Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Diskusi masalah sosial dan juga politik dari Rakhine dihadiri oleh warga Buddha yang dimana juga menyebut Rohingya sebagai orang Bengali atau juga masyarakat Muslim. Etnis mayoritas Rakhine, yang sebagian beragama Budha, dan juga juga kelompok muslim yang dimana di Ronghingya tidak hidup dengan berdampingan sejak sebuah kerusuhan komunal besar di negara bagian Rakhine, Myanmar yaitu pada tahun 2012.

Total penduduk negara yang ada di bagian Rakhine berdasarkan dengan sensus 2014 yang dimana tercatat 3,100.000 lebih. Sebagian besar dari suku Rakhine yang dimana mayoritas pemeluk dari agama Buddha yaitu 96,2% , dan penduduk yang beragama Kristen yaitu 1,8 dan untuk penduduk 1,4% yang Muslim tetapi semuanya tidak mencakup Rohingya. Rohingya yang tidak turut disensus karena dianggap bukan sebuah warga negara. Mayoritas kelompok Rohingya yang ada di Myanmar tinggal di negara bagian ini.

Menengok fakta-fakta di wilayah konflik Rohingya

Jumlah warga Rohingya yang ada di Rakhine yang dimana diperkirakan sekitar satu juta jiwa. Adapun juga dimana ratusan ribu warga lainnya yang mengungsi ke negara tetangganya yaitu Bangladesh, dan juga negara-negara lainnya, termasuk Malaysia dan juga Indonesia. Berikut beberapa fakta tentang negara yang sekarang ini sedang mengalami ketegangan. Mengapa Rohingya sendiri tidak diakui sebagai sebuah warga negara? Kalangan sejarawan yang juga saling bersilang pendapat apakah Rohingya yang memang sudah menetap di Myanmar sebelum adanya kemerdekaan dari Inggris yaitu yang terjadi pada 1948.

Rohingya Tidak Diakui

Narasi resmi yang biasanya digunakan oleh Myanmar adalah bahwa  Rohingya sebagai salah satu masyarakat yang di anggap pendatang gelap dari Bangladesh yang sebelumnya mereka dibawa oleh penjajah Inggris ke Myanmar- yang pada saat itu disebut dengan Burma untuk bekerja di ladang. Mereka yang pada umumnya kemudian tinggal di Rakhine. Rohingya sendiri mereka meyakini bahwa mereka yang memang penduduk asli dari wilayah Rakhine yang semestinya diperlakukan sama hal nya dengan etnik mayoritas yang berada di Rakhine. Kami adalah warga negara ini, dimana dahulu nenek moyang kami sudah hidup turun temurun dan ada disini, hal tersebut yang diungkapkan salah seorang aktivis Rohingya yang ada di Rakhine.

Karena tidak masuk di dalam daftar 135 etnik yang sudah diakui sah sebagai warga negara yang ada di Myanmar berdasarkan dengan undang-undang 1982, Rohingya yang dimana bahkan tidak mendapat akses leluasa, misalnya saja untuk layanan kesehatan, pendidikan dan juga untuk lapangan kerja. Sittwe pada saat sebelum kerusuhan 2012 merupakan sebuah kota tempat berbagai suku tinggal di Myanmar, termasuk  dengan suku Rohingya yang pada saat itu hidup berdampingan.

Kini kota itu didominasi oleh etnik Rakhine, dan hal ini juga termasuk dalam roda perekonomian. Jika ingin menjadi warga negara, mereka yang dimana harus mengikuti proses naturalisasi dengan berbagai macam bukti-bukti dan juga dokumen panjang bahwa mereka yang harus diketahui sudah menetap di Myanmar. Akan tetapi, selama ini akses mereka yang digunakan untuk dapat memperoleh dokumen sangat dibatasi. Lagipula, mereka yang juga yang dimana tidak boleh mengklaim dirinya sebagai masyarakat yang berasal dari Rohingya, Artinya, mereka yang dimana harus menanggalkan atribut itu sama sekali.

Diklaim bukan minoritas

Kelompok Rohingya yang juga diperkirakan berjumlah sekitar satu juta jiwa yang pada saat ini tersisa di Rakhine. Selain Rohingya, ada juga etnik Kaman yang juga mereka menganut dan beragama Islam di Rakhine dan mereka memang sudah diakui sebagai warga negara Myanmar. Jumlah mereka yang ditaksir puluhan ribu orang.Fakta tersebut yang dimana beberapa suku yang jumlah anggotanya hanya beranggotakan beberapa ratus saja.

Menurut anggota parlemen yang ada dari Rakhine, U Bha Shein, maka Rohingya atau yang dijuluki dengan orang Bengali atau Muslim yang ada di Rakhine bahkan juga yang ada di Myanmar yang tidak bisa disebut sebagai sebuah kelompok minoritas. Dimana sebagian kalangan menyebut orang-orang Bengali ini adalah minoritas, itu anggapan yang salah. Dimana dirinya beranggapan bahwa penduduk Bangladesh ketika mereka baru merdeka dan kemudian bangladesh yang di huni 200 juta jiwa. Dimana menurut dirinya sekarang ini terdapat sekitar satu juta orang Bengali yang berasal dari negara Bangladesh di negara kami yang saat ini mengalami peningkatan jumlah penduduk. 

Pengungsi Rohingya di Bangladesh Ingin pindah ke Malaysia

Anak-anak Muslim Rohingya dimana diketahui mereka ‘kehilangan’ orang tua mereka. Sejak kekerasan komunal yang ada antara komunitas Buddha dan juga Muslim yang terjadi pada 2012, kaum nasionalis Buddha yang dimana mengklaim terjadinya sebuah ‘peningkatan penduduk Muslim karena angka kelahiran disana yang sangat tinggi’ sehingga mereka perlu ‘melindungi’ beberapa ras dan juga agama mereka yang ada sebagai identitas asli dari Myanmar.

 

Tak lagi hidup berdampingan

Komunitas Buddha dan juga komunitas Muslim yang dahulu hidup berdampingan, sejak kerusuhan komunal yang terjadi pada 2012 yang menyebabkan sekitar 200 orang yang berasal dari kedua kubu meninggal dunia dan juga mengakibatkan ribuan rumah terbakar – sebagian besar hak yang merupakan milik orang Rohingya terpaksa harus direlakan dan hidup mereka dipisahkan. Di tataran pasar pun, ada pasar yang dimana memang ditujukan khusus untuk komunitas Rohingya dengan konsumen dan juga pembeli yang memang orang Rohingnya. Bangunan masjid kuno yang ada di Sittwe yang juga dipaksa tutup untuk mencegah sebuah amuk massa Buddha yang ekstrem yang tak menginginkan sebuah masjid beroperasi. Orang-orang Rohingya dan juga sebagian anggota suku Kaman yang dimana semuanya dipaksa masuk ke kamp-kamp pengungsian yang ada di Rakhine. Di permukiman khusus tersebut, dimana mereka hidup dengan tidak bebas untuk keluar dan juga harus mengurus izin khusus jika ada sebuah kepentingan yang  mendesak. Otorita setempat yang dimana mengatakan penempatan orang Rohingya yang berada di permukiman khusus dilakukan tentunya demi keselamatan mereka untuk mencegah terjadinya sebuah bentrokan dengan komunitas Buddha. Akan tetapi, Rohingya yang menyatakan ingin kembali ke tanah mereka semula yang dahulu menjadi kampung halamannya. 

Kubu nasionalis Buddha menuding Rohingya 

Dimana kubu Budha yang menuding masyarakat Rohingya yang mengambil tanah hak milik warga asli Rakhine. Ibu kota negara bagian Rakhine, dimana pemegang paspor asing yang di harus kan untuk melapor ke bagian imigrasi untuk mendaftarkan diri sebagai pengunjung dan juga sekaligus mendapat sebuah ‘peringatan’ tentang daerah-daerah mana saja yang dilarang dan juga yang tidak boleh dikunjungi. Meskipun operasi militer sekarang ini digunakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban pasca sebuah penembakan yang terjadi di pos perbatasan yang ada di Maungdaw, Rakhine. Pada Oktober 2016 dan dinyatakan telah berakhir pada Februari 2017. Dimana sebagian wilayah yang ada di negara bagian Rakhine yang diketahui juga masih dinyatakan tertutup bagi umum.

Sembilan petugas yang tewas dalam sebuah serangan yang diyakini dilakukan oleh para pemuda yang berasal dari Rohingya dengan menggunakan senjata tajam. Wilayah yang tertutup itu meliputi Rakhine utara, termasuk juga Maungdaw dan juga sekitarnya. Maungdaw adalah kota yang berada di wilayah Myanmar yang dimana merupakan kota terdekat dengan perbatasan Myanmar-Bangladesh Para pekerja bantuan sosial dan juga wartawan jika hendak mengunjungi kamp-kamp pengungsi Rohingya yang dimana mereka harus mengurus izin masuk.

Itulah beberapa fakta tentang Konflik Rohingya, dimana masyarakat sana yang tidak mendapatkan hak mereka, dan tidak bisa keluarnya masyarakat Rohingya dari negara tersebut. Semoga dengan ini gambaran kita terhadap konflik Rohingya semakin jelas. Terimakasih.