Penyebab Konflik Antar Agama

Masyarakat di seluruh dunia terdiri dari berbagai jenis golongan. Banyaknya keberagaman itu tentunya menjadi suatu bentuk kemajemukan yang baik dan memberi variasi dalam kehidupan manusia. Dengan adanya keberagaman ini kehidupan lebih terasa menyenangkan serta tidak mudah bosan. Selain itu, banyaknya keberagaman dalam hidup manusia juga memberi perkembangan dalam banyak hal. Salah satu manfaat yang cukup terasa dari keberagaman ini dialami dalam berkembangnya teknologi untuk memberi kemudahan bagi hidup manusia, hingga aneka jenis pilihan yang banyak dari produk maupun jasa yang sudah diciptakan dalam kesehari-harian.

Namun betul pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada gading yang tak retak. Termasuk dalam kehidupan manusia, dimana tidak ada hal apapun yang akan berjalan dengan sempurna secara langsung begitu saja. Tentunya diperlukan suatu upaya perbaikan maupun kegagalan yang ditempuh sebelumnya, untuk dapat memberi perbaikan hingga menjadi lebih sempurna lagi. Salah satu contoh masalah yang sering terjadi dalam interaksi di kehidupan manusia contohnya dalam bagian agama atau suatu kepercayaan. Meskipun agama itu sendiri pada hakikatnya tidak ada yang mengajarkan akan suatu pedoman untuk mencela sesamanya, namun aneka macam masalah selalu saja terjadi dalam bagian itu. Untuk mengetahui informasi lebih jelas seputar hal ini, akan dibahas di dalam penjabaran dibawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Konflik Adalah Pemecah

Salah satu konflik yang memberi dampak cukup besar bagi banyak pihak contohnya konflik sara. Konflik mengenai hal penting dalam kelompok manusia sekaligus menjadi identitas dari kelompok tersebut sering menimbulkan suatu konflik diantaranya. Bahkan beberapa pihak juga banyak yang sering berusaha memanfaatkan hal ini demi keuntungannya atau golongannya sendiri. Maka dari konflik tersebut dapat disebut sebagai salah satu senjata jitu yang sangat ampuh sebagai pemecah belah golongan masyarakat. Perpecahan yang terjadi sering dalam seputar pemahaman dan keyakinan dari kepercayaan tersebut.

Hal ini pada umumnya banyak yang terjadi dalam bentuk upaya melecehkan perbedaan. Hal-hal yang tidak sesuai dan berbeda dari keyakinan pihak yang berbeda sering dianggap sebagai suatu kesalahan besar yang melanggar aturan hingga disebut sebagai suatu kekejian yang harus dimusnahkan keberadaannya dari muka bumi ini. Maka dari itu konflik ini muncul sebagai suatu bentuk perpecahan antar golongan masyarakat khususnya dalam komunitas antar umat beragama.

 

Dampak yang Ditimbulkan Konflik Umat Beragama

Selain bermasalah dalam kepentingannya sendiri, konflik diantara umat beragama juga  memicu konflik horizontal lain yang terjadi diantara umat beragama. Berbagai hal bisa ikut terkena dampaknya, atau bahkan bisa berkembang menjadi permasalahan yang jauh lebih besar dari konflik agama sebelumnya. Hingga dalam banyak kasus, konflik agama ini seringkali memicu perpecahan dalam persatuan kehidupan bernegara. Seperti contoh akibat dari ketidak akuran para anggota dari suatu lembaga masyarakat, hingga akibatnya berdampak pada kinerja lembaga tersebut menjadi tidak terurus. Bahkan kondisi lebih buruk yang sering terjadi seperti menimbulkan kehancuran dari lembaga tersebut. Baik itu dalam skala kecil hingga skala kehancuran total.

Selain dalam bentuk aneka macam kelompok mulai dari yang berskala kecil hingga cukup besar, politik sara dapat menimbulkan kebencian yang timbul diantara umat beragama. Perbedaan dalam hal-hal kecil menjadi sangat mudah dan sering untuk dipermasalahkan seolah-olah menjadi suatu masalah yang sangat fatal diantara mereka. Salah satu contoh yang begitu terasa dalam wilayah Indonesia ini seperti dunia politik yang terbalut akan unsur agamis. Sosok agama seringkali dijadikan kedok oleh banyak pihak sebagai bentuk pembelaan atau menyatakan pertobatan dari pihak tersebut saat suatu masalah muncul. Akibatnya publik pun merasa gerah dengan metode pemutihan kesalahan yang dilakukan semacam ini.

Pada hakikatnya semua macam agama diciptakan untuk maksud yang baik. Agama bertujuan untuk mengambil tindakan pemulihan dalam hidup manusia. Seluruh manusia dalam hidupnya telah sadar bahwa dirinya adalah pribadi yang berdosa, yang telah jatuh dari hakikat yang seharusnya benar dari kondisi sebelum kejatuhan. Tidak ada satu agama apapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan bagi manusia lain. Namun meskipun telah diajarkan sedemikian rupa, terkadang beberapa orang dalam hidup terpaksa melakukan kejahatan akibat suatu kondisi berat dalam hidupnya maupun atas kesalah pahaman.

Di masa kini banyak konflik terjadi atas dasar suatu isu sara yang berkembang. Isu ini dipertimbangkan merupakan suatu hasil yang dikerjakan oleh pihak tak bertanggung jawab. Mereka dengan sengaja berusaha menyulut api kemarahan dari pihak-pihak tertentu kaum agamis yang memegang teguh kepercayaannya. Sontak beberapa orang yang begitu mengutamakan doktrin kepercayaan yang diterimanya akan langsung marah saat disampaikan suatu hal yang bertentangan dengan kepercayaan tersebut. Tindakan ini dilakukan bukan tanpa alasan, namun sebagai usaha untuk memberikan manfaat bagi kepentingan diri atau kelompoknya.

 

Hal-hal yang Memicu Konflik Antar Agama

Berikut beberapa hal yang umumnya dapat memicu konflik antar umat beragama:

1. Pemahaman yang Sempit Akan Kebebasan Beragama dan Beribadah

Sosok kelompok dengan paham ini menganut kepercayaannya sebagai suatu hal yang dianggap paling benar. Sehingga tidak mau menerima pendapat atau pengajaran dari pihak lain. Kebebasan yang telah diterima dalam memeluk suatu agama dapat menimbulkan permasalahan macam ini jika tidak diimbangi dengan pemahaman yang benar akan tata cara menggunakan kebebasannya bagi kepentingan umum. Segala sesuatu yang diberikan secara bebas tentunya harus dipertanggungjawabkan kebebasan itu, dimana salah satu syaratnya untuk penerapan kebebasan itu tidak boleh melanggar kebebasan dari golongan lain.

2. Mengutamakan Paham Radikalisme

Hal ini juga yang sering menjadi masalah besar dalam golongan tertentu. Pikiran yang begitu radikal dan hanya berpusat pada kepentingannya saja akan berakhir pada pengertian yang ekstrim dalam mempertahankan kepercayaannya. Dimana hal ini juga seringkali memberi dampak negatif bagi golongan lain yang kepercayaannya berbeda.

3. Merebut Lahan Untuk Lokasi Tempat Beribadah

Masalah ini cukup sering terjadi terutama dalam wilayah daerah yang bukan menjadi kota besar. Hak milik dari suatu tanah dianggap begitu besar sehingga banyak muncul pihak yang menganggap suatu wilayah tempat berdirinya tempat ibadah dari kepercayaan tertentu merupakan lahan miliknya. Merasa memiliki hak atas tempat itu, pihak ini sering melarang orang untuk yang beribadah di sana. Sehingga hal ini mengganggu kegiatan beribadah rutin yang dilakukan kelompok kepercayaan yang beribadah di daerah itu.

4. Kurang Sadarnya Masyarakat Akan Toleransi dan Keharmonisan

Toleransi menjadi bentuk penting dalam banyak hal di kehidupan manusia, terutama dalam menjamin hubungan yang baik diantara beragamnya perbedaan diantara mereka. Tingkat toleransi yang kecil dalam usaha untuk saling mengerti satu sama lain dapat menimbulkan perbedaan kecil diantara mereka berkembang menjadi masalah besar. Hal ini juga memberi dampak kewas-wasan dalam pikiran banyak pihak beragama di antara satu dan lainnya.

Menjadi suatu hal yang penting bagi para pemeluk agama yang beragam untuk menyadari perbedaan di antara mereka sehingga dapat menghindari konflik. Maka dari itu toleransi di antara satu sama lain memberi peran penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.

5. Perbedaan Penafsiran dari Kitab Suci yang Diyakini

Perbedaan kitab suci yang dipercaya oleh berbagai jenis agama juga menimbulkan permasalahan bagi segenap pemeluknya. Diantara satu agama pun bisa menimbulkan banyak pemahaman yang bertentangan satu sama lainnya. Akibat dari pertentangan ini tentunya merusak hubungan di antara pihak-pihak yang tidak sepakat itu. Hal ini bahkan sering terjadi akibat dari kesalah tafsiran dari pihak tertentu akan kitab sucinya. Salah satu contoh yang sudah terkenal dalam permasalahan ini seperti yang menjadi latar belakang dari konflik di Suriah. Maka dari itu diperlukan adanya kebesaran hati yang lapang untuk dapat menerima perbedaan tersebut sehingga tidak memicu terjadinya konflik di kemudian hari.