Bentrok Umat Beragama Di Afrika Tengah

 

Dewasa ini terdengar informasi yang menyampaikan bahwa pasukan penjaga kedamaian dunia gagal dalam menjaga upaya pembersihan etnis di negara Afrika Tengah. Diawali dari permasalahan yang dialami oleh umat muslim dan kristen di wilayah itu hingga menimbulkan kekerasan besar diantara dua kubu tersebut. Tidak hanya berdampak bagi pihak-pihak yang ikut serta didalamnya, bahkan hingga menimbulkan kengerian bagi masyarakat lain yang turut menyaksikan peristiwa ini.

Permasalahan kecil dari situasi yang sebelumnya aman dan teratur berubah hingga menjadi masalah besar. Tidak hanya berdampak pada keretakan antar hubungan masyarakat di Afrika Tengah, namun hingga memberi pengaruh bagi pihak lainnya. Tidak hanya itu, jutaan masyarakat turut serta kena getahnya akibat dari masalah ini. Dapat digambarkan seperti kasus yang dialami oleh para korban dari suatu musibah alam, banyak pihak masih berusaha keras untuk dapat mengatasi masalah ini agar tidak terulang lagi di masa depan.

Alasan Terjadinya Bentrok Agama

Perselisihan ini dimulai dari tindakan kaum muslim setempat yang membangun barikade kubu pertahanan serta menyiapkan beberapa jumlah senjata untuk menyerang pemeluk agama kristen. Ribuan umat muslim melarikan diri dari negara-negara tetangga untuk menghindari serangan. Pelarian ini juga disebut oleh beberapa lembaga amal dapat menimbulkan permasalahan besar bagi pasar internasional. bahkan dalam kondisi terburuknya bisa menimbulkan keruntuhan secara cukup besar bagi dunia pasar Internasional. Lembaga seperti Oxfam dan lembaga kemanusiaan Action Against Hunger pun turut berkomentar bahwa hal ini menyebabkan terpuruknya dunia industri bagian pasar.

Hal ini diakibatkan karena 10 pedagang grosir yang tinggal di kawasan ibukota dari Afrika Tengah yaitu kota Bangui banyak yang memutuskan untuk meninggalkan pasar di daerah tersebut demi keselamatan mereka dalam menghindari kemungkinan terjadinya perang di masa yang akan datang. Hal ini mengakibatkan stok tersedianya bahan kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan sembako akan berkurang drastis, hingga menimbulkan kelaparan bagi penduduknya.

Ditambah lagi faktor stok barang yang berkurang akan sangat berdampak pada harga pasar. Harga yang awalnya masih sanggup dibeli oleh masyarakat Afrika Tengah akan melonjak secara drastis hingga sampai ke titik yang tidak mampu dibeli lagi oleh sebagian besar dari masyarakat yang tinggal di sekitar situ. Akibatnya tidak hanya kekurangan, faktor kejahatan pun akan meningkat drastis hingga menimbulkan berbagai kerusuhan. Ditambah dengan informasi yang dianalisa oleh lembaga internasional PBB, bahwa penduduk Afrika Tengah yang hanya dapat makan sebanyak satu kali per harinya dapat mengeliminasi jumlah populasi penduduk yang akan bertahan hidup disana. Hingga dapat membuat dampak bagi banyak situasi lainnya yang jatuh ke titik lebih buruk dari sebelumnya.

Negara Afrika memang dikenal banyak yang memeluk agama kristen maupun berbagai aliran lain dari kepercayaan kristen. Terdapat juga beberapa kepercayaan lokal lain yang masih dipegang oleh warga Afrika sebagai kepercayaannya. Namun perkembangan yang begitu besar dalam penyebaran agama islam ke seluruh dunia turut membuat beberapa orang yang tinggal di kawasan Afrika Tengah merubah kepercayaannya dan berpindah memeluk agama islam. Sebagian diantaranya diakibatkan karena pernikahan campur antara kaum pendatang yang menetap di daerah tersebut dengan warga lokal.

Ajaran yang ditawarkan beberapa diantaranya berhasil memikat para masyarakat Afrika Tengah hingga memutuskan untuk berpindah ke kepercayaan yang baru tersebut. Besarnya jumlah perkembangan itu juga dipengaruhi akan banyaknya keturunan yang dimiliki oleh para keluarga islam. Bahkan seringkali jumlah keturunan yang dimiliki dan cepatnya pertumbuhan masyarakat islam dalam membentuk keluarga hingga menghasilkan keturunan jauh mengalahkan jumlah perkembangan penduduk yang dihasilkan oleh kelompok pemeluk agama kristen. Secara pesat jumlah orang pemeluk agama islam di daerah Afrika berkembang hingga jumlahnya dapat mengalahkan penduduk asli yang masih memegang kepercayaan kristen beserta aliran-alirannya di Afrika. Maka dapat dikatakan bahwa penyebaran agama islam cukup berlangsung dengan begitu pesat di kawasan ini, serta juga di berbagai negara lainnya.

 

Jumlah Korban dan Akibat Dari Kisah Ini

Peristiwa ini terjadi diawali dari sebuah kudeta agama. Namun berkembang hingga menjadi lebih condong ke arah perebutan wilayah dan kekuasaan serta dalam urusan politik. Perpecahan agama antara umat muslim dan kristen yang sebelumnya dapat hidup bersamaan secara damai dianggap timbul akibat pemberontakan Seleka dan anti-balaka yang secara aktif berusaha memecah dua kubu tersebut. Ditambah lagi pemberontakan Seleka itu berperan cukup besar dalam menggulingkan mantan Presiden yang menjabat di Afrika Tengah yaitu Francois Bozize. Mulai dari titik Presiden ini tidak lagi menjabat, itulah saat api perpecahan antar dua umat beragama tersulut hingga menimbulkan api yang begitu besar.

Menurut berbagai informasi, jumlah korban yang dihasilkan akibat ppermasalahan diantara dua umat beragama ini hingga mencapai 1.000 orang harus mengungsi akibat kehilangan tempat tinggalnya. Selain itu juga masih ditambah dengan sekitar 4.000 orang warga yang menghuni daerah Chad harus dipindahkan dari tempat tinggalnya. Belum lagi ditambah dengan hasil perhitungan dari organisasi PBB yang menyampaikan bahwa total bisa mencapai 800.000 orang yang harus mengungsi akibat peristiwa besar ini. PBB pun turut meminta bantuan belas kasihan dari seluruh dunia untuk dapat turut serta membantu hidup masyarakat yang mengalami kerugian besar ini.

Ribuan umat muslim terpaksa mengungsi akibat permasalahan ini. Banyak diantaranya yang tidak sempat dihitung total jumlah orang yang meninggal karena kebiasaan umat muslim yang secara langsung menguburkan pihak yang telah meninggal. Sedangkan jumlah pengungsi yang harus meninggalkan tempat itu berkisar sekitar 1/4 dari jumlah penduduk total yang sekitar 4,6 juta banyaknya. Tindakan kekerasan inipun tidak berlangsung dalam waktu yang sebentar, tapi bisa hingga lebih dari satu tahun lamanya.

 

Penyelesaian Dari Konflik

Beberapa pihak menyatakan telah berusaha meminta bantuan dari Prancis sebagai negara yang pernah menjajah Afrika serta Uni Afrika untuk membantu dalam penyelesaian masalah ini. Namun banyak dari permintaan itu tidak direspon hingga mendapat bantuan. Sehingga pihak gereja hanya mampu menampung jumlah penduduk kristen yang jumlahnya tidak banyak di dalam gedung gereja.

Hingga pada akhirnya muncul bantuan dari Prancis yang mengirim 1.600 jumlah tentara untuk turut bekerja sama dengan 4.000 bantuan tentara dari negara-negara Afrika lain untuk mengatasi masalah antar umat beragama ini. Dimana jumlah yang cukup besar ini masih dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan menurut pertimbangan yang dilakukan pihak PBB. Setidaknya diperlukan minimal 10.000 tenaga tentara untuk dapat menyelesaikan masalah besar yang sudah mendarah daging ini antara kaum di Afrika Tengah.

Berbagai lembaga penjaga kedamaian skala internasional pun terus didorong untuk memberi penyelesaian dan analisa dari konflik ini. Hal ini bertujuan untuk dapat mencari solusi jika di masa depan peristiwa yang sama kembali terulang di kawasan ini. Atau tidak menutup kemungkinan untuk terjadi di negara Afrika bagian lainnya. Dalam kondisi yang tidak terlalu baiknya jika peperangan semacam ini kembali terulang pun, diharapkan pihak lembaga penjaga kedamaian dunia dapat secara tanggap menyelesaikan masalah yang terjadi.

Dengan lembaga yang berfokus dalam memberi perdamaikan yang jumlahnya ada beberapa di masa kini, diharapkan upaya penjamin keamanan di seluruh dunia dapat direncanakan dan dipersiapkan dengan lebih baik lagi. Sehingga jika terjadi perpecahan besar lagi sekalipun, jumlahnya dapat berkurang hingga tidak separah ini. Atau jika dapat lebih sigap dan efisien ditangani, tidak sampai menghasilkan korban yang meninggal akibat peristiwa bentrok serupa di masa depan.