yang ada di Maungdaw, Rakhine. Pada Oktober 2016 dan dinyatakan telah berakhir pada Februari 2017. Dimana sebagian wilayah yang ada di negara bagian Rakhine yang diketahui juga masih dinyatakan tertutup bagi umum.

Sembilan petugas yang tewas dalam sebuah serangan yang diyakini dilakukan oleh para pemuda yang berasal dari Rohingya dengan menggunakan senjata tajam. Wilayah yang tertutup itu meliputi Rakhine utara, termasuk juga Maungdaw dan juga sekitarnya. Maungdaw adalah kota yang berada di wilayah Myanmar yang dimana merupakan kota terdekat dengan perbatasan Myanmar-Bangladesh Para pekerja bantuan sosial dan juga wartawan jika hendak mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya yang dimana mereka harus mengurus izin masuk.

Itulah beberapa fakta tentang Konflik Rohingya, dimana masyarakat sana yang tidak mendapatkan hak mereka, dan tidak bisa keluarnya masyarakat Rohingya dari negara tersebut. Semoga dengan ini gambaran kita terhadap konflik Rohingya semakin jelas. Terimakasih. 

Konflik SARA Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Konflik sendiri biasanya terjadi akibat tidak sepahamnya pandangan atau adanya perbedaan antara dua atau lebih kelompok yang berada di suatu wilayah. Perbedaan pandangan itu biasanya mencakup agama,ras, suku dan juga antar golongan yang satu dengan yang lainnya. Atau hal ini biasanya disingkat dengan SARA. Tak adanya manajemen yang pasti terhadap suatu pandangan yang mengakibatkan konflik yang biasanya muncul secara perlahan-lahan dan kemudian menyebar luas. Di indonesia sendiri tempat dimana terdapat keberagaman budaya dan juga suku, pada umumnya konflik adalah hal yang sering terjadi yang tidak dapat dihindari. Hanya saja beberapa orang biasanya memanfaatkannya sebagai sebuah kepentingan lain hingga menimbulkan perpecahan yang lebih besar.

Konflik SARA Mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia

Seperti dalam artikel ini akan kita bahas beberapa konflik dahsyat yang pernah terjadi di indonesia. Mari membahas ini untuk sebuah pembelajaran terhadap sejarah kelam yang pernah terjadi di indonesia, agar nantinya tidak terulang kembali di masa depan. Berikut ini beberapa konflik yang pernah terjadi di indonesia akibat SARA.

Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Untuk anda yang mengetahui tentang kerusuhan yang terjadi di Sampit adalah sebuah kerusuhan antar suku yang sangat mengerikan yang pernah terjadi di indonesia. Sebuah sejarah kelam indonesia yang masih diingat hingga kini. Awal mula konflik ini terjadi adalah di diduga karena suku dayak yang awalnya dibantai oleh warga Madura yang menetap di sana. Ada versi lainnya juga yang menyebutkan bahwa bermula karena kedua suku saling membakar rumah dan membuat suku dayak memenuhi hampir beberapa wilayah di Kalimantan Tengah. Akibat konflik antar suku ini diperkirakan ada 500 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut 100 orang di antaranya mengalami pemenggalan kepala yang dilakukan oleh suku Dayak. Pemenggalan tersebut dilakukan karena suku dayak menginginkan untuk mempertahankan wilayah yang pada saat itu dikuasai oleh suku Madura. Pada saat itu pihak kepolisian sebenarnya sudah ikut turun tangan dan juga ikut untuk meredam konflik tersebut, dengan cara menangkap beberapa orang-orang yang diduga sebagai pemicu konflik atau dalang kerusuhan tersebut. Namun pada saat itu ketika polisi menangkap orang-orang tersebut kantor polisi pada saat itu dikepung oleh warga dayak dan terpaksa melepaskan kembali tahanan. Konflik tersebut terjadi pada tahun 2001 dan berakhir selang satu tahun kemudian.

Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Konflik yang terjadi di Ambon ini ada kaitanya dengan agama pada saat itu terjadi di Ambon 1999. Dan pada saat itu konflik ini pun meluas dan menjadi kerusuhan antar agama islam dengan kristen yang pada saat itu mengakibatkan banyak korban meninggal. Pada saat itu orang-orang dari kelompok islam dan juga kristen mereka saling serang dan saling berusaha menunjukkan kekuatannya. Konflik yang sejak awal hanya dianggap konflik biasa ini ternyata menjadi sebuah kerusuhan yang menyebar luas. Namun pada saat itu juga muncul dugaan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja merencanakan hal ini, dengan cara memanfaatkan isu yang ada. Selain itu juga yang mengesankan pada saat itu ABRI tidak bisa menangani dengan baik konflik ini, hal ini juga menjadi sebuah spekulasi bahwa hal tersebut dilakukan agar konflik tersebut terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar yang pada saat itu terjadi. Dengan terjadinya konflik di Ambon tersebut menyebabkan kerukunan antar umat beragama di indonesia sempat memanas hingga beberapa tahun.

Konflik Antara Etnis (1998)

Kerusuhan yang pada saat itu terjadi di tahun 1998 di penghujung masa orde baru, menyangkut sebuah konflik etnis yang pada saat itu dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak para investor tidak lagi bermain di situs sbobet88 yang saat itu runtuh. Namun hingga pada akhirnya kerusuhan terus menyebar dan menjadi sangat mengerikan berujung pada konflik antar etnis pribumi dan juga etnis Tionghoa. Pada saat-saat menertibkan tersebut kerusuhan melebar dan menyebabkan banyak aset-aset yang dimiliki para etnis Tionghoa dijarah dan juga dibakar oleh masa. Tidak hanya di situ selain dilakukannya penjarahan dan juga pembakaran, baka juga para etnis Tionghoa menjadi korban pelecehan seksual hingga pembunuhan. Kasus pelecehan dan juga pembunuhan tersebut menjadi hal yang tidak bisa dihindari dan juga banyak beberapa yang tidak terungkap hingga kini. Benar-benar suatu sejarah kelam yang mengerikan.

Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah & Syiah)

Di indonesia sendiri banyak sekali beberapa golongan dalam sebuah agama. Misalnya saja dalam agama islam terdapat golongan NU, Muhammadiyah dan juga Ahmadiyah. Sayangnya ada beberapa golongan agama tersebut yang menyimpang dari ajaran hingga pada akhirnya menjadi suatu hal yang dimusuhi dan dijauhi oleh kelompok mayoritas. Seperti halnya golongan Ahmadiyah yang banyak sekali mendapatkan intimidasi dari kelompok masyarakat mayoritas. Ahmadiyah sendiri di anggap salah satu agama yang menyimpang hingga diusir dan juga pembakaran terhadap rumah ibadah hingga banyaknya aksi kekerasan aslinya. Banyak diantaranya para jemaah Ahmadiyah di paksa untuk meninggalkan ajarannya dan kembali kepada ajaran lamanya. Selain itu ada juga kelompok agama yang bernama Syiah yang sangat di tekan di indonesia. Di indonesia syiah ini dianggap sesat dan juga mempunyai ajaran yang terlalu ekstrim hingga banyak melakukan kekerasan pada kelompok ini seperti hal nya pembakaran rumah ibadah dan juga pesantren pada kelompok ini. Kebanyakan dilakukan dengan dalih agr agama islam tidak tercemar dengan ajaran sesat.

Konflik Antar Golongan Anti Pemerintah

Konflik yang terjadi terhadap kelompok-kelompok tertentu yang juga sering terjadi di indonesia. Salah satu konflik yang menghebohkan hingga sampai ke dunia internasional yaitu konflik Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Konflik tersebut pecah karena banyak dari milisi GAM menginginkan untuk lepas dari indonesia. Sayangnya pada saat itu pemerintah tidak mau dan menimbulkan konflik kekerasan yang terjadi hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya konflik ini selesai dengan sebuah kesempatan dimana salah satunya yaitu menjadikan Aceh daerah otonomi khusus. Selain adanya GAM ada juga RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM Operasi Papua Merdeka. Kelompok-kelompok ini mempunyai perbedaan dan berkeinginan untuk merdeka dan lepas dari indonesia. Untuk dapat memenuhi hasrat tindakan-tindakan pemerontakan yang biasanya di lakukan membuat warga sekitar terganggu. Pasalnya adalah gerakan-gerakan tersebut akan membuat situasi bertambah buruk.

Itulah beberapa Konflik yang terjadi akibat SARA di indonesia. Semoga nantinya tidak akan terulang kembali hal-hal tersebut. Sudah selayaknya kita rakyat indonesia yang terdiri dengan berbagai macam ras dan juga suku dapat saling menghargai satu sama lain. Konflik pada dasarnya hanya akan membuat negeri ini menjadi lebih kacau. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang konflik SARA yang terjadi di indonesia. Semoga bermanfaat.

Mengenali Konflik Etnis & Ras Di Dunia

Berbicara soal konflik agama, maka tidak akan jauh-jauh dengan adanya konflik Etnis dan juga Ras. Dimana, kedua konflik ini bisa di picu oleh segala macam hal yang ada. Ras sendiri menjadi suatu kelompok manusia di dalam adanya populasi besar pada dasar dari adanya kesamaan ntah itu Ciri, Letak dari geografisnya, lalu memiliki tampang pada jasmaninya dan juga masuk kedalam suku yang sudah terwariskannya itu. Ras sendiri memiliki istilah di dalam menunjukkan adanya populasi manusia dengan keanekaragaman genetiknya sampai dengan adanya anggota yang memiliki wajah kurang lebih sama dari luarnya saja. Ras yang sering di permsalahkan hingga menjadi sebuah kulita ialah ras pada warna tubuh manusia. Ada yang ber ras Putih, lalu ada juga ras kulit hitam, ada ras kulit kuning dan sebagainya. Dari sinilah, mulai memicu adanya konflik tersebut.  

Ras akan selalu berhubunagn dengan Rasis. Etnis ini pun juga menjadi suatu kata yang berujung pada kerasisan dari para manusia tersebut. Konflik utama yang menjadi dasar awal perpecahan ini ialah adanya kulit ras putih yang lebih mendominasi di badningkan ras lainnya, yang pada akhirnya konflik dari pepecahan inilah timbul dengan sendirinya. Dari adanya sikap tersebut, beberapa negara juga sudah memperketat adanya Rasisme terhadapa 2 golongan ini ( ras dengan etnis . Nah, berikut ini ialah beberapa konflik yang timbul akibat adanya Ras dan Etnis yang berbeda satu sama lainnya.  

Konflik Ras Pada Kulit Putih Vs Hitam – Amerika

Untuk kasus pertama, memang datangnya dari negara Amerika ini. Negeri dengan sebutan Paman Sam atau negerinya para artis Hollywood ini pernah menjadi negara, dari kemunculannya konflik Ras tersebut. Permulaannya sudah tertulis dari abad ke 17, yang dimana saat itu bangsa Eropa ini masuk langsung ke kawasan Amerika. Dari kedatangan inilah yang merupakan mayoritas dasar pada kulit putih dengan membawa dampak pada ras kulit hitam yang di perlakukan sebagai budak akibat terdapat ampak dari konflik tersebut.  

Dari catatan sejarah yang ada, kaum kulit hitam masih saja di perlakukan seperti budak dan mendapatkan diskriminasi dari kaum kulit putih. Akan tetapi, ada sedikit perubahan ketika masa Jabatan ke presidenan di pegang langsung oleh Barack Obama. Dimana dirinya ini menjadi orang kulit hitam yang pertama kali berhasil di dalam membangkitkan adanya kesadaran bagi kaum mayoritas berkulit putih tersebut.  

Konflik Suku Bodo Dengan Kaum Minoritas Muslim – India 

Mengenai konflik yang satu ini, memang menjadi pusat dunia. Kejadiannya sendiri tepat berada di negara India. Mengenai konflik yang ada, sudah terjadi kisaran 20 tahun yang lalu. Pada konflik ini, mengakibatkan langsung adanya ratusan ribu orang kehilangan adanya tempat tinggal dan terpaksa harus melakukan pengungsian terlebih dahulu. Konfliknya sendiri, didasari langsung dari adanya ketidaksukaan ats kaum Bodo terhadap kaum minoritas muslim yang berada di wilayah tersebut. Pasalnya, suku Bodo ini yang merasa memiliki adanya tanah asli Assam seperti terganggu dengan kedatangan kaum minoritas muslim di tanah tersebut.  

Konfliknya sendiri semakin parah saja akibat dari pemerintah India yang tidak ingin menawarkan adanya solusi di dalam mengatasi adanya konflik dari kedua belah pihak tersebut. Dari sini juga sudah terlihat langsung, bahwasannya pemerintah disana sangat cuek dan acuh sekali seakan-akan sudah tidak perduli lagi dengan adanya nasib dari para pengungsi yang ada di sana akibat dari perseteruan kedua agama ini.  

Dan yang lebih parah lagi, disini Pemerintah tidak mengamanatkan untuk penurunan Kepolisian maupun Tentara dalam melerai aksi kedua agama ini. Hanya adanya penunjukan polisi lokal saja di dalam wilayah tersebut. Jika tidak cepat berlalu, maka akan di khawatirkan dari segi korban yang berjatuhan akan semakin banyak saja dan bisa meluas lagi akibat dari adanya konflik ini.  

Konflik Etnis Tionghoa Dengan Etnis Jawa – Surakarta  

Selanjutnay ada konflik mengenai Etnis Tiongkok. Indonesia memang masuk kedalam negara yang Multikultural, yang tidak akan pernah lepas dari adanya permasalahan terhadap Ras maupun etnis yang berlaku di Indonesia ini. Tahun 1998, bukan saja terjadi adanya aksi demo yang mencakup akan kepolitakan, akan kemahasiswaan, namun juga masuk kedalam sebuah sejarah kelam yang terdapat langsung di dalamnya konflik Etnis Tionghoa dan juga adanya suku Jawa asli yang telah mendiami adanya wilayah yang berada di Surakarta ini.  

Konflik ini sendiri, di dasari langsung dari adanya anggapan kepada kaum Etnis Tionghoa yang bukan menjadi bagian dafri adanya warga negara Indonesia. Kondisi ini sendiri, makin di perparah dari adanya dengan krisis Moneter yang sedang melanda negara Indonesia ini. Seperti yang sudah mimin katakan, bahwa tahun 1998 menjadi tahun-tahunnya konflik bagi negara Indonesia ini. Konflik ini kemudian menyebar dan mengakibatkan penjarahan toko dan pembakaran fasilitas umum menjalar di mana-mana. Pokoknya, tahun ini menjadi tahu ter-ekstrim yang di alami oleh Indonesia.  

Konflik Myanmar Yakni Kaum Rohingya  

Belom lama , sekitaran tahun-tahun kemarin ini dunia lagi-lagi di kejutkan dengan adanya kasus di Myanmar akibat adanya konflik Rohingya yang sedang melanda negara tersebut. Kaum ini menjadi kaum etnis yang dikatakan mendapat sebuah perlakukan terlalu diskriminatif oleh adanya pemerintah di Myanmar. Konflik ini sendiri pun menjadi konflik kemanusiaan pada abad ke 21. Di dalam konfliknya yang membuat seram itu ialah adanya pembantaian atas kaum Rohingya oleh tentara pemerintah.  

Konfliknya sendiri terpicu atas dasar anggapan bahwa kaum Rohingya ini bukanlah menjadi bagian penduduk di Myanmar. Terlebih lagi, mereka semua tahu bahwa kaum Rohingya ini adalah kaum minoritas Muslim yang menambah memicu ketidaksenangan Pemerintah di Myanmar sana. Di negara Myanmar sendiri, lebih banyak di huni oleh kaum yang beragama Budha. Sehingga, dalam hal ini kedatanagn kaum Rohingya membuat sebagaian penduduk disana merasa terganggu dan menjadikan mereka semua pendatang bukanlah penduduk dari Myanmar itu sendiri.  

Konflik Sangkut Paut Israel Palestina  

Konflik yang dimana sudah bukan menjadi rahasia publik lagi. Konflik ini sudah dimulai selama 37 tahun lamanya yang pada saat itu Israel melakukan penyerangan dan berhasil untuk menguasai adanya sebagian wilayah seperti : Yordania, Iran serta daerah tepi Barat dari Palestina. Sampai saat ini dikatakan juga Israel Palestina masih mebgibarkan danya bendera peperangan antar konflik yang berlangsung lama ini.  

Awal dari perpecahan ini dilakukan oleh kaum Yahudi yang langsung mengklaim atas dasar adanya hak mengenai Yerusallem yang menjadi ibukota dari Palestina. Untuk Palestina sendiri, bersihkukuh menganggap bahwa Holy City Yerussalem adalah warisan nenek moyang bagi mereka. Konflik yang lama inilah yang menjadi pusat perhatiannya dunia. Dari konfliknya sendiri sudah memakan korban jiwa hingga jutaan manusia akibat perang tersebut.